
TAKDIR
Takdir adalah suatu hal yang menjadi misteri, tak mungkin bagi kita menerka semua hal yang berkaitan dengan takdir secara benar.
Kita hanya mampu merencanakan dan menerka apa yang akan terjadi di masa depan. Hanya saja, takdir tak akan berjalan sesuai ekspetasi manusia.
Yah, itulah kenyataan dari dunia ini. Ada ribuan takdir yang menjadi selalu misteri. Takdir cinta adalah salah satunya.
Tak ada yang tahu dengan siapa kita akan menikmati sisa hidup ini bukan?
Jujur, kisah ini begitu lucu ketika aku di takdirkan bertemu dengan seorang yang tak memiliki sangkut-paut apapun di hidupku awalnya.
Mari flasback dan akan ku ceritakan apa yang menimpaku dan kenapa aku berbicara soal takdir kali ini.
Ada seorang wanita yang secara samar mungkin pernah aku temui ketika aku kecil. Aku mengatakan samar dan mungkin karena aku tak bisa menjamin bahwa itu dia, seorang kakak kelas tomboy yang mengenakan topi hitam ketika taman kanak-kanak.
Awalnya aku hanya menyukai sifatnya karena ia berbeda dengan teman sebaya lainnya. Hanya sebatas itu saja karena aku bahkan tak mengetahui siapa namanya.
Mungkin kalian bisa menyebut hal itu cinta monyet atau cinta-cintaan bocah.
Selang tahun berlalu kini aku menginjak SMP kala itu, aku sudah melupakan sosok bocah tomboy yang pernah mengisi hatiku sewaktu kecil.
saat ini aku menjalani hidupku dengan biasa-biasa saja dengan menghabiskan waktu untuk bermain, belajar dan, seperti yang anak SMP biasanya lakukan.
Hingga suatu saat ketika aku hendak pergi ke ruang pramuka aku melihat seorang kakak kelas yang sepertinya aku pernah melihatnya tapi, entah dimana.
Aku sedikit penasaran namun aku cukup malu untuk berbicara dengan lawan jenis apalagi mereka yang tak ku kenal. Hanya saja dari waktu ke waktu aku selalu penasaran dengan sosok wanita itu.
Waktu berjalan dengan cepat dan kini aku menginjak SMA. saat itu facebook menjadi tren anak muda dan begitu booming.
Tak ada anak yang tak memiliki akun facebook. Seperti pada umumnya anak remaja aku kerap kali menambahkan pertemanan dengan lawan jenis. Hingga suatu ketika aku melihat sosok wanita yang begitu familiar.
__ADS_1
Perlahan aku melihat foto-foto yang terpampang di akun miliknya tersebut.
Ah, gadis yang unik. Ketika gadis lain memilih mempercantik dirinya ia malah berpakaian casual dan memiliki kesan acuh.
Kulihat dari beberapa foto dan video miliknya dan aku dapat mengasumsikan bahwa ia sangat menyukai sastra dengan banyaknya video pertunjukan puisi dan beberapa video monolog miliknya.
Ah, gadis yang unik dan sepertinya aku mulai mengidolakannya.
Waktu berlalu lagi dan lagi dengan begitu cepat dan tiba masa ketika aku dihadapkan pada hal yang membuatku jatuh.
Dimana setelah kematian ayahku dan juga hutang yang menumpuk untuk pengobatannya dulu. Kini aku hanya tinggal di kontrakan bersama Ibuku karena rumah kami yang dulu telah di jual untuk melunasi hutang dan biaya pengobatan mendiang Ayahku.
Kini aku bekerja menjadi seorang pengamen untuk tambahan biaya hidup, karena aku masih belum memiliki pekerjaan tetap meski sudah melamar ke perusahaan berulangkali.
Kadang kala untuk menghilangkan rasa jenuh dan lelah aku sesekali mampir ke warnet hanya untuk melihat video youtube ataupun melihat kabar teman-teman sekolah dulu.
Kadang pula aku menyempatkan diri untuk melihat unggahan dan beberapa foto gadis itu. Kala ia terlihat terjun langsung membantu korban bencana alam, benar-benar wanita yang hebat pikirku.
Tak berapa lama aku mendengar teriakan keras dari seorang wanita. Benar saja, ada seorang wanita yang dibegal oleh dua orang. Lantas menurutmu aku akan langsung menuju kesana?
Tentu tidak, aku adalah sosok pengecut jika kalian tahu.
Aku hanya melihat dari jauh dan mencoba melempar kerikil ke arah pembegal dari kejauhan berharap jika mereka melihatku aku bisa dengan mudah kabur karena jaraknya yang jauh.
Tapi anehnya adalah sang begal tersebut malah kabur tunggang-langgang ketika gadis tersebut melakukan perlawanan. Dalam hati aku berpikir seberapa kuat tenaga gadis itu.
Dengan sedikit keberanian aku mencoba berjalan menuju gadis tersebut untuk menanyakan keadaannya.
"Mbak-" tanyaku terpotong.
"Sudahlah tanganku berdarah mas, bisa naik motorkan? Bawa aku keklinik naik motor bisa, dari pada cuma lihat cewek di begal diam aja dibelakang semak-semak" wanita tersebut memotong ucapanku.
__ADS_1
Aku hanya bisa diam dan malu karena ucapannya.
Setelah sampai klinik dan pengobatan wanita itu telah usai aku baru sadar bahwa ia adalah wanita yang sering kulihat di facebook. Seorang gadis unik idolaku.
Aku mencoba menanyakan perihal apakah benar ia adalah wanita yang kuidolakan di facebook namun aku sedikit takut.
"Mas kenapa lihat terus ya?" tanyanya.
"Itu, a-anu" gagapku.
"friska Dita utami" ucapku dengan pelan.
Setelah mendengar kalimatku itu ia hanya menatapku dengan intens.
" Kok tahu nama saya mas" tanya wanita tersebut.
"Bentar, mas sekolah di SMP Nusa Asri ya" lanjutnya.
Aku hanya mengangguk karena gugup.
Setelah pembicaraan singkat tersebut ia memintaku untuk mengantarnya pulang karena ia tak bisa mengendarai motor karena luka yang ia miliki.
Yah, takdir memang tak bisa ditebak. Perjumpaanku dengan wanita tersebut cukup unik bagiku. Entah untuk selanjutnya takdir seperti apa yang akan tersurat antara aku dan wanita tersebut. Semoga saja bukan takdir buruk ya.
Eitsss tunggu.
Kok kayak ada hal yang kurang ya.
Ya ampun gitarku ketinggalan di semak-semak tadi, ya ampun bodohnya aku.
bab ini ku buat menggantung, seperti dalam awal cerita. biar takdir tuhan yang melanjutkan naskah selanjutnya ya :)
__ADS_1