Mengapa Aku...?

Mengapa Aku...?
Bab 21


__ADS_3

Kamar Kayla


Rendra "apa Fan gue ga salah denger kan..."


Arfan "engga Dra... gue emang bapa dari anak yang Kayla kandung"


Rendra dan Arsy syok berat


Rendra "bener itu Kay,bener yang dibilang Arfan"


Kayla hanya menangis dan menganggukkan kepalanya


Rendra emosi dan langsung memukul Arfan berkali-kali


Rendra "jadi eloh yang udah perkosa Kayla" ucap Rendra sambil memukul Arfan,Arfan tidak membalas dan hanya menerima pukulan Rendra


Arsy mencoba menahan Rendra,sedangkan Kayla hanya diam menangis


Arsy "yang...udah yang...tar si Arfan mati"


akhirnya Rendra melepas Arfan yang sudah babak belur


Arfan langsung bersimpuh di kaki Rendra


Arfan "maafin gue Dra...maafin gue"


Diruang tamu rumah Arfan

__ADS_1


Arsy memeluk Kayla dan mencoba menenangkannya


Rendra mulai tenang,Arfan hanya bisa diam


Rendra "Kay...kenapa,kamu ga bilang kalo si bajingan itu yang udah perkosa loh Kay..?"


Arfan yang ditunjuk-tunjuk sama Rendra hanya bisa diam


Rendra "luh kan udah tau Kayla hamil,kenapa luh ga tanggung jawab breng**k"


Arfan "gue akan bertanggung jawab pada Kayla dan anak yang ada di perut Kayla,makanya gue mau Kayla tetap tinggal disini,dan gue bakal nanggung semua kebutuhan Kayla,tapi..." ucapan Arfan terpotong


Rendra "tapi apa...?"


Arfan tertunduk "gue belum bisa nikahin Kayla"


Rendra langsung berdiri dan emosi "maksud loh apa..."


Rendra mengusap wajahnya karena kesal,lalu dia tarik nafas panjang


Arfan "gue mohon Dra...izinin Kayla tinggal disini,gue ga bakalan ngelakuin macem-macem,izinin gue bertanggung jawab,dan gue bakal nikahin Kayla begitu kontrak kerja gue berakhir"


Rendra "gue tetep bakal bawa Kayla dari sini"


Kayla " sebaiknya gue tinggal disini Dra"


ucapan Kayla membuat semua orang terkejut

__ADS_1


Arsy "kamu yakin Kay..."


Rendra "tapi Kay..."


Kayla "gue rasa,lebih baik dia yang menanggung hidup gue sama anak ini,karena dia bapa dari anak ini" ucap Kayla sambil memegang perutnya


Rendra "tapi ga baik buat kalian yang bukan muhrimnya tinggal satu rumah"


Arfan "gue janji Dra,gue ga bakal nyentuh Kayla"


Kayla "gue juga akan kembali kerja Dra,gue rasa gue udah kuat,jadi gue bakal sering berada diluar rumah"


Arsy "kay...mending loh pikirin lagi deh keputusan loh"


Kayla "engga sy...kalo gue sama kalian,gue bakal nyusahin kalian terus"


Arsy "tapi kita iklas Kay..."


Kayla "gue tau,kalian iklas....tapi gue ga mau ngerepotin kalian lagi


Rendra " baiklah kalo memang itu udah jadi keputusan kamu Kay,dan eluh Fan gue pegang kata-kata luh,awas aja kalau luh berani macem-macem sama Kayla"


Arfan "gue janji Dra,dan kalian juga bebas datang kerumah ini kapan pun kalian mau,bahkan kalau kalian mau menginap disini juga ga apa-apa,atau malah mau ikut tinggal disini juga boleh,jadi kalian bisa mengawasi aku"


Rendra dan Arsy hanya diam mendengar ucapan Arfan


Arfan masuk ke kamarnya

__ADS_1


Arfan menelpon manajer nya,meminta manajernya membatalkan semua jadwal nya sementara waktu,karena tidak mungkin dia bekerja dengan wajah babak belur...


Bersambung...


__ADS_2