
setelah perjalanan yang di tempuh Sifa dan indah akhirnya mereka sampai di kota Jakarta kota yang akan menjadi tempat untuk melupakan masa lalu dan memulai semua dari awal
indah dan Sifa turun dari bis yang membawa mereka, mereka duduk di tempat di dekat penjual minuman setelah beberapa menit mereka menunggu akhirnya sebuah mobil berhenti di dekat mereka melihat orang yang keluar dari mobil indah menghampiri pemilik mobil yang berhenti di depannya itu
indah kamu yang sabar ya kamu harus kuat saya akan selalu mendukungmu dan akan selalu ada disaat seperti ini ucap wanita yang keluar dari mobil dia adalah Elis yang tak lain sahabat indah dulu waktu kuliah disaat mereka berpelukan seorang laki-laki menghampiri kedua nya Erik Aditya Pratama
kamu yang kuat indah jangan khawatir kita akan menjaga kalian, dia pasti Sifa kan tunjuk Erik pada anak remaja yang sedang memperhatikan mereka
iya lihat keadaan dia sekarang anak yang ceria dan aktif sekarang tidak punya jalan hidup dengan tatapan kosong air mata indah pun menetes melihat putri kesayangannya
Erik mencoba mendekati Sifa untuk menyapanya tapi Sifa hanya diam dan tidak berbicara dengannya indah melihat itu langsung menghampiri mereka dan memperkenalkan Erik namun Sifa tak bergeming Sifa hanya menyambut uluran tangan Elis padanya Erik mengerti dengan keadaan Sifa sekarang
ya sudah ayo kita pulang kalian pasti capek dan harus istirahat Bu Elis membawa Sifa masuk ke mobilnya sedang kan Erik membawa barang-barang mereka di sepanjang perjalanan Sifa hanya diam melihat kejalanan dengan tatapan kosong
beberapa menit mereka sampai di halaman rumah yang megah dan mewah Bu Elis memgajak ngobrol Bu indah sepanjang perjalanan Elis tahu Bu indah sangat butuh teman untuk membagi penderitaan nya
setelah sampai Erik dan elis membawa mereka menujuh kekamar yang telah di sediakan
__ADS_1
kalian istirahat dulu kalian pasti capek kan, Sifa sayang ayo kamu harus bangkit kamu pasti bisa melewati ini semua disini ada om dan Tante jangan pernah menganggap kamu sendiri Elis pun memeluk Sifa dengan erat seperti menguatkan Sifa untuk memulai hidup baru dan melupakan semua
terima kasih elis Erik sudah menerima kita saya tidak tahu kalau tidak ada kalian disini saya harap saya tidak merepotkan kalian indah langsung memeluk Elis dengan erat indah dan Sifa pun istirahat perjalanan membuat mereka lelah dan terlelap untuk melupakan semua rasa sakit dan memulai hidup yang baru bersama keluarga Pratama
malam pun tiba Elis dan indah sedang memasak makan malam setelah beberapa beberapa jam akhirnya menu sudah terhidang di meja makan semua keluarga sudah siap di meja makan termasuk Sifa
Marsha adek kamu kemana kok belum datang tanya Bu Elis pada anak sulung yang tengah menyantap makanan
hemmm...mama kayak tidak tahu Ray ya pastinya dia masih main lah sama geng nya jawab Marsya pada sang ibu
papa selalu saja membela anak nakal itu ucap elis
tapi anak nakal ini yang selalu mama banggakan kan dan rindu kan semua mata tertuju pada saudara seorang laki-laki tampah berpostur tinggi hidup mancung dan bibir yang merah tersenyum menghampiri Elis dia mencium tangan Bu Elis dan memeluk nya
anak nakal kemana aja kamu kok baru pulang mau mama kutuk jadi udang tau rasa loh canda Bu Elis pada putra bungsu nya itu
bodoh aku dong mah kalo kalo saya sampai mempunyai otak udang gmn mama gak malu anak mama yang tampan dan keren ini bodoh
__ADS_1
dengan terus bermanja pada ibunya
udah2 dramanya kenalin itu Tante indah dan gadis cantik di sampingnya itu Sifa anaknya mulai sekarang mereka akan tinggal di rumah kita jadi mama mau kamu dan kakak kamu membantu Sifa agar ceria Ray pun menyalami indah
Bu indah menyambut dengan senang hati saat tangannya di cium oleh ray, Tante semangat saya akan membantu Tante melupakan luka yang Tante alami bisik Ray seolah mengetahui apa yang terjadi dengan indah mendengar itu indah tersenyum dan mengusap kepala Ray dan Ray mengulurkan tangan nya pada Sifa namun Sifa tak menggapainya dan hanya melihat ke arah Ray melihat tak disambut Ray hanya tersenyum dan mengelus rambut Sifa
dan Sifa tak menolak perlakuan Ray
ma...pa Ray ke kamar dulu mau mengerjakan tugas-tugas dari papa yang bikin Ray pusing ledek Ray pada sang papa pak Erik hanya tersenyum mendengar ucapan Ray
kamu makan dulu dong sayang mama masak banyak nih pinta mama Elis
maaf mah Ray tadi sudah makan bukannya yang berlebihan itu akan jadi haram ucap Ray
ya sudah pergi sana mama sedih ucap elis dengan wajah cemberut
marahi tuh papa ma masak Ray disuruh cepat pulang besok ada rapat dokumen nya belum beres Ray kan harus cepat mengerjakan file itu ma Ray sayang mama Ray pun mengecup pipi mamanya supaya tidak cemberut dan pergi meninggalkan keluarga yang tengah makan malam Marsya hanya diam saja melihat tingkah adeknya itu merekapun melanjutkan makan malam mereka
__ADS_1