Menemukan Cahaya Di Dunia Yang Gelap

Menemukan Cahaya Di Dunia Yang Gelap
BAB 3 : Warna-Warni Malam di Warnet , Jalan berasama untuk pertama kalinya


__ADS_3

Saat aku masih asyik berbincang-bincang dengan wanita itu di cafe, aku merasa sangat bahagia. Ada kehangatan dalam hatiku yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Kami terus berbicara tentang berbagai hal, dari yang ringan hingga yang serius. Saking asyiknya, kami bahkan tidak menyadari waktu berjalan begitu cepat.


Kami kembali mengobrol, dan aku merasa semakin nyaman dengannya. maya adalah orang yang sangat menyenangkan untuk diajak berbicara. Dia juga pandai menyimak dan memberikan pendapat yang baik.


"Raka, jangan terus bersembunyi di balik game itu. Dunia nyata ini lebih menarik daripada dunia maya," ujarnya dengan tegas.


Aku terdiam sejenak, dan merenungkan kata-katanya. Ia benar, aku selama ini terlalu fokus pada dunia game dan tidak menghiraukan kehidupan sebenarnya di sekitarku.


"Kamu benar, maya . Aku akan mencoba lebih menghargai kehidupan nyataku," jawabku tetapi aku masih berbohong kepadanya tentang jawaban ini , karena posisi ku saat ini sering di bully oleh teman teman di sekolah .


btw perkenalkan dulu nama ku Raka aku seorang anak berusia 9 tahun yang memiliki sifat yang agak berbeda dari anak-anak seusianya.  Aku sangat menyukai hal hal baru , lalu aku sangat tertarik pada teknologi dan memiliki kemampuan untuk , memahami teknologi dengan mudah, bahkan lebih baik dari beberapa orang dewasa. Raka juga sangat tenang dan penuh pemikiran, namun sifat gampang di ajak ini yang membuatku masuk kedalam lubang gelap yang akan datang


Tak terasa langit sore pun memudar perlahat , Maya izin pamit kepadaku untuk pulang , tentu saja dia adalah perempuan pasti orangtua nya menghawatirkan . akhirya kita memutuskan untuk berpisah hari ini dan membuat janji besok untuk berenang .

__ADS_1


Aku pun memutuskan untuk mencari warnet untuk tempat tidur. Meski rasanya kurang nyaman, setidaknya ini akan menjadi tempat beristirahat yang cukup untukku. karena aku tidak bisa memesan penginapan karena terhalang oleh umur .


Besok, kita akan pergi ke kebun binatang. Aku sudah tidak sabar untuk melihat berbagai macam binatang dari seluruh penjuru dunia. Tidak banyak kesempatan yang aku miliki untuk pergi ke tempat seperti itu. Jadi, aku ingin memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.


Meski usiaku baru 9 tahun, tetapi sifatku seringkali berbeda dari anak-anak seusiaku. Aku lebih suka menghabiskan waktu dengan membaca buku dan bermain game online daripada bermain-main di luar. Namun, aku tahu bahwa pergi ke kebun binatang adalah pengalaman yang tidak boleh aku lewatkan.


Saat aku sampai di warnet, aku memilih untuk tidur di sudut yang paling tenang dan sepi. tentu saja saya membayar sewa komputer untuk beristirahat dengan posisi komputer ku nyala dengan game yang terdiam memancing  Aku mencoba menutup mata dan membiarkan diriku terlelap dalam tidur yang lelap. Besok akan menjadi hari yang menyenangkan, dan aku ingin benar-benar menikmatinya.


Tiba-tiba, suara-suara bising dari luar terdengar semakin keras dan semakin dekat. Aku membuka mataku dan melihat bahwa para pemuda yang terlalu lama bermain game di warnet itu sedang berteriak-teriak satu sama lain. Aku merasa jengkel, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya, aku memutuskan untuk menutup mata lagi dan mencoba untuk mengabaikan semua suara tersebut.


"Apa kau tidak keberatan jika aku duduk di sini?" tanyanya sambil tersenyum manis.


Aku menggelengkan kepala dan mempersilakan dia untuk duduk. Kami berbincang-bincang sejenak, dan aku merasa senang karena bisa berbicara dengan seseorang yang begitu ramah. Dia memperkenalkan dirinya sebagai Nadia, dan aku memberitahunya bahwa namaku Raka.

__ADS_1


Dalam waktu singkat, Pitha dan aku menjadi akrab satu sama lain. Kami berbicara tentang berbagai macam hal, dan aku merasa seperti dia bisa mengerti aku dengan lebih baik daripada orang-orang lain di sekitarku. Meski aku masih merasa sedikit canggung dan tidak nyaman di warnet ini, kehadiran Pitha membuat semuanya terasa lebih baik.


Meskipun tempatnya sempit dan berisik karena suara fan dan server yang terus menyala, aku tetap bersyukur bisa menemukan tempat untuk tidur. ku lihat Pitha sedang asik bermain game dance yang lagi booming saat itu , aku tidak memperdulikan nya karena aku ngantuk jadi aku harus mendapatkan istirahat yang cukup untuk melakukan kegiatan besok hari


Belum lama aku mencoba menutup mata , tiba tiba suara messenger ku berbunyi Maya sudah sampai di rumahnya dan memberi kabar lewat pesan singkat bahwa dia sudah tiba dengan selamat.


Waktu terus berjalan dan tidak terasa sudah mendekati tengah malam. Saya pun mulai merasa mengantuk dan memutuskan untuk tidur di bangku warnet yang sudah aku sewa untuk berisitrahat . Karena besok pagi kami berencana pergi ke kebun binatang, jadi saya harus segera beristirahat agar bisa menikmati jalan berdua kami  berjalan dengan baik.


Saat itu, saya tidak bisa membayangkan betapa banyak peristiwa yang akan terjadi selama perjalanan kami. Kebun binatang ternyata bukanlah satu-satunya tempat yang kami kunjungi selama perjalanan itu. Kami mengunjungi berbagai tempat yang menarik, bertemu dengan orang-orang baru, dan merasakan pengalaman yang tak terlupakan.


Perjalan berdua kami membuat saya semakin yakin bahwa aku telah akin dekat dengan Maya. Kami saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik, dan saya mulai merasakan kebahagiaan yang sebelumnya sulit saya temukan. Semua berkat Maya dan pelarian yang buruk terasa senang kami habiskan bersama.


sudah 4 hari lamanya di bandung Kami memutskan berpisah dengan beralasan papah ku sudah harus kembali ke ibu kota , namun kenapa perasaan sedih, saya tahu bahwa kita akan bertemu lagi di lain waktu. tetapi kenapa saya merasa kalo ini adalah akhir ketemuan ku dengan maya ? apa mungkin ini hanya perasaan ku saja ?

__ADS_1


jika iya mungkin itu menjadi kenangan yang indah dalam hidup saya. Saya selalu merindukan momen-momen tersebut, dan berterima kasih kepada Maya atas segala hal yang telah dia berikan dalam hidup saya.


hari ini malam pun jauh lebih cepat entah kenapa dan saya tidak di izinkan pulang dari bandung karena saya terlambat untuk datang ke terminal  . Saya merasa kesepian dan bosan di warnet yang sepi karena hari ini hari bisa bukan hari libur ,jadi suasana net sngat sepi . Sambil menunggu waktu untuk tidur, saya membuka forum jual beli untuk mencob menawarkan item yang sudah tidak di pakai olh ku dan membuka game online yang sudah terpasang di dalamnya. Meskipun saya tahu itu tidak boleh, tetapi rasa kesepian dan bosan membuat saya tak kuasa untuk menahan godaan untuk bermain.


__ADS_2