
suara ketukan terdengar nyaring di telinga delisa
tok tok tok
cek lek
criet
"Hai apa kabar " suara bariton Terdengar nyaring karna hari sudah menunjukan malam yang berarti begitu sunyi apalagi ruang rawat delisa berada di ruang VIP suara itu seakan mendominasi ruangan tersebut
"oh Hai, sudah sedikit baik ...! "
"sendiri? "
"ngak kok sama mamah, cuman mamah lagi cari makan dulu keluar"
"aden..? "
delisa mengedikkan baju ny, sedang sang pria tampak memicingkan sebelah matanya
"ada masalah? " telisik sang pria
"hem... "
"oh ayolah lisa aku sahabat mu sejak kecil kou tak ingin berbagi dengan ku? "sang pria mendudukkan badan nya di kursi dekat ranjang pasien delisa perlahan dia mengenggam tangan mungil delisa
" bahagia mu bahagia ku sedih mu sedih ku, cerita cerita pada ku karna aku akan selalu mendengar keluh kesah mu hem...! "tutur lembut sang pria
" kami bercerai"
"what? "
"hem... "
"apa karna itu kamu jatuh sakit? "
"ah aku hanya sedikit stres mungkin.,. "
"jangan pikirkan apa pun aku akan selalu ada untuk mu cepat sembuh lalu kita buka lembaran baru aku akan siap menghibur mu ok... "
...----------------...
__ADS_1
...****************...
"syukurlah kamu sudah boleh pulang"ucap sang mamah lembut sembari mengemasi barang barang delisa
" hem... "
"kenapa? " tanya sang mamah
"enggak kok mah cuma masih ahk lemes ajh"
"oh ok ayo sudah siap kita berangkat pulng ya nak! "kemudian sang mamah menggandeng tangan sang anak"kamu yakin ngk maw pulng ke rumah mamah nak? " sang ibu kembali bertanya sambil terus berjalan menuju parkiran rumah sakit
sang anak hanya menggeleng kan kepala tanda tak setuju
"Hai tante maaf telat jemput nya"suara sesorang terdengar menyapa
" oh ngk papa kok tante juga bisa sendiri di antar supir maklum. ayah nya delisa sedang ada di luar kota saat ini, ngk usah repot repot lagian kamu memang ngk ke kantor. "
"oh kebetulan aku memang sudah izin dulu tante ngk repot kok kan demi lisa " kekeh sang pria
"mari tante saya antar ya"
mereka pun kemudian naik mobil bersama ario sang sahabat delisa, tak ada percakapan sepanjang perjalanan semua nampak diam membisu tak ada yang memulai memecah kesunyian hanya terdengar deru mobil yang berjalan membelah kota nan padat
"lisa..... delisa... hello" ucap ario melambaikan tangan nya
"eh ya sori ternyata kita sudah sampai ya? " jawab delisa berusaha setenang mungkin kemudian keluar dari mobil lalu berjalan menuju rumah nya
"kamu sarapan dulu ya del, biar kamu cepet pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa abis ini istirahat" ucap sang mamah Menggandeng nya membawa ke meja makan
"yo kamu ikut sarapan yah,! "
"hem tentu tan... "
meraka pun duduk di kursi masing-masing dan menyantap makanan mereka dengan tenang
"abis sarapan kamu langsung pulang ya yo!"ucap delisa " mamah juga aku lagi pengen sendiri"
aryo menganggukan kepala nya pasrah
"ok tapi kamu baik-baik ya kalo butuh sesuatu jangan sungkan telpon aku ya"
__ADS_1
"mamah juga minta maaf memang ngak bisa nemenin kamu mamah mau nengok nenek kamu ya sayang"
delisa mengangguk lalu segera mengambil tissu untuk menghapus mulut nya ia sudah selesai sarapan lalu berdiri ingin segera pergi ke kamar dan berbaring di Sana
"aku istirahat dulu ...maaf ya aku tinggal .. ! "
delisa melangkah pelan menuju kamar nya sedangkan
aryo pun bangkit lalu pamit pergi kepada mamah sekar
"aku pamit ya tan"ucap aryo mengecup tangan mamah sekar
"ya.. hati-hati, makasih ya udah nganterin tante sama delisa.. "
"iya tante " aryo pun melangkah ke luar memasuki mobil nya lalu segera pergi meninggalkan rumah delisa
mamah sekar melangkah menuju kamar sang anak di lihat nya sang anak tengah berbaring dengan mata terpejam maaah sekar pun duduk di tepian kasur lalu mengusap lembut kepala sang anak
"mamah pulng dulu ya sayang semoga kamu baik-baik saja" ucap sang mamah lirih kemudian mengecup kening sang anak dengan sayang setelah itu ia langsung berdiri dan pergi dari rumah sang anak
...----------------...
...****************...
delisa sudah tebangun namun ia tak beranjak dari tempat tidur nya ia menatap sekeliling kamarnya dengan pandangan kosong pikiran nya menerawang membawa nya pada kehadiran seseorang
"𝗷𝗮𝗴𝗮 𝗸𝗲𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘀𝘂𝗸𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝘁 𝗺𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝗸𝗮𝗻 𝗽𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗿𝗶𝘄𝗮𝘆𝗮𝘁 𝗮𝘀𝗮𝗺 𝗹𝗮𝗺𝗯𝘂𝗻𝗴"dengan telaten aryo merawat delisa menyuapi nya dengan bubur buatan nya ia pun selalu memijit kaki delisa agar lebih rilek
air mata delisa berderai tampa bisa ia cegah
"𝘀𝗵𝗼𝗹𝗮𝘁 𝗹𝗮𝗵 𝗯𝗶𝗮𝗿 𝗵𝗮𝘁𝗶 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝘁𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴 , 𝘀𝗲𝗸𝗮𝗹𝗶 𝗸𝗮𝗹𝗶 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗵𝗮𝗿𝘂𝘀 𝗯𝗲𝗿𝗽𝘂𝗮𝘀𝗮 𝗯𝗶𝗮𝗿 𝘀𝗮𝗸𝗶𝘁 𝗱𝗶 𝗹𝗮𝗺𝗯𝘂𝗻𝗴 𝗸𝗮𝗺𝘂 𝗽𝗲𝗿𝗹𝗮𝗵𝗮𝗻 𝘀𝗲𝗺𝗯𝘂𝗵 "
ah perhatian kecil itu menggangu nya saat ini dulu ia tak pernah perduli dengan apapun yang di lakukan oleh aden bahkan ia muak bertemu aden setiap hari ia selalu merasa emosi marah dan berakhir mencaci maki aden namun aden selalua tersenyum tak pernah bawah marah sebaliknya ia selalu bertutur kata lembut
apakah saat ini delisa sedang rindu? entah lah delisa bingung dengan hati nya sendiri, kemarin ia sangat marah sangat kecewa pada aden tapi hari ini ada hati yang tak rela bahkan tak percaya akan sesuatu yang di lihat nya kemarin
ia memejamkan mata nya lagi lagi buliran bening meluncur dari kedua mata nya dada nya lagi lagi terasa sesak
bugh bugh bugh
delisa memukul dada nya kuat
__ADS_1
"apa ini rindu?, sakit sekali! " delisa terus menagis meluapkan segala sesak di dada berharap semua akan terasa ringan