
malam yang semakin larut mengisi kesunyian di sepanjang perjalanan Ray yang dari tadi menunggu sifa tenang akhirnya menghentikan laju mobil di jalan dan membuka pembicaraan
sif maaf kan aku yang belum memberitahu kamu tentang keberangkatan ku ke LA bulan depan saya ingin memberi tahu tapi menunggu waktu yang tepat mendengar ucapan Ray Sifa hanya menangis dan tak merespon ucapan Ray Sifa melepaskan tangan Ray yang dari tadi di genggam nya
"tolong bicara jangan membuat ku berat untuk berangkat" namun Sifa tetap diam dan memalingkan wajahnya melihat keluar jendela
"kenapa Ray mau meninggalkan aku kenapa dia harus keluar negeri aku tidak mau kehilangan dia aku takut dia akan bertemu wanita lain aku sudah berusaha membuat dia jatuh cinta pada ku tapi hingga hari ini dia hanya menganggap ku hanya seperti adik nya kenapa harus dia yang menyelamatkan ku disaat ku dalam kekecewaan apa yang harus aku lakukan tanpa ray" Sifa semakin terlarut dalam kesedihannya dia merasa tidak bisa hidup tanpa ray
Ray yang tidak dapat jawaban melajukan mobilnya menelusuri jalan yang sunyi hanya terdengar isakan tangis Sifa yang membuat dia semakin merasa bersalah beberapa menit mereka pun sampai Sifa keluar dari mobil menuju kamarnya, rumah sudah sepi semua penghuni sudah terlelap Ray hanya bisa menatap Sifa yang sudah berlari mendahului nya
pagi-pagi semua keluarga telah siap di meja makan Ray yang baru turun bergabung dengan mereka terlihat kursi Sifa masih kosong
__ADS_1
semalam kalian bertengkar tanya Bu Elis pada sang putra
Sifa sudah tahu semuanya mah tentang keberangkatan Ray ke LA bulan depan ucap Ray
kok bisa mama udah bilang tunggu moment yang tepat ucap Bu Elis yang terlihat kesal dengan anaknya itu
Sifa tahu dari Riko semalam kita berbincang-bincang dan dia membahas itu
Sifa....panggil Elis mama Ray namun saat ingin mengejar Bu indah menghentikan Bu Elis yang ingin bangkit dari duduknya
sudahlah El berikan dia waktu dia pasti merasa kesal dan kecewa biarkan dia waktu untuk sendirian ucap Indah yang tahu karakter anaknya
__ADS_1
Sifa belum bicara sama Ray dia masih marah tapi saya sudah menyuruh orang untuk mengikuti kemanapun dia pergi dan kak Meisya jangan sampai sifa tahu kalo aku menyuruh orang mengikuti dia
ini semua salah kamu Ray untuk apa kamu keluar negeri kamu juga bisa kan melanjutkan studi kamu disini kamu kesana hanya alasan kan kamu ingin mencari wanita itu kan ucap elis dengan emosi
udah lah ma jangan emosi begitu mama harus tenang Erik berusaha menenangkan istrinya
maafkan Ray ma ray tidak bisa melupakan dia mah Ray sangat mencintai dia Ray ingin tahu kenapa dia meninggal kan Ray seperti ini ucap Ray
setelah kamu tahu apa yang ingin kamu lakukan kamu akan kembali pada dia mama tidak akan setuju teriak Bu indah
Ray pergilah urus semua kebutuhanmu biar Tante yang berbicara dengan mama mu ucap indah raypun menuruti perkataan indah untuk menjauh dari mamanya
__ADS_1
setelah pertengkaran dengan mamanya ray mulai menyelesaikan semua kebutuhannya untuk berangkat ke LA Sifa masih tidak mu berbicara dengannya tapi dia sudah berbaikan dengan keluarga Ray namun Sifa berubah sikap nya dia berusaha menghindari Ray dia masih berharap akan merubah rencananya untuk ke LA