
sang senja telah kembali kesinggasananya jam menunjukkan 19:00 semua keluarga PRATAMA berkumpul di ruang keluarga mereka menunggu kedatangan gadis remaja yang beberapa hari sering pulang telat keluarga Pratama memaklumi sikap anak remaja itu yang tak lain adalah Sifa gadis remaja yang selalu di tunggu keceriaannya ditengah kekhawatiran mereka seorang pria datang bergabung dengan mereka
"Sifa dimana mah" tanya Ray
"Sifa lagi belajar bersama teman-teman nya ucapat Elis yang tak ingin Ray tahu kalo Sifa sering pulang malam"
"mama yakin dia belajar bersama teman-teman nya tanya ray lagi"
"Ray Tante tidak ingin berbohong apapun sama kamu Tante tahu hanya kamu yang bisa mengontrol sifa ucap indah"
"ada apa sebenarnya ini Tante tanya Ray"
"semenjak kalian bertengkar Sifa sering pulang telat kadang dia pulang malam bersama teman-teman nya"
" kenapa kalian tidak mengatakan pada saya dan kalian membiarkan Sifa begitu Ray sangat marah mengetahui Sifa yang sering pulang telat"
" ini semua gara-gara kamu Ray ucap Bu Elis yang tak terima Sifa disalahkan Bu Elis sangat menyayangi sifa seperti dia menyayangi Meisya dan Ray"
__ADS_1
"sudahlah ma Ray tidak ingin berdebat Kenyataan nya mama terlalu memanjakan sifa"
"karna kamu tidak akan mengerti sakit yang pernah Sifa lalui Ray " Ray hanya diam mama pasti tidak ingin kalah percuma berdebat dengan mamanya"
"apapun yang akan saya lakukan pada Sifa tidak ada yang boleh melarang nya semenjak sifa masuk kerumah ini dia sudah menjadi tanggung jawab saya ingat mah perjanjian yang kita sepakati jangan coba-coba mama mengingkari"
malam mulai gelap sifa yang kemalaman berjalan santai menuju kediaman keluarga PRATAMA setelah membuka pintu Sifa menuju ke ruang tamu
"assalamualaikum" ucap Sifa dengan Santai terlihat seseorang tengah menunggu kedatangan Sifa dengan tatapan tajam, melihat kedatangan Sifa Ray berdiri dan menghampiri Sifa
"apa kamu lupa ini jam berapa dengan siapa kamu pergi Ray memegang tangan Sifa"
"jangan mengira saya diam beberapa hari ini membuat kamu semena-mena dan kamu lepas dari pengawasanku seperti nya saya terlalu memanjakan mu "
"lepaskan aku tangan ku sakit ucap Sifa" mendengar keributan diruang tamu Meisya dan keluarga yang lain juga keluar menuju ruang tamu
Ray apa yang kamu lakukan lepaskan tangan mu Sifa kesakitan Ray ucap Meisya
__ADS_1
sebelum saya berangkat ke LA Sifa akan berangkat ke asrama ucap Ray dengan nada emosinya
tidak mau Ray, saya tidak mau, saya mau disini saya cuma belajar sama teman- teman Ray saya mohon ucap Sifa memohon di depan Ray
apa ini yang dimaksud belajar Ray menunjukkan video di yang dikirim kan bodyguard nya terlihat Sifa masuk ke club' bersama teman-teman nya indah yang lihat video itu terlihat kecewa tak percaya anak yang polos dan lugu bisa bermain-main ke tempat itu
mama..... Sifa bisa jelasin ini tidak seperti yang mama fikirkan mama tahu Sifa kan Sifa tidak mungkin macam-macam
indah pasti ini cuma salah paham biar kan sifa menjelaskan semuanya ucap Erik yang mencoba menenangkan keadaan Erik membantu Sifa berdiri yang dari tadi bersimpuh di depan Ray sambil menangis
sifa pergilah dulu kekamar biar om yang bicara sama mamamu dan Ray semuanya pasti akan baik-baik saja om percaya sama sifa, Meisya bawa Sifa kekamarnya ucap Erik pada putrinya
Sifa dan Meisya pun pergi kekamar sifa
sebenarnya apa yang terjadi Sifa kenapa kamu kesana tidak mungkin kamu akan ketempat itu
tanya Meisya
__ADS_1
sebenarnya saya memang kesana kak tapi saya dan teman-teman hanya ingin membantu Dian yang sedang mabuk disana dia bertengkar dengan keluarga nya kak saya dan teman-teman akhirnya memutuskan kesana saya tidak tahu kalau ada yang mengikuti saya kenapa kakak tidak bilang kalau Ray menyewa orang untuk mengikuti saya ucap sifa
maafin kakak, Ray meminta kakak untuk tidak memberitahu mu maafkan kakak sif kakak tidak menyangka semua akan seperti ini dengan penuh penyesalan Meisya memeluk Sifa yang tetap menangis.