Menemukan Cahaya Di Dunia Yang Gelap

Menemukan Cahaya Di Dunia Yang Gelap
Welcome di guild raka ! Hari terakhir Liburan sekolah


__ADS_3

Dengan perlahan, Raka Terbangun lalu ia membuka matanya dan terkejut melihat gelap di luar jendela kamarnya. Raka mendngar suara ibunya memanggil .


Dengan suara pelan, Raka menjawab ibunya yang membangunkannya, "Iya, ibu. Maaf, tadi tertidur." Ia kemudian berdiri dan berjalan menuju ibunya yang berada di bawah .


Raka merangkak keluar dari tempat tidurnya dan berjalan perlahan ke bawah. Dia melihat ibunya sibuk mempersiapkan makan malam dengan cekatan. Bau harum dari masakan ibunya membuat lidah Raka bergoyang.


Terlihat ibu Raka dengan lembut memanggilnya dan menyuruhnya untuk makan malam. Dengan laju langkah lembut, Raka menuju meja makan dan melihat hidangan yang telah disiapkan oleh ibunya. Dalam sekejap, aroma harum dari makanan tersebut langsung menyeruak ke dalam hidungnya. Rasa lapar yang menggelora membuat Raka langsung meraih sendok dan garpu, lalu menikmati setiap suapan dengan lahap.


Mata Raka terus memandang ke arah ibunya, meski sebenarnya pikirannya sedang melayang jauh. "Bunda, bolehkah aku menginap di rumah teman malam ini?" tanyanya dengan suara lembut.


Ibu Raka tersenyum dan menjawab, "Tentu saja, Nak. Tapi kau harus memberitahu nama temanmu dan alamatnya agar kami tahu tempatmu berada."


Raka cepat memberikan nama temannya dan alamatnya, lalu dengan berpura-pura berpamitan, dia meninggalkan rumah menuju warnet.


Raka membuka seluler miliknya dan melihat pesan dari ketua guild, Vhionitha. Pesan tersebut berisi tentang transaksi untuk membeli item langka yang Raka dapatkan. Raka terus memandang layar seluler,


Sambil terus berjalan menuju warnet, Raka segera merespons pesan dari ketua guild Vhionitha bahwa ia akan segera online untuk melakukan transaksi. Ia merasa tidak sabar untuk segera mendapatkan Gold banyak dari transaksi


Hari telah gelap dan langit ditutupi awan, Raka berjalan cepat menuju warnet dengan langkah ringan. Dia tiba di sana setelah melewati jalan yang penuh dengan rintangan dan hambatan, hingga akhirnya sampai di depan warnet. Raka mengeluarkan uang dari sakunya dan membayar biaya sewa untuk paket malam, kemudian ia duduk di depan komputer yang sesuai dengan instruksi dari operator warnet. Raka menyalakan komputer dengan hati-hati dan menunggu koneksi internet stabil sebelum masuk ke game yang akan di mainkan nanti .


Raka dengan cekatan membuka seluler dan memberitahu guild Vhionita bahwa dirinya akan segera online.


Raka dengan hati berdebar-debar menunggu respons dari ketua guild-nya. Setelah beberapa saat, akhirnya muncul notifikasi bahwa ketua guild telah online. Raka dengan cepat membuka jendela chat dan mengirim pesan kepada ketua guild.


"Ketua, saya sudah online dan siap untuk melakukan transaksi."


Ketua guild merespon dengan cepat, "Baiklah, tolong berikan nickname dan job yang kamu gunakan saat ini."


Raka memberikan informasi yang diminta dan kemudian ketua guild terkejut, "Kamu pemain dengan mage terlincah! Saya tidak percaya bahwa pelayer mage terlicah adalah kamu seorang anak kecil , hahaha"


Raka tersenyum bangga dan berterimakasih atas pujian dari ketua guild. Ia berjanji untuk membantu ketua guild dengan sebaik-baiknya dan menyelesaikan transaksi dengan lancar.


Dengan gemetar, Raka menekan tombol "OK" di layar komputer dan melihat notifikasi transaksi sukses muncul di layar. Hatinya berdebar kencang, ia merasa senang dan lega bahwa transaksi dengan ketua guild Vhionita akhirnya selesai. Raka kemudian mengirimkan pesan terima kasih kepada ketua guild itu dan merasa bangga ketika mendapat pujian atas kemampuan Mage-nya yang terlincah.


ketua guild itu mentanyakan kenapa character mage tersebut tidak ada eQuip nya tidak ada dan kenapa ia menganti job mu ?


Dengan sinar monitor yang memancarkan cahaya ke wajahnya, Raka merasa terpukau oleh pesan yang baru saja dia terima dari ketua guild. Ia mulai mengetikkan balasan dengan kecepatan jari yang sudah sangat terlatih.


"Ah, itu karena saya ingin mencoba job baru yang lebih menantang, Ketua. Saya sedang fokus untuk meningkatkan kemampuan dalam combat. Dan mengenai equipment, saya memang sudah menjualnya untuk membuat character yang baru ."


Ketua Guild: "Hai Raka, saya terkesan dengan kemampuanmu sebagai seorang Mage yang terkenal itu . Apakah kamu tertarik untuk bergabung dengan guild kami?"


Raka: "Oh, terima kasih atas tawarannya. Saya senang jika bisa bergabung dengan guild yang terkenal hebat seperti guild anda. Tapi, apakah saya layak untuk bergabung?  bahkan peralatan mage ku aja sudah di jual "


Ketua Guild: "Tentu saja. Kami mencari anggota yang berbakat dan terampil seperti kamu. Selain itu, masalah peralatan kita akan mencari bersama nanti nya , kamu juga ada gold 100jt kenapa tidak kembali saja menjadi mage saja? Bagaimana, tertarik?"


Raka: "Ya, saya tertarik. Saya akan bergabung dengan guild kamu dan bisakah kamu memberikan aku equip sementara dan item ganti nickname untuk menganti nickname ini ? karena aku tidak enak jika  aku login kembali dengan nickname ini , karena saya sudah berpamitan dengan guild lama."


Ketua Guild: "Bagus sekali! Selamat datang di guild ini , Raka. Kami akan memberikan kebutuhan bantumu untuk sementara dan tolong bantu guild ini supaya berkembang menjadi Guild yang terbaik lagi ."


akhirnya Raka resmi bergabung dengan guild Zone . Guild salah satu guild besar yang dulu raka pernah kalah kan . Ketua guild memberikan equipment sementara untuk Raka agar dapat bertahan dalam pertarungan, dan juga membelikan item untuk mengganti nickname Raka menjadi baru  dan sesuai dengan keinginannya. Raka merasa senang dan bangga bisa bergabung dengan guild yang kuat dan dipimpin oleh seorang ketua yang cerdas dan berwibawa. Ia berjanji akan bekerja keras dan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu guild Zone mencapai tujuan mereka.


Setelah mengganti nickname dan menerima equipment sementara dari ketua guild, Raka memutuskan untuk menghapus semua list pertemanannya di dalam game. Meski terlihat sebagai keputusan drastis, Raka merasa itu adalah hal yang penting untuk dilakukan karena ia ingin memulai hidup barunya sebagai anggota guild tersebut. Selain itu, Raka juga berpikir bahwa dengan menghapus list pertemanannya, ia tidak akan tergoda untuk bergaul dengan orang-orang yang tidak relevan dengan tujuan utamanya di dalam game. Dengan tekad yang kuat, Raka melangkah maju ke depan, siap menghadapi tantangan-tantangan baru sebagai anggota guild yang baru.


Raka sedang sibuk berlatih kembali dengan mage tersebut , walau terasa tidak selincah dulu karena keterbatasan equip tetapi raka masih bisa di bilang yang tercepat saat ini .


Tiba-tiba saja pesan masuk dari ketua guild. Tanpa ragu, Raka membuka pesan itu dan membaca ajakan untuk farming bersama pada malam itu. Raka merasa senang karena dia merasa sudah mulai akrab dengan teman-teman barunya. Tanpa pikir panjang, Raka segera membalas pesan itu dengan antusias dan mengiyakan ajakan ketua guild zone. Mereka pun mulai merencanakan strategi untuk memulai farming bersama malam itu.


Raka dan anggota guild Zone lainnya mulai melakukan bossing pada malam itu. Mereka berburu monster dan mengumpulkan barang-barang langka untuk dijual. Sistem bagi hasil yang disepakati dipatuhi dengan ketat, setiap item yang diperoleh diatur dengan rapi dan dijual secara adil. Raka merasa senang bisa bergabung dengan guild baru ini dan menjadi bagian dari tim yang solid.


Ketika mereka semua fokus pada farming, anggota lain di guild mulai membicarakan tentang Raka yang baru bergabung. Beberapa dari mereka tidak percaya bahwa ketua guild berhasil mengajak pemain legend yang terkenal lincah di class mage seperti Raka untuk bergabung. Karena tidak ada orang yang bisa membujuk Raka selain guild Clover yaitu guild rank 1 saat ini . Namun ketika mereka melihat Raka bekerja sama dengan anggota guild lainnya dengan begitu sempurna, mereka mulai mengakui keahlian dan keputusan ketua guild untuk merekrutnya. Walaupun begitu, mereka tetap merasa kagum dan bertanya-tanya bagaimana ketua guild bisa mendapatkan pemain sehebat Raka bergabung ke dalam guild mereka.


Dengan cemas, Raka melihat ke layar komputernya yang menunjukkan sisa waktu hanya 10 menit lagi. "Aku harus segera pulang," gumamnya dalam hati. Namun, dia enggan meninggalkan teman-teman barunya di guild yang sedang asyik melakukan farming. Raka merasa sedih jika harus meninggalkan guild yang baru saja ia masuki ini. Namun, dia tidak punya pilihan lain selain segera mengeluarkan game ini dan meninggalkan warnet. "Maaf, aku harus pulang sekarang," ketik raka di guild chat . Ketua guild membalas dan  mengerti kondisi raka, "Baiklah, hati-hati di jalan ya. Kita farming lagi nanti." Raka tersenyum dan membalas, "Iya, sampai jumpa besok." Dengan cepat, Raka membayar uang makanan iya makan semalam  dan meninggalkan warnet .


Dalam keadaan ngantuk yang amat sangat, Raka berlari tergesa-gesa melintasi jalan menuju rumahnya. Walaupun gerakannya terlihat gemetar, dia berusaha untuk tetap fokus pada tujuannya: mencapai tempat tidur. Dengan napas yang terengah-engah dan tubuh yang berkeringat, Raka tiba di depan pintu rumahnya. Ia dengan cepat membuka pintu dengan mengunakan konci cadangan iya buat  dan tidak melihat orang tua nya sudah bangun ,  segera melemparkan dirinya ke atas kasur yang empuk. Setelah merasa nyaman, Raka akhirnya memejamkan matanya dan lenyap ke dalam alam mimpi yang damai.


Raka membuka matanya perlahan-lahan, merasakan sinar matahari yang mulai menyengat pipinya. Dengan sedikit kesulitan, ia bangkit dari tempat tidur dan melihat ke sekeliling kamarnya yang masih redup. Terdengar suara jam dinding di sampingnya yang menunjukkan pukul sebelas pagi. Raka teringat dengan jelas, dia hanya tidur sebentar setelah pulang dari warnet, bermain dengan paket malam. Ia menarik selimut yang masih menutupi tubuhnya dan menggosok-gosokkan matanya yang masih terasa kantuk.

__ADS_1


Dengan tubuh yang masih merasa kaku akibat tidur yang tidak cukup, Raka membuka seluler untuk memeriksa pesannya. Saat itulah ia melihat pesan dari Maya yang memberikan ucapan selamat pagi. Raka tersenyum kecil melihat pesan tersebut dan merasa senang karena maya mengucapkan selamat pagi kepada diriku . lalu Raka membalas dengan minta maaf karena dia baru membalas nya sekarang , dengan alasan dia tidak enak badan .


Dan Maya menjawab nya untuk menyuruh Raka beristirahat saja .


Saat Raka mengscroll selulernya, ia melihat pesan dari Vhionitha yang memberitahukan tentang kesempatan farming siang hari. Meskipun sedikit terkejut, Raka merasa senang mendapat kesempatan untuk bergabung dalam farming yang lebih panjang dari biasanya.


Dengan bingung, Raka menatap layar selulernya. Di satu sisi, Maya menyarankan untuk beristirahat, sementara di sisi lain, Vhionitha mengajaknya untuk bermain. Raka merasa kebingungan karena ia tak ingin mengecewakan kedua temannya.


Setelah berpikir sejenak, Raka pun langsung membalas pesan Vhionitha dan menyatakan kehadirannya di game saat waktu yang telah ditentukan.


Dan meminta maaf dalam hati kepada Maya untuk tidak mendengarkan perkataan Maya


Dengan rasa penasaran, Raka segera menuruni tangga dengan tergesa-gesa. Ia menemukan ibunya yang telah menyiapkan sarapan lengkap di meja makan, berupa nasi putih, sayur lodeh, dan ayam goreng yang sedap. Namun, segera saja ibunya memberitahukan bahwa hari ini Ibunya harus pergi karena ada urusan yang sangat penting dengan teman-temannya.


"Maafkan aku Raka, tapi Ibu harus pergi hari ini. Ibu sudah menyiapkan sarapan untukmu, jadi makanlah dengan baik-baik. Dan Ibu sudah menyiampkan baju yang rapi dan sopan ," kata ibunya seraya menatap Raka dengan penuh kasih sayang.


Raka terkejut ketika mendengar ibunya berkata bahwa Ibu harus pergi keluar, Dia mencoba berpura pura sedikit cemas. Namun , dengan tatapan kebingungan dan kegelisahan, Raka meminta uang 10 ribu rupiah kepada ibunya dengan alasan akan pergi ke rumah temannya. Namun pada kenyataannya, uang tersebut akan digunakan untuk bermain di warnet. Raka merasa ragu dan bersalah, namun hasratnya untuk bermain game semakin memuncak.


Raka menerima uang 10 ribu dari ibunya dengan senang hati. Namun, dalam hatinya, Raka telah membuat rencana yang berbeda. Dia tidak akan pergi ke rumah temannya seperti yang dijanjikan, tapi akan pergi ke warnet untuk bermain game. Raka segera bergegas menuju kamar mandi dan mempersiapkan dirinya untuk berangkat ke warnet. Dia ingin segera bermain game dan menikmati waktu senggangnya.


Raka mengamati lemari pakaiannya dengan cermat, mencari pakaian yang cocok untuk dipakai hari ini. Ibu Raka tadi pagi telah memintanya untuk tampil rapi dan sopan, sesuai dengan kesepakatan mereka sebelumnya. Raka merasa sedikit bingung, namun dengan cepat ia memilih baju putih dan celana jeans biru, yang biasa dipakai untuk keperluan santai. Ia mengenakan pakaian itu dengan hati-hati, kemudian memastikan rambutnya rapi sebelum keluar dari kamar.


Raka berdiri di depan ibunya dengan wajah serius, "Ibu, saya ingin pergi ke rumah teman sebentar." ujarnya sambil menatap mata ibunya dengan tulus.


Ibu Raka melihat putranya dengan penuh kasih sayang, "Baiklah Nak, hati-hati di jalan ya."


Raka merasa bersalah karena berbohong pada ibunya, tetapi dia merasa tidak sabar untuk bermain game di warnet. Ia pun bergegas keluar rumah sambil menutup pintu dengan lembut agar tidak membuat suara bising.


Langkah-langkah Raka terdengar pelan dan lembut di jalan raya yang masih sepi. Dia menikmati hembusan udara pagi yang segar di wajahnya, terasa sangat jarang di tengah kota Jakarta yang penuh polusi. Langit pagi yang biru terang membuka hatinya, membuatnya merasa seperti dunia terbuka luas untuk dijelajahi.


Raka terus berjalan di jalanan Jakarta yang sunyi, menikmati keindahan udara pagi yang jarang ditemukan di kota metropolitan. Ia merasa bahagia bisa menghirup udara segar ini, hingga ia tidak sadar jika kaki-kakinya telah membawanya sampai di depan warnet langganannya. Dengan cepat, ia membuka selulernya dan mengetik pesan kepada Vhionitha, "Aku sudah warnet, kira-kira 10 menit lagi aku online ya."


Raka tersentak saat menerima pesan dari Vhionitha yang mempertanyakan karakter apa yang akan digunakan. Dengan cepat, ia membalas pesan Vhionitha dan menyebutkan character yang akan ia gunakan. "Aku akan memakai character baru , Nanti ketempat seperti biasa saja ," tulis Raka dengan tegas. Ia berharap pertarungan kali ini akan berjalan lancar dan ia bisa meraih kemenangan.


Vhionitha mensetujui apa yang dia tentukan dan akan segera online . Dia juga segera memasuki dunia game dan bertemu dengan vhionittha


Raka menjawab dengan senyum di wajahnya, "Aku diundang oleh ketua guildmu, Vhionitha. Sepertinya kita satu guild ya."


endengar jawaban Raka, Vhionitha terkejut sejenak sebelum akhirnya membalas, "Oh begitu, benar juga. Senang bisa bermain bersama denganmu, Raka"


Dengan hati yang berdebar-debar, Vhionitha memandangi karakter Raka dengan seksama. Mata yang tajam dan jeli dari Vhionitha segera menangkap sebuah tanda di bawah nama karakter Raka yang menarik perhatiannya. Tanpa ragu, ia meminta klarifikasi dari Raka.


"Raka, apakah benar kamu memiliki tanda itu?" tanya Vhionitha dengan nada serius.


"Ya, aku memang memiliki tanda itu. Kenapa?" jawab Raka, sedikit bingung.


"Kamu tahu sendiri, tanda itu hanya bisa didapatkan dengan memenangkan event perang antar guild!" jawab Vhionitha, kagum dan takjub pada saat yang sama.


Raka tersenyum dan mengangguk, "Ya, aku bersama dengan guild-ku yang lama telah berhasil memenangkan event itu beberapa waktu yang lalu."


Mendengar jawaban itu, Vhionitha merasa semakin yakin bahwa Raka adalah pemain mage yang terkenal lincah dan mempunyai demage yang besar


Hari itu, akhirnya Raka dan Vhionitha memulai farming bersama. Mereka berkeliling di dalam dunia game, menyerang monster-monster yang ada di sekitar mereka. Raka menggunakan skill-skillnya dengan baik dan Vhionitha mengatur formasi untuk memaksimalkan serangan mereka. Semua terasa begitu mudah dan menyenangkan saat mereka bersama-sama .


[Di sebuah game online]


Seseorang: "Permisi, maaf mengganggu. Char ini masih owner yang lama atau owner yang baru?"


Raka: [membaca pesan dan berpikir sejenak] "Ini char owner baru . aku membelinya dengan cukup mahal"


Seseorang: "Oh, begitu. Sudah lama jadi pemiliknya?"


Raka: "Iya, sudah satu minggu lamanya."


Seseorang: "Menarik. Tapi, saya baru dapat kabar kalau char ini sudah dijual. Benar?"


Raka: [tersentak dan terkejut] "Eh, apa? Tidak, char ini sudah menjadi milikku. dan tidak di jual lagi "

__ADS_1


Seseorang: "Oh, maaf kalau salah dengar. Terima kasih atas jawabannya."


Raka: [merasa lega] "Tidak apa-apa. Ada yang bisa saya bantu?"


Seseorang: "Tidak ada. Hanya ingin tahu saja. Terima kasih."


Raka: "Baiklah. Semoga beruntung."


Raka: "Kyaaa! Apa yang terjadi tadi?! Aku kaget!"


Vhionitha: "Ada apa, Raka? Kenapa kaget begitu?"


Raka: "Ada seseorang yang tiba-tiba mengirim pesan pribadi ke aku dan bertanya tentang Char yang aku pakai. Dia ingin tahu apakah Char ini masih owner yang lama atau owner yang baru."


Vhionitha: "Oh, begitu. Dan apa yang kamu jawab?"


Raka: "Aku bilang Char ini sudah dijual. Tapi sebenarnya, aku masih pemiliknya. Aku tidak tahu kenapa dia tiba-tiba tanya seperti itu."


Vhionitha: "Hmmm, mungkin dia mencurigai kamu. Lebih baik hati-hati, Raka. Jangan sampai masalah ini membuat kamu terkena drama yang sangat besar sehingga dikeluarkan dari guild ."


Raka: "Aku akan berhati-hati. Terima kasih sudah mengingatkan, Vhionitha."


Tak terasa waktu pun berlalu, Raka melihat bahwa jam sudah menujukan waktu 1 siang. Mereka pun memutuskan untuk beristirahat sejenak di dalam game tersebut.


Raka: "Ah, maaf Vhionitha. Aku minta izin untuk melakukan break istirahat makan."


Vhionitha: "Baik Raka kita akan sejenak , tetapi aku minta tolong kau harus ikut event peperangan prioder ini kan? Aku butuh bantuanmu. karena guild kekurangan anggota "


Raka: terdiam sejenak


Raka memandang kosong ke depan, memikirkan permintaan Vhionitha untuk bergabung dalam event perang prioritas. Dia terdiam sejenak, merenungkan apakah dia sanggup atau tidak. Setelah beberapa saat, Raka mengangkat kepalanya dan menatap Vhionitha dengan tatapan yang penuh perjuangan.


"Maaf, Vhionitha," ujar Raka . "Aku tidak yakin aku bisa bergabung dalam event tersebut. Aku perlu fokus untuk urusan pribadiku." karena dia pasti akan bertemu ketua guild nya yang terdahulu .


Raka: "Sudah sore ya, sepertinya aku harus pulang."


Vhionitha: "Ah, sayang sekali waktu kita bersama sudah habis."


Raka: "Iya, terima kasih sudah mengajakku farming tadi. Apakah kalian akan lanjut farming?"


Vhionitha: "Kami masih akan lanjut sebentar. Kamu jangan terburu-buru, nanti kalau ada waktu luang lagi main lagi ya."


Raka: "Oke, terima kasih. Sampai jumpa lain waktu."


Vhionitha: "Sampai jumpa."


Raka pun mengucapkan salam dan keluar dari game dengan perasaan senang setelah bermain bersama Vhionitha dan teman-temannya.


Dengan langkah tergesa-gesa, Raka meninggalkan warnet yang tidak jauh dari rumahnya. Hatinya terasa berat, karena ia merasa belum puas dengan bermain game bersama teman barunya, Vhionitha. Namun, ia tak bisa terus menunda waktu. Besok, ia harus kembali ke rutinitas sekolah.


Di rumah, Raka bergegas menyiapkan buku-bukunya dan menata meja belajarnya. Namun, pikirannya masih terbayang-bayang ajakan Vhionitha untuk bergabung dalam event perang antar guild di game mereka. Ia merasa ragu-ragu, apakah akan mengikuti ajakan itu atau tidak.


"Tapi, aku belum siap untuk itu," gumam Raka dalam hati. "Mungkin nanti saja aku ikut."


Setelah selesai menata meja belajarnya, Raka meraih sebuah buku dari rak dan membukanya. Namun, pikirannya masih melayang-layang ke game yang sedang dimainkannya tadi siang. Ia tak bisa membendung rasa penasaran dan ingin tahu tentang dunia game yang semakin luas dan menggiurkan.


"Besok aku akan bicara dengan Vhionitha," kata Raka dalam hati. "Aku akan memikirkan baik-baik untuk mengikuti event itu atau tidak.".


Raka membuka pesan dari Maya dengan perasaan campur aduk. "Apa kabar, Raka? Sudah sembuh sepenuhnya?" tulis Maya dengan emoji senyum.


Raka merasa gugup dan berdebar-debar, tapi dia mencoba menenangkan diri dan membalas pesan tersebut dengan tenang, "Iya, sudah sembuh, Maya. Terima kasih sudah mengirimkan buah-buahan segar dan obat-obatan yang bermanfaat."


Maya balas dengan cepat, "Saya senang mendengarnya. Besok kelas sudah dimulai, semoga semuanya berjalan lancar ya!"


Kemudian, Raka memejamkan mata dan mendesah panjang. Hari sudah semakin sore, dan ia harus segera bersiap-siap untuk makan malam. Ia berjalan ke arah dapur sambil terus memikirkan rencananya untuk besok


Setelah menyelesaikan makan malam, Raka memohon ijin kepada orang tuanya untuk beristirahat lebih awal karena merasa lelah. Dengan lesu, ia melangkahkan kakinya ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia menutup mata dan merenung sejenak tentang hari yang telah ia lewati.

__ADS_1


Ia lalu menaruh handphone-nya di sampingnya, menunggu tidur menjemputnya.


__ADS_2