Mengejar Cinta Sang Mantan

Mengejar Cinta Sang Mantan
mencari


__ADS_3

setelah menangis begitu lama delisa terlelap begitu nyenyak sampai pagi menjelang ia bangun dengan kehadiran sang surya yang menyapa melalui celah gorden ia mengeliat dan menguap namun lagi lagi hati nya harus terasa hampa tak ada sapaan manis tak ada beaian sayang tak ada yang mengingat kan nya akan ibadah kepada sang Pencipta


"astaghfirullah.. .. aku kesiangan ya Alloh" delisa segera berlari menuju kamar mandi berwudhu dan melaksanakan shalat subuh


"𝗺𝗲𝘀𝗸𝗶𝗽𝘂𝗻 𝗸𝗲𝘀𝗶𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘁𝗲𝘁𝗮𝗽 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝘀𝗵𝗼𝗹𝗮𝘁 𝗸𝗮𝗿𝗻𝗮 𝗶𝘁𝘂 𝗸𝗲𝘄𝗮𝗷𝗶𝗯𝗮𝗻 𝘂𝘀𝗮𝗵𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘁𝗶𝗱𝘂𝗿𝗻𝘆𝗮 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗿𝗹𝗮𝗹𝘂 𝗹𝗮𝗿𝘂𝘁 𝗯𝗶𝗮𝗿 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝘀𝗵𝗼𝗹𝗮𝘁 𝘀𝘂𝗯𝘂𝗵 𝘁𝗲𝗽𝗮𝘁 𝘄𝗮𝗸𝘁𝘂 𝗯𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿 𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗿𝗴𝗮𝗶 𝘄𝗮𝗸𝘁𝘂 𝘀𝗵𝗮𝗹𝗮𝘁 𝗺𝘂" ucapan aden terngiang kala ia bangun kesiangan saat itu ia yang kelelahan swhabis lembur sampai menjelang dini hari


"ah rindu oh rindu, mengapa datang saat semua sudah pergi"


delisa melipat mukena nya lalu di leg akan di atas nakas ia pun keluar menuju meja makan


"non udah bangun? " tanya bi inah


"hem"


"sarapan sudah siap silahkan non"


"assalamu'alaikum.. "ucap mama sekar menghampiri sang anak kemudian mencium pucuk kepala ny denga sayang lalu duduk di samping sang anak


" mama pagi pagi sudah kesini, mama ngak capek? "


"ngk sayang ayo sarapan yang banyak biar cepat sehat hem... "


"mama belum makan ayo kita makan bareng "


mama sekar menggelengkan kepala "mama lagi puasa sayang makan lah"


"Oh maaf aku tidak tau"


delisa pun sarapan di temani oleh mama sekar meski mama sekar tidak makan ia tetap menemani sang anak


"setelah sarapan delis maw bicara sama mama ya"


"iya kita bicara dari hati ke hati"


mama sekar tau saat ini anak nya sedang rapuh ia butuh semangat dan dukungan ia butuh saran dalam setiap langkah yang ia ambil mama sekar tau bahwa sang anak mulai menyadari ia mencintai sang suami eh ralat mantan mungkin ah andai boleh jujur ia ingin sang anak rujuk ya meski aden hanya seorang menantu tapi mama sekar sangat menyayangi nya ia sangat tau jika aden laki laki yang baik


disini lah mereka sekarang di ruangan keluarga delisa memeluk sang ibu dari samping menyandarkan kepala nya pada pundak sang mama, mama sekar mengusap punggung sang anak mencoba memberikan kekuatan


"ma... "


"hem apa sayang..? "


"apa ini cinta? "


"kenapa saat aku menuduh nya , aku merasa sakit yang bersamaan , aku belum pernah merasakan ini sebelumnya sungguh aku sangat tersiksa ma andai aku tak emosi mungkin aku bisa menyadari betapa aku ternyata telah mencintai suami ku sendiri ma tapi semua sudah terlambat"


"semua pasti ada hikmah nya sayang, mungkin kejadian ini bisa menyadarkan kamu bahwa kamu sangat mencintai aden"


"aku sudah menjadi janda ma, aku menyesal aku kira aden ngak akan mentalak aku tapi aku salah mungkin aden sudah lelah bersama ku yang egois ini ya ma"


"sssstttt... jangan menyesali apa yang sudah terjadi perbaiki semua "

__ADS_1


"tapi apakah bisa ma? "


"ngk ada yang ngk bisa, aden itu orang yang baik dia juga mencintai kamu sangat dalam kejarlah dia buktikan pada nya kalo kamu benar-benar mencintai nya, jika ada kesempatan ke dua jangan pernah sia siakan dia dia itu berharga"


"tapi kan aku perempuan mah masa ngejar ngejar cowok,? " ucap delisa mengerucutkan bibirnya


"turun kan ego mu, saat dia bersama mu apa kamu pernah menoleh, tidak kan? jadi ini karna mu


" jawab mama sekar tertawa


"isss mama kok malah bercanda aku lagi sedih"delisa mensedekapakan tangan nya dj depan


" hahahahahah"


"mamm aku serious.. "


"iya mama serius... anak mama yang sedingin ek kutub utara ternyata bisa jatuh cinta oohh ya ampuun mama hampir ngk percaya"


"jadi aku harus gimana mama ku sayang "


"ya ngejar aden lah"


"malu mam"


"mau nurutin malu apa tunggu di embat orang? kamu tau aden itu limited edition"


delisa memincingkan mata nya


"mama maen rahasia rahasia an sama aku? "


"perjuangan mu tak akan mudah kejar cinta sejati mu sebelum terlambat, " mam sekar menepuk pundak sang anak


"oh iya mama lupa mau anter makan siang buat papah mu mama pulang dulu ya, nanti mama kesini lagi ok" ucap mama swkar sembari beranjak pergi


"byyy semoga saran mama di Terima assalamu'alaikum " mama sekar pun pergi meninggalkan kan sang anak


huuuuffftttttt delisa menghentikan nafas nya panjang ia sudah menyusun rencana untuk kembali pada aden "semoga ia memaafkan ku"lirih delisa seesya berlalu memamasuki kamar nya


...----------------...


...****************...


"sudah sampai non " suara mang ujang sang supir mengagetkan nya delisa pun menganguk dan turun dari mobil yah delisa saat ini berada di rumah aden meskipun jauh dan fisik nya masih lemah ia memaksa ingin bertemu aden berharap ia memaafkan nya syukur syukur mau rujuk kan eh


tok tok tok


"assalamu'alaikum" delisa mengetuk daun pintu nya meski pun ia ragu tapi rasa cinta nya membawa ke sini untuk memperbaiki semua


"waalaikumsalam, sebentar.. " sahut ambu tergopoh gopoh berlari dari dapur menuju pintu depan


cek lek

__ADS_1


untuk sepersekian detik ambu diam mematung melihat sang menantu di depan rumah yah meski aden sudah bercerita bahwa mereka telah berpisah namun ambu tetap menganggap delisa menantu nya


"ehemm ambu" sapa delisa mencium tangan sang ambu hikmah"ambu sehat? "sambung nya


ambu tersadar dari lamunan nya


" masya Alloh mantu ambu.. ayo masuk... ambu sehat ayou duduk dulu ambu buatin teh dulu ya kamu pasti cape perjalan jauh kan?! "jwab ambu menuntun delisa duduk


hati delisa menghangat mendengar suara ambu begitu ia menyadari hidup nya begitu sempurna tapi ia telat menyadari semua


ambu berlalu menuju dapur membuat kan teh hangat untuk delisa


" minum dulu biar anget badan nya "ucap ambu menyodorkan teh hangat yang masih mengepul


" Terima kasih ambu maaf merepotkan... "


"ambu malah senang kamu main ke sini "


"ambuuu maaf"lirih delisa


ambu hanya diam


" delis pengen ketemu aden boleh? "


ambu terdengar menghela nafas nya


delisa terlihat celingukan mencari seseorang


"semua hanya salah paham delis pengen memperbaiki semua nya bu"


"ambu paham, tapi sekarang kalian sudah bukan muhrim nya nak "


"aden nya ada kan bu? "


"aden.. euunng..... aden udah pergi nak"


"kemana bu? delis cuma mau memperbaiki semua nya bu delis tau delis salah jadi delis pengen minta maaf"


"sayang nya ambu ngk tau aden kemana. ambu percaya aden akan baik baik saja dan akan kembali saat luka nya sembuh jadi ambu ngk bertanya aden mw pergi kemana nak"


"sepertinya dosa delis udah ngk bisa di toleran ya bu sampe aden pergi"


"nak ambu paham tapi jika memang kalian masih berjodoh aden pasti tetap akan kembali semua orang punya kesalahan dan punya kesempatan


"mungkin ini cara Alloh untuk kalian bisa memperbaiki diri , jangan putus asa ambu dukung apapun keputusan kalian tapi saat ini biarkan semua berjalan sesuai takdir Alloh "


delisa terisak "delis pengen nyari aden tapi kemana? "


"jangan mencari nya nak aden pasti datang jika sudah waktunya bukan ambu melarang tapi untuk saat ini biarkan aden tenang ya nak, pulang lah perbaiki diri jika memang aden jodoh mu ia tak kan kemana mana ia tetap akan datang pada mu"


delis menganguk lalu berpamitan pada wanita tua itu ia sadar saat ini ia pun harus menjadi pantas untuk aden meski begitu ia tetap akan mencari aden untuk mendapatkan maaf nya

__ADS_1


__ADS_2