Mengejar Cinta Sang Mantan

Mengejar Cinta Sang Mantan
kondisi delisa


__ADS_3

huhuhuhuhu


"kenapa ini terjadi sama kamu nak, kuat sayang " mama sekar menagis di samping delisa yang terbaring belum sadarkan diri


delisa baru dipindahkan ke ruang rawat setelah menjalani oprasi delisa mengalami patah tulang di bagian kaki sehingga para dokter segera melakukan tindakan oprasi


beruntung miko hanya mengalami luka ringan


perjalanan jauh itu di tempuh oleh perjalanan darat karna delisa lebih menyukai perjalanan mengunakan mobil delisa mengalami trauma berat saat naik pesawat karna dia akan mabuk udara yang sangat berat dulu sewaktu delisa kuliah di jakarta bersama sang kakek ia tak pernah pulang ataupun pergi mengunakan pesawat karana trauma itu hadir saat ia pertama kali berkunjung ke rumah sang kakek saat berusia 7 tahun alhasil ia tak pernah mau jika ingin berlibur menggunakan pesawat


"jika tau kejadian ny akan seperti ini mama lebih baik melihat kamu tak sadarkan diri krena mabuk pesawat nak"


huhuhuhuhuhu


"ini sudah jalan takdir Alloh mah istighfar jangan kayak gini "


"delisa anak yang kuat percaya lah mah doakan delisa! "


mama sekar menggukan kepala kemudian ia bangkit hendak melaksanakan sholat isya


"mama tunggu dulu di sini ya ayah mau jamaah di mushola rumah sakit sambil beli makanan buat mama"


sedangkan di lain tempat seorang pria tengah mengamuk pada sang asisten luna mengabarkan pada sang bos bahwa delisa mengalami kecelakaan


"kenapa ini bisa terjadi apa ini ulah kamu hah? suara itu terdengar melengking


luna hanya menggelengkan kepala


braaakkkkk


"aku hanya menyuruh mu menggagalkan rencana delisa bertemu aden bukan mencelakakan nya luna"


"sa... saya tidak tau bos itu di luar rencana"


"cari tahu dimana delisa di rawat"perintah sang bos


" baik bos"luna berlalu dari ruangan bos nya ia memegang dada nya kuat jantung nya seakan hendak lepas dari tempatnya sang bos sungguh mengerikan jika sudah marah luna bergidik ngeri membayangkan semuanya


...----------------...


...****************...


malam ini aden merasa tidak tenang ia bergulang guling di kasurnya ke kanan dan kekiri ia sungguh sangat gelisah entah perasaan apa ini aden pun tak tau yang jelas ia sangat tersiksa ia bangun dan menyandarkan tubuhnya ia pun berniat menghubungi sang adik

__ADS_1


tuuuuut tuuuuuttt tuuuut


telpon di angkat pada pangilan ke tiga


"halo mes ibu udah tidur mas pengen ngobrol sebentar boleh?! "


"assalamu'alaikum kang pamali maen nyerocos ajah!, sebentar mesi panggilin dulu ya kang"


"hehehe waalaikum salam maaf" jawab aden nyengir di balik telpon nya


"ada apa den malam malam telpon ambu kamu sehat nak? suara lembut di seberang sana menyapa aden


" alhamdulillah sehat ambu, ambu sendiri bagaimana? sehat? "


"alhamdulillah ambu, huuuufftttt " aden menghela nafas berat


"ada apa den? " tanya ambu penuh selidik


"mbu aku kok kepikiran delis ya mbu, tadi siang pas aden lagi ngiris bahan tangan aden tiba-tiba ke iris mbu dan sampe sekarang aden belum tenang mbu padahal aden udah dzikir udah sholawat udah ngaji juga biar tambah tenang tapi aden tetep gelisah mbu kepikiran delis terus kenapa ya mbu? "


"astaghfirullah, den mungkin terjadi sesuatu sama delis nak coba kamu hubungi nomor delis "


"aden ngk punya nomer delis mbu" aden menggruk tengkuk nya yang tak gatal


"akang dua taun nikah kemana ajah ampe ngk punya nomer teh delis" suara mesi memekik


"iya mbu nanti aden coba telpon maaf udah ganggu ambu istirahat ya"


"wudhu terus sholat berdoa mudah mudah an delis ngk papa den"


"iya mbu makasih ya mbu aden agak sedikit tenang sekarang mau coba nelpon mama sekar dulu"


"hemm kamu jangan banyak fikiran ya tetap Fositiv thinking telpon nya ambu tutup dulu ya mah istrahat udah malem assalamu'alaikum"


"waalaikum salam" telpon di akhiri namun aden mengurung kan niat untuk menghubungi mama sekar ia ingin lebih tenang sebelum menelpon aden bergegas melaksanakan nasehat ambu untuk berwudhu dan solat lalu berdoa untuk delisa


mereka sudah berpisah tapi entah mengapa ada rasa khawatir di hati aden terhadap delisa aden melanjutkan berzikir terus menerus hingga perlahan ia terlelap di atas sajadah nya


...----------------...


...****************...


Keesokan paginya mama sekar masih setia menunggu delisa ia sudah berhenti menangis ia juga sudah mulai lebih baik meskipun delisa belum sadarkan diri sampai sekarang tapi menurut keterangan dokter yang memeriksa kondisi delisa sejauh ini delisa sudah membaik tinggal menunggu ia bangun dari mimpi nya

__ADS_1


sedangkan aden masih tampak ragu untuk menghubungi mama sekar ia sangat segan apalagi saat ini hubungan nya dengan delisa sudah menjadi mantan istri pastinya delisa sudah bercerita pada mama sekar menjadikan ia kurang percaya diri hanya untuk menghubungi tapi rasa gundah di hatinya tak kunjung hilang ia pun memberanikan diri untuk menghubungi mama sekar


tuuuuuuttt tuuuutt tuuuut


"halo assalamu'alaikum" ucap mam sekar di sebrang telpon


"waalaikum salam mah, maaf aden mengganggu mah"


bagai angin segar menerpa suara aden memberikan kesejukan di hati mama sekar namun tak urung melepaskan beban beratnya mama sekar malah menangis terisak


"adeennn" ucap mama sekar lirih


"ada apa mah kok mama nangis? " ia bagai bermain teka teki menerka nerka berprasangka buruk terjadi


"delisa den delisa ... "


"kenapa dengan delisa mah, mama tenang dulu ya jangan buat aden panik karna hati aden sedang tidak baik baik saja ma"


"delisa kecelakaan den dia belum sadarkan diri setelah menjalani operasi kemarin den"


huhuhuhuhu tangis mama sekar pecah


"innalillahi astagfirullah dimana sekarang delis di rawat mah aden mau menjenguk boleh kan ma? "


"boleh tentu saja boleh datang lah ke rumah sakit di semarang nanti mama sare lokasi nya"


"semarang? " aden memincingkan alis nya


"cerita nya panjang nanti mama ceritakan disini ya"


"baik lah mah aku mau siap siap dulu assalamu'alaikum"


"waalaikum salam"


telpon pun di tutup aden gegas bersiap ia memesan tiket pesawat untuk terbang ke semarang melalui situs online agar lebih cepat sampai jika ia berkendara dengan menggunakan mobil akan memakan waktu cukup lama


tubuh aden terasa lemas namun ia tahan karna ia ingin cepat bertemu delisa meskipun mereka sudah berpisah tapi tak di pungkiri bahwa hati aden masih tertaut pada delisa


mungkin inilah jawaban mengapa ia begitu risau dan gelisah


aden tak perduli jika nanti delisa memaki ataupun tidak ingin bertemu dengan nya namun saat ini ia hanya ingin menjenguk sang mantan istri


Setelah mendapat kan tiket pesawat yang kebetulan mendapat kan jam yang sesuai dengan harapannya aden langsung berangkat menuju bandara dengan perasaan yang entah lah sulit untuk menjabarkan nya

__ADS_1


......................


...****************...


__ADS_2