
senyuman terus tersungging dari bibir delisa hatinya seolah sedang di hinggapi ribuan kupu kupu bagai penuh bunga nan berwarna ia berencana untuk pulng ke rumah sang mama untuk menceritakan banyak hal juga untuk mengatakan rencananya bertemu aden
jalan siang menjelang sore ini sedang lengang sehingga ia tak perlu bercape ria di jalan tiba di rumah orang tua nya ia memasuki halaman yang luas sudah sangat lama ia tak berkunjung ke rumah orang tua nya ini semenjak ia memutuskan menempati rumah sendiri setelah menikah dengan aden alasan nya karena jarak dengan kantor lebih dekat dari rumah nya.
delisa memarkirkan mobil nya di halaman rumah mewah itu ia pun turun melewati berbagai taman mini yang indah di hiasi berbagai jenis bunga
tok tok tok
"assalamu'alaikum ma.. mama ini delisa "
cek lek
"waalaikum salam.. masya Alloh anak mama dateng kok ngk ngabarin mama kalo mw kesini,? tumbenen banget!! "
delisa hanya nyengir saja sambil melenggang masuk diikuti oleh mama sekar mereka pun duduk di sofa ruang tamu
"aku kesini mau bilang kalo aku mau nemuin aden ma"
"emang udah ketemu?, aden nya dimana?
delisa mengedikkan bahu nya
" besok aku dan miko berencana menemukan nya , aku juga ngk tanya tanya saat ini dia ada di mana yang jelas aku udah ngk sabar ketemu aden mah"
mama sekar menghela napas nya berat
"kalo itu yang terbaik untuk kamu mama sih dukung ajah lagian aden itu memang patut di perjuangkan, meskipun kamu udah terlambat tapi apa boleh buat mending usaha dulu kan dari pada tidak sama sekali"
delisa mengangguk kan kepala
"doakan aku ya mah supaya rencana ini berjalan dengan baik semoga ajah aden mau memaafkan aku"
"doa mama itu selalu uang terbaik untuk kamu sayang"
mereka pun larut dalam perbincangan hangat antar ibu dan anak mereka berbicara dari A Sampai Z
tak terasa waktu sudah menjelang magrib delisa pun pamit pada sang ibu untuk pulang karna ia harus bersiap siap untuk keberangkatan nya besok bersama miko menemui aden
......................
...****************...
"Sepertinya mereka akan kembali bertemu bos, aku dapat informasi bahwa delisa akan di bawa bertemu dengan aden"
"gagalkan rencana itu , apapun caranya delisa hanya milik ku dan aku tak akan membiarkan mereka kembali bertemu "
__ADS_1
"si bos bilang milik ku... ck di pepet ajh kaga pernah"
"itu urusan ku, kerjaan mu hanya memisahkan delisa dan aden paham kamu! sekarang keluar!!! "
wanita itu pun pergi meninggalkan bosnya
"aahhh sial seperti nya aku harus gerak cepat"
braaaakkk
suara meja di banting dengan keras
"obsesi orang gil*, untung ada duit nya" desis sang wanita
sedangkan di lain tempat delisa sedang membereskan keperluan nya ia mem packing bajunya dengan riang gembira namun ia teringat pada sang asisten yang belum membicarakan kemana sebenarnya mereka akan berangkat menemui aden ia pun gegas menelpon miko sang asisten
"halo bos ada apa?? apa kou sudah tak sabar ketemu pujaan hati.. heh sekarang ajah pujaan hati kemaren kemaren kemana bos quuee"" cibir miko
"kou bisa diam miko" tekan delisa
"hem hem hem lalu mau apa malam malam mengganggu oh "
"kemana tujuan kita aku mau packing "
miko memutar bola mata nya malas
"bukan hanya syok jantung aku sudah berdebar dari sekarang" jawab delisa memegang dadanya
"bukan itu maksud ku bos! "
"haaaiisss sudah lah aku mau packing dulu lalu istirahat perjalanan kita cukup jauh dari Surabaya ke Jakarta semoga malam mu menyenangkan kan babayyy miko"
tut
belum selesai miko menjawab telepon sudah di matikan oleh delisa
"ini ni karena punya bos semena mena ngk pernah dengerin dulu asisten ngomel mentang mentang bos" dumel miko
......................
...****************...
"Hai bi" sapa delisa duduk di kursi meja makan pagi ini ia sudah sangat semangat dengan senyuman kecerian tampak jelas di wajah nya
"halo non seneng banget hari ini di tambah penampilan non cantik banget wah ada apa ini ? " tanya bi inah penuh selidik
__ADS_1
"aku mau ketemu aden bik, bibi doakan delisa ya"
"semoga semua masalah kalian cepat selesai ya non bibu berharap kalian bisa bersama seperti dulu lagi"
"ammmiin bi makasih doanya ya"
delisa pun sarapan dengan segelas susu dan roti selai kemudian ia beranjak menunggu miko menjemput nya
setelah miko datang mereka pun berangkat
"hati hati di jalan non" ucap bi inah yang membantu memasukan koper delisa ke dalam bagasi mobil miko
delisa hanya mengangguk kan kepala
"aku berangkat ya bi assalamu'alaikum"
"waalaikum salam" kenapa hati bibi ngk enak ya??,ya Alloh semoga semua baik baik saja"mohon nya dalam hati
di perjalanan delisa tak henti henti nya tersenyum namun jauh di lubuk hatinya ia sangat gugup ia bingung apa yang akan ia bahas dengan aden jantung nya seakan berpacu lebih kencang berdetak lebih cepat ah kenapa rasanya begini
"bos jangan senyum mulu mingkem garing tu gigi" ucap miko memecahkan kesunyian
"sirik ajah loe ngk bisa liat bos seneng sewot mulu"
"sebagai asisten yang baik dan sebagai sahabat yang pro gue bilangin ye sama elu nanti jangan terlalu eksaited banget sama harapan elu ye lu mesti kuat iman kuat dinding pertahanan jangan sampe jebol tu tanggul karna belum tentu di percobaan sekarang si aden bisa langsung elu taklukin lagi ye kan"
"baco* lu "
"ah susah ngomong sama elu tu kepala elu terlalu keras buat di lunakin "
"" syalan lu, nyetir yang bener"
saat mereka sedang bercanda demi menghilangkan kantuk di perjalanan sebuah truk dengan kecepatan tinggi melaju dari arah berlawanan mengalami rem blong alhasil truk itu menyebabkan kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil yang di tumpangi delisa dan miko nahas mereka mengalami cedera yang cukup serius
seakan merasakan aden yang kala itu sedang mengris bawang bombay tan sengaja mengiris jarinya sendiri
"akkh.... sssssshhhtt.. astaghfirullah"
"ngapa bos " nisa yang kebetulan di dekat aden memburu aden "astaghfirullah hati hati bose! ""
aden cepet mencuci tangan nya yang berdarah
"ya Alloh kenapa aku tiba-tiba ingat delisa ada apa ini" aden memegang jantung nya seakan-akan ada sebuah belati yang menancap sakit perih tapi entah kanapa...
dilain tempat mama sekar yang mendapat telpon dari pihak rumah sakit segera meluncur menuju rumah sakit terdekat dari lokasi kecelakaan bersama sang suami
__ADS_1
mama sekar tak henti henti nya menagis , ia berandai-andai jika saja ia melarang rencana delisa untuk menemui aden mungkin saja kejadian nahas ini tak akan menimpa anak semata wayang nya namun lagi lagi ia tak bisa merubah takdir ia hanya berharap dan tak henti hentinya berdoa supaya sang anak selamat.