
"Lo bertahan, satu kali lagi masuk kita menang," bisik bani seraya memberikan tepukan semangat kepada aku.
"Heem!" aku mengangguk dan kembali pada posisinya seraya menyeka keringat di seluruh wajahnya.
Servis di lakukan oleh Steve. Kali ini semua orang menunggu penambahan poin untuk 11iis¹yang di wakili akudan tim. Pendukung kelas 12iis¹ hampir seluruh penonton. Hanya meninggal beberapa gelintir orang yang berasal dari kelas 12mia ³ . tentu saja mereka mendukung kelas mereka.
Bugk...
Servis di lakukan dengan baik oleh egi.Namun pihak lawan juga menerima bola itu dengan mudah. Mereka membuat umpan smash yang menukik di lantai. Beruntung aku berhasil menjaga bola itu agar tidak menyentuh lantai. Tetapi dia merasa ada yang perih dan linu pada kakinya.
"Smash!" teriak penonton ketika aku melompat, memukul bola menukik hingga menyentuh lantai lapangan wilayah lawan.
Priiiiiitttttt.....
Suara peluit menghentikan pertandingan.aku dan tim bersorak mereka berhasil menyemai hasil dari lawan. Kini posisi mereka satu sama. Sorak pendukung semkain ramai.
"Horeeee!!!! Yeeee!!!! Huuuu!" teriakan mereka membuat aldi dan teman-temannya merasa semakin semangat. Hingga dia lupa jika aku yang kelelahan berjalan dengan pincang.
"lo .loo kenapa?" tanya nesa yang memberikan handuk kecil kepada aku.
"Kecapekan aja, tadi pertandingan sangat lama. Mereka tanggu banget, Nes.
"Iya, gue juga lihat. Ya udah nih lo minum dulu," ucap nesa seraya memberikan sebotol air mineral. Beberapa kali Lili menelus kakinya yang terasa sangat sakit. Tetapi dia tidak ingin membuat timnya khawatir.
Sepuluh menit berlalu. Kini panggilan dari wasit di membuat kedua tim merapat ke lapangan mereka harus melakukan pertandingan lagi satu babak karena poin mereka seri. aku mengoleskan salep pada pergelangan kakinya.
"Lo. lo kenapa?" tanya aldi saat melihat kaki aldi pincang.
"Enggak, kesemutan aja," jawab aku dingkat. Melihat reaksi gadis di sampingnya acuh tak acuh, aldi memutuskan untuk memberi pertanyaan lagi.
"Kalian paham?" tanya wasit kepada kedua tim ketika membacakan aturan kembali.
"PAHAM!" sahut mereka bersamaa.
"Kembali pada posisi masing-masing," perintah wasit.
__ADS_1
Ketegangan semakin tinggi. aku manahan rasa sakit dan beban akan kemengangan yang harus dia raih karena perjanjian kepada aldi. Dia juga ingin membuktikan kepada timnya jika dia memang layak dan mampu menjadi anggota timnya. Tetapi rasa sakit pada kakinya sangat mengganggu.
"ta.aku" panggil Bani beberapa kali karena aku terlihat melamun.
"Eh, Iya," sahut aku tersadar dari tatapan kosongnya.
"Elo kenapa? Ini final loh. Jangan bengong mulu," ucap Bani.
"iya-iya, Bani. Gue tahu." aku segera bergeser pada tempatnya.
Prit....
Servis pertama di lakukan oleh Bani. Dengan pukulan keras berhsil menggoyahkan pertahanan lawan. Sorak penonton semakin riuh. Kini servis kedua. Lawan berhasil menangkalnya. aku dengan gesit juga menerima serangan lawan. Dengan meringis kesakitan aku berhasil mengembalikan bola itu. kini semakin seru pertandingan di babak terakhir ini. aldi berkerja keras untuk menjaga poinnya agar tetap unggul. Bani selalu bertugas memberikan umpan sebelum smash di lakukan oleh aldi dan egi. Meskipun kadang kala aku juga melakukannya.
Poin mulai mendekati final. Perasaan gusar aku semakin besar lantaran kakinya semakin sakit. Satu poin lagi timnya menang. aku haruz bertahan. Aldi ternayta sudah mengetahui aku menahan sakit pada kakinya. Karena dia melihat beberapa kali dia memijat kakinya saat sedang bersiapan servis.
"Semangat! Satu poin lagi," bisik egi padaaku seketikaa terkejut dengan suara lembut yang memasuki telinganya.
Priiiit...
Bla melwati dua pemain yang hendak menghadang bola yang di pukul keras oleh aldi dan Yap! Bola berhasil menyentuh lantai. Kini kemengangan jatuh pada tim 11iis¹
"HOREEEE!!!!" seru para penonton membuat suasana lapangan volley sangat ramai. Semua orang meneriaki idola mereka. aku mematung tak percaya dia berhasil membawa timnya dalam kemenangan.
"Li! Kita menang li!" seru aku kegirangan. aku di Tarik paksa oleh Banj
"aduh!" pekik kesakitan aku.
"kenapa?" tanya Bani bingung. "Kakiku sakit, Bani!" aku terlihat meringis kesakitan seraya meluruskan kakinya.
"Astaga!" seru Bani kski aku yang sudah bengkak dengan kulit yang mulai membiru.
"Ini udah sejak tadi ya sakitnya?” tebak bani.
"Iya, Bob." jawab Lili. Steve melihat Bani.yang tengah memijat kaki aku membuatnya mangkir dari sorak sorai teman satu kelasnya yang turun ke lapangan semua.
__ADS_1
"Ban, kenapa?" tanya egi.
"lihat! Kaki dia bengkak," jawab Bani
"Astaga, ta. Kita ke uks," kata egi yang langsung membopong gadis di depannya itu. aku tak bisa menolak hatinya berbunga-bunga ketika pria yang dia suka benar-benar memperhatikannya. Sesampainya di UKS dengan lembut egi memberikan salep pada kaki aku. Ada beberapa obat yang yang tersedia di kota p3k.
"Apa ini sakit?" tanya sgi saat mengoleskan kembali salep itu. aku hanya menggelengkan kepala. Rasa sakitnya kalah dengan rasa bahagia yang tengah dia rasakan.
Sedangkan di lapangan, Bani memberitahu aldi jika egi sedang ada di UKS. Segera aldi berlari menuju UKS Sekolahan.
"Tahan sedikit, ini akan terasa sakit," kata S
Egi pada Lili saat mengurut kaki aku. "Aw!" pekik Lili kesakitan.
"maafkan gue, ta. Setidaknya ini akan meredakan rasa sakit di kakimu ," ucap egi .
"he'em!" Lili mengangguk. Meskipun kainya terasa sakit di pijat oleh egi tapi aku sangat bahagia.
Dari kejauhan, aldi melihat adegan yang romantis itu tanpa alasan hatinya sesak. Kebahagiaan yang harusnya dia rayakan tiba-tiba lenyap seketika. aldi mengurungkan niatnya untuk menghampiri Lili dan egi . Sepanjang jalan bayangan mereka bedua mengganggunya.
"Ish! Kenapa pula mereka ada di otak gue terus," protes aldi pada dirinya sendiri yang erasa kesal tanpa alasan. Lantar aldi menghentikan kakinya yang mengayuh sepeda.
KEESOKAN HARINYA....
aku menghampiri aldi ke bangkunya. "di" panggilnya.
"hem!" sahutnya acuh tak acuh." kenapa?" tanyanya.
"Perjanjian kita<" jawab aku.
"perjanjian?" ulang aldi seraya menatap aku yang berdiri di depannya.
"Ya, perjanjian jika tim kita menang," ungkap aku.
"Oh, iya gue ingat, udah sana pergi. Ganggu gue aja," suruh aldi.
__ADS_1
akumerasa jika suasana hati aldi sedang tidak baik-baik saja.