
Raka merasa senang dan bangga dengan dirinya karena berhasil mendapatkan item game yang sangat langka dan mahal. Dia tahu item tersebut bisa dijual dengan harga yang sangat tinggi, sehingga membuatnya merasa kaya. Namun, di balik rasa senang itu, ia juga merasa sedih karena menyadari bahwa kekayaan semu tersebut tidak bisa membawa kebahagiaan yang sesungguhnya.
Raka merasa terkejut ketika mendengar permintaan Vhionitha untuk membeli item game mahal yang baru saja didapatkannya. Ia merenung sejenak, mempertimbangkan tawaran tersebut. Namun, ketika Vhionitha menyebutkan nama ketua guild Vhio, hati Raka berdegup kencang. Ketua guild Vhio adalah salah satu pemain terkenal di game tersebut, dan memiliki kekayaan yang melimpah.
Raka merasa sangat beruntung dan terhormat karena ketua guild Vhio ingin membeli item yang ia dapatkan. Namun, di sisi lain, ia juga merasa dilema. Apakah ia harus menjual barang itu dan mendapatkan uang yang cukup besar, ataukah ia harus mempertahankan barang tersebut karena ia sendiri sangat menyukainya?
Setelah berpikir panjang, Raka akhirnya membuat keputusan. Ia akan menjual item tersebut kepada ketua guild Vhio. Meski ia merasa sedikit kecewa karena harus melepaskan barang yang ia sukai, namun ia juga merasa senang karena dapat memenuhi keinginan Vhionitha dan dapat memperoleh uang yang cukup besar dari penjualan item tersebut.
Setelah Vhionita memberikan ID messenger ketua guildnya,Raka langsung mentanyakan kebenaran tersebut .
"Saya dengar kabar bahwa Anda ingin membeli item game yang saya dapatkan, apakah benar?" tanya Raka pada ketua guild itu.
Ketua guild itu memalasnya , "Ya, itu benar. Saya sangat membutuhkan barang itu untuk keperluan guild kami."
Raka merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan permintaan ini. Namun, ia tidak ingin membiarkan kesempatan ini lewat begitu saja. Ia ingin mendapatkan uang sebanyak mungkin dari item game yang ia dapatkan.
"Mari kita bicarakan harga," ucap Raka tegas.
Ketua guild itu tersenyum puas, "Tentu saja. Saya siap membayar harga apa saja yang Anda minta."
Raka berpikir sejenak. Ia tahu barang tersebut sangat berharga, namun ia tidak ingin memberikan harga yang terlalu tinggi sehingga membuat ketua guild itu mundur dari pembelian.
Aku akan menjual barang itu seharga 100 juta gold atau 10 jt rupiah," tawar Raka.
__ADS_1
Ketua guild itu terkejut. "100 juta gold? Itu terlalu mahal!"
Raka membalas dengan acuh tak acuh. "Jika Anda tidak bersedia membayar harga tersebut, saya yakin ada banyak orang lain yang akan membelinya. bahkan lebih dari harga yang ku berikan barusan"
Ketua guild itu berpikir sejenak. Akhirnya, ia setuju untuk membeli item game tersebut dengan harga yang diminta Raka. Tetapi ketua guild meminta untuk memberikan ia waktu untuk mengumpulkan gold sekitar 100jt , karena tabungan ketua guild hanya sebesar 55jt gold saja.
Raka mensetujui apa yang ketua guild ingin kan .
Raka merasa lega. Dia tahu bahwa ia berhasil menjual barang itu dengan harga yang sangat tinggi. Namun, ia juga merasa sedikit tidak nyaman dengan keputusannya. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada barang tersebut setelah dijual.
Waktu komputernya tersisa 5 menit. Raka izin off karena ia tidak mau menambah waktu sewa , karena disini sangat mahal dan di warnet ini paket malam yang tidak tersedia
Ia pun segera meng logout game dan mematikan komputer tersebut dengan hati hati , dan menyudahi malam yang melelahkan itu. keluar dari warnet dengan hati-hati. Ia merasakan perasaan waspada karena pengalamannya di kota-kota besar seperti Bandung, kejahatan bisa saja terjadi kapan saja. Namun, ia merasa lega ketika akhirnya sampai di penginapan dengan selamat. Hati Raka dipenuhi dengan perasaan syukur atas keamanan yang ia rasakan di kota ini.
Sinar matahari perlahan menyinari wajah Raka ketika ia terbangun di pagi hari. Ia segera menyadari bahwa hari ini ia harus meninggalkan penginapan tempat ia menginap selama beberapa hari terakhir. Dengan perasaan sedih, ia merapikan barang-barangnya dan bersiap-siap meninggalkan kamar penginapannya.
Mereka bertemu di sebuah kafe kecil yang selalu menjadi tempat favorit mereka untuk ngobrol dan minum jus mangga . Raka memesan kopi hitam dan Maya memesan teh tarik.
"Kamu harus pergi, ya?" tanya Maya dengan suara sedih.
Raka mengangguk pelan, "Iya, karena beberapa hari lagi harus sekolah. aku pengen ingin lebih lama lagi tetapi sekolah tidak bisa di tinggal . Tapi aku akan kembali ke Bandung secepatnya saat ada libur sekolah kembali."
"Kamu harus selalu menjaga dirimu dan jangan lupa menghubungi aku," ujar Maya sambil menyeruput teh tariknya.
__ADS_1
"Iya, tentu saja," jawab Raka sambil tersenyum.
Mereka mengobrol sepanjang sore dan melupakan waktu. Namun, saat Raka melihat jam tangannya, dia sadar bahwa waktunya untuk pergi telah tiba.
"Sudah waktunya aku pergi," kata Raka sambil berdiri dari kursinya.
Maya mengikuti Raka dan berdiri juga, "Sampai jumpa lagi, ya?"
Raka mengangguk, "Sampai jumpa lagi."
Mereka saling berpelukan dan berpisah dengan perasaan sedih. Raka melangkah pergi, meninggalkan kafe kecil itu dengan hati yang berat.
Raka berjalan menuju ke stasiun untuk pulang ke jakarta .
Saat Raka tiba di stasiun kereta api, dia membeli tiket kereta api untuk pulang ke jakarta . Raka duduk di bangku stasiun dan menunggu kereta api datang dengan perasaan campur aduk. Dia merasa sedih meninggalkan Bandung, namun di sisi lain dia juga merasa lega karena dia sudah bisa bermain brsama maya cukup lama , dan raka merasakan sedih karena harus pulang ke rumah.
Ketika kereta api tiba, Raka naik ke dalamnya dan mencari tempat duduk. Dia duduk di dekat jendela dan menatap keluar, memandang pemandangan yang berubah-ubah di sepanjang perjalanan.
Tidak sadar Raka tertidur dan suara pengumuman bahwa kreta sudah sampai di jakrta membangunkan Raka yang tertidur pulas
Raka berjalan pulang ke rumah, sambil memikirkan pengalaman baru yang dia dapatkan di Bandung.
Dengan langkah lembut, Raka masuk ke dalam rumah dan disambut hangat oleh ibunya. "Bagaimana perjalananmu ke Bandung, Nak?" tanya sang ibu dengan wajah penuh harap. Raka tersenyum dan menjawab dengan santai, "Lumayan, Ibu. Saya berkeliling dan menikmati suasana sore di sana , dan keluarga teman teman ku sangat ramah kepada ku"
__ADS_1
tentu jawaban raka berbohong karena dia kebandung sendirian tidak bersama teman .
Lalu Raka berjalan menuju kamarnya dan rebahan . sebelum ia nanti tertidur Raka memberikan text kepada Maya kalau diri nya sudah nyampai di rumah dengan selamat .