
hari telah berganti hari semua keluarga yang sedih dengan keputusan Ray yang ingin Sifa masuk asrama dan itu membuat semua keluarga Pratama dalam kesedihan semua keluarga telah berkumpul untuk sarapan hanya Ray yang belum turun dari kamarnya
"pah apa Sifa benar-benar akan berangkat apa papa tidak bisa merubah keputusan Ray " tanya Meisya pada papanya dia tidak ingin Sifa berangkat ke asrama
"papa tidak bisa melakukan itu Meisya papa sudah ada perjanjian sama Ray dan papa tidak bisa berbuat apa-apa" ucap Erik yang tak berdaya, di tengah perbicangan itu Ray datang dan bergabung untuk sarapan
"Ray mama tidak ingin Sifa pergi ke asrama Sifa akan tetap akan ada disini " protes ibu Elis yang dari kemaren tak terima dengan keputusan Ray
" saya sudah menyelesaikan semuanya mah mama papa dan Tante tidak bisa mengubah keputusan Ray" ucap Ray dengan tegas
"apa yang kamu inginkan bukankah kamu bisa memutuskan apa yang kamu inginkan tanpa kamu harus menanyakan apa aku mau atau tidak apa kamu lupa kamu adalah alasan ku bertahan hingga hari ini aku sangat membutuhkan kamu aku tidak mau jauh dari kamu aku benci sama kamu Ray kamu egois tidak memikirkan aku" ucap Sifa yang emosi, Ray yang melihat Sifa emosi menghentikan makannya dan menghampiri Sifa yang berdiri di meja makan
__ADS_1
" tenang lah Sifa kendalikan dirimu " peluk Ray menenangkan Sifa
"kenapa kamu selalu seperti ini sikap kamu yang seperti ini membuatku nyaman Ray aku tidak bisa jauh dari kamu aku selalu merasa sesak nafas ketika mengingat kamu akan pergi meninggalkan aku " ucap Sifa mengeluarkan semua isi hatinya
"aku janji aku akan selalu menelpon mu aku tidak akan membiarkan kamu merindukan ku aku janji ucap Ray sambil mencium rambut Sifa semua mata hanya melihat kedua insan yang tidak ingin dipisahkan" terlihat Bu indah tersenyum melihat anaknya begitu disayangi oleh anak sahabat nya itu disaat tangis Sifa yang mulai baikan Ray mulai mengajak sifa keruang keluarga di ikuti keluarga yang lain
" ayo kita selesaikan masalah kita aku sangat lelah dengan ini semua yang ku lakukan itu yang terbaik untuk kamu Sifa mungkin raga kita jauh tapi kamu tidak akan kehilangan aku "
" aku sangat mencintaimu Ray aku tidak ingin berpisah aku takut tanpa kamu"ucap Sifa tanpa merasa canggung sedikit pun mengakui perasaannya semua orang terkejut mendengar pengakuan Sifa mereka tidak menyangka Sifa bisa mengatakan perasaan nya tanpa rasa malu sedikitpun berbeda dengan Ray dia hanya menganggap perasaan Sifa hanya perasaan sesaat karna selama ini Sifa sangat bergantung padanya
" aku juga sangat menyayangi kamu adekku"balas Ray
__ADS_1
" tapi aku tidak ingin menjadi adik kamu aku ingin menjadi istri kamu Ray aku akan melakukan apapun yang kamu mau aku akan menurutin perintah kamu ucap Sifa semakin membuat orang disana semakin terkejut dengan sikap sifa
" jadilah orang pintar kamu harus jadi dokter kamu tidak boleh bodoh kamu hanya boleh bodoh di depan ku" ucap Ray
" apa kamu akan menikahi ku kalau aku jadi dokter " tanya Sifa dengan wajah excited menunggu jawaban Ray
"saya tidak bisa berjanji Sifa tapi aku suka cewek yang pintar maka kamu harus jadi orang pintar" ucap Ray dengan jawaban yang ambigu
"baik aku akan belajar dengan benar sekarang" balas sifa dengan semangat
"Sifa semangat ya buat laki -laki egois ini berlutut di hadapan mu " ucap Meisya dengan kesalnya yang dipendam beberapa hari ini Sifa dan Meisya pun berpelukan saat mereka mulai berdamai dan kesalah pahaman sudah selesai mereka berbincang-bincang terutama tentang keberangkatan Ray yang tinggal beberapa hari, Ray sangat antusias menceritakan semua persiapan yang sudah di siapkan beberapa hari ini walau sebenarnya mamanya sedikit berat untuk jauh dari Ray dan dia tidak membantu Ray mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan nya itu sebagai bentuk protes dia pada sang anak namun Ray tetap pada pendiriannya entah apa tujuan sesungguhnya Ray keluar negeri Elis sudah membaca apa sebenarnya tujuan dari anaknya itu keluar negeri sebenarnya Elis ingin sang anak kelak bisa bersanding dengan Sifa yang di anggap sebagai putri nya sendiri tapi apalah daya dia sudah membuat kesepakatan dengan sang anak sebelum kedatangan indah dan sifa.
__ADS_1
MAAF YA AUTOR JARANG UP DATE NIH SOALNYA AUTOR SERING TIDAK MOOD SORRY YANG JIKA MEMBUAT KALIAN KECEWA WALAUPUN LAMA AUTOR TETAP USAHAIN BUAT SERING UP DATE THANKS YA SUDAH SUPPORT