MENGEJAR CALON SUAMI

MENGEJAR CALON SUAMI
INDAH SIFA MEMULAI HIDUP YANG BARU


__ADS_3

setelah perjalanan yang di tempuh Sifa dan indah akhirnya mereka sampai di kota Jakarta kota yang akan menjadi tempat untuk melupakan masa lalu dan memulai semua dari awal


indah dan Sifa turun dari bis yang membawa mereka, mereka duduk di tempat di dekat penjual minuman setelah beberapa menit mereka menunggu akhirnya sebuah mobil berhenti di dekat mereka melihat orang yang keluar dari mobil indah menghampiri pemilik mobil yang berhenti di depannya itu


indah kamu yang sabar ya kamu harus kuat saya akan selalu mendukungmu dan akan selalu ada disaat seperti ini ucap wanita yang keluar dari mobil dia adalah Elis yang tak lain sahabat indah dulu waktu kuliah disaat mereka berpelukan seorang laki-laki menghampiri kedua nya Erik Aditya Pratama


kamu yang kuat indah jangan khawatir kita akan menjaga kalian, dia pasti Sifa kan tunjuk Erik pada anak remaja yang sedang memperhatikan mereka


iya lihat keadaan dia sekarang anak yang ceria dan aktif sekarang tidak punya jalan hidup dengan tatapan kosong air mata indah pun menetes melihat putri kesayangannya


Erik mencoba mendekati Sifa untuk menyapanya tapi Sifa hanya diam dan tidak berbicara dengannya indah melihat itu langsung menghampiri mereka dan memperkenalkan Erik namun Sifa tak bergeming Sifa hanya menyambut uluran tangan Elis padanya Erik mengerti dengan keadaan Sifa sekarang


ya sudah ayo kita pulang kalian pasti capek dan harus istirahat Bu Elis membawa Sifa masuk ke mobilnya sedang kan Erik membawa barang-barang mereka di sepanjang perjalanan Sifa hanya diam melihat kejalanan dengan tatapan kosong


beberapa menit mereka sampai di halaman rumah yang megah dan mewah Bu Elis memgajak ngobrol Bu indah sepanjang perjalanan Elis tahu Bu indah sangat butuh teman untuk membagi penderitaan nya


setelah sampai Erik dan elis membawa mereka menujuh kekamar yang telah di sediakan

__ADS_1


kalian istirahat dulu kalian pasti capek kan, Sifa sayang ayo kamu harus bangkit kamu pasti bisa melewati ini semua disini ada om dan Tante jangan pernah menganggap kamu sendiri Elis pun memeluk Sifa dengan erat seperti menguatkan Sifa untuk memulai hidup baru dan melupakan semua


terima kasih elis Erik sudah menerima kita saya tidak tahu kalau tidak ada kalian disini saya harap saya tidak merepotkan kalian indah langsung memeluk Elis dengan erat indah dan Sifa pun istirahat perjalanan membuat mereka lelah dan terlelap untuk melupakan semua rasa sakit dan memulai hidup yang baru bersama keluarga Pratama


malam pun tiba Elis dan indah sedang memasak makan malam setelah beberapa beberapa jam akhirnya menu sudah terhidang di meja makan semua keluarga sudah siap di meja makan termasuk Sifa


Marsha adek kamu kemana kok belum datang tanya Bu Elis pada anak sulung yang tengah menyantap makanan


hemmm...mama kayak tidak tahu Ray ya pastinya dia masih main lah sama geng nya jawab Marsya pada sang ibu


papa selalu saja membela anak nakal itu ucap elis


tapi anak nakal ini yang selalu mama banggakan kan dan rindu kan semua mata tertuju pada saudara seorang laki-laki tampah berpostur tinggi hidup mancung dan bibir yang merah tersenyum menghampiri Elis dia mencium tangan Bu Elis dan memeluk nya


anak nakal kemana aja kamu kok baru pulang mau mama kutuk jadi udang tau rasa loh canda Bu Elis pada putra bungsu nya itu


bodoh aku dong mah kalo kalo saya sampai mempunyai otak udang gmn mama gak malu anak mama yang tampan dan keren ini bodoh

__ADS_1


dengan terus bermanja pada ibunya


udah2 dramanya kenalin itu Tante indah dan gadis cantik di sampingnya itu Sifa anaknya mulai sekarang mereka akan tinggal di rumah kita jadi mama mau kamu dan kakak kamu membantu Sifa agar ceria Ray pun menyalami indah


Bu indah menyambut dengan senang hati saat tangannya di cium oleh ray, Tante semangat saya akan membantu Tante melupakan luka yang Tante alami bisik Ray seolah mengetahui apa yang terjadi dengan indah mendengar itu indah tersenyum dan mengusap kepala Ray dan Ray mengulurkan tangan nya pada Sifa namun Sifa tak menggapainya dan hanya melihat ke arah Ray melihat tak disambut Ray hanya tersenyum dan mengelus rambut Sifa


dan Sifa tak menolak perlakuan Ray


ma...pa Ray ke kamar dulu mau mengerjakan tugas-tugas dari papa yang bikin Ray pusing ledek Ray pada sang papa pak Erik hanya tersenyum mendengar ucapan Ray


kamu makan dulu dong sayang mama masak banyak nih pinta mama Elis


maaf mah Ray tadi sudah makan bukannya yang berlebihan itu akan jadi haram ucap Ray


ya sudah pergi sana mama sedih ucap elis dengan wajah cemberut


marahi tuh papa ma masak Ray disuruh cepat pulang besok ada rapat dokumen nya belum beres Ray kan harus cepat mengerjakan file itu ma Ray sayang mama Ray pun mengecup pipi mamanya supaya tidak cemberut dan pergi meninggalkan keluarga yang tengah makan malam Marsya hanya diam saja melihat tingkah adeknya itu merekapun melanjutkan makan malam mereka

__ADS_1


__ADS_2