
benar saja pekerjaan ku saat ini begitu menumpuk berkas berkas yang harus aku tanda tangani begitu banyak hingga menyita waktu ku belum lagi berbagai pertemuan yang harus aku hadiri ah saat ini aku menyesal menjadi anak tunggal dari seorang adi wijaya bagaimana tidak aku harus bekerja keras harus menjadi wanita tangguh aiisss lihatlah nanti jika aku sudah benar-benar menjadi seorang istri aku tak akan mau sibuk dengan pekerjaan Ayah ku ini lama lama aku ingin sekali mendesak ayah agar punya adik laki-laki agar ia yang bertanggung jawab atas perusahaan ayah ini aahhh tapi mana mungkin usia mereka sudah tidak muda lagi membuat ku pusing saja emm atau aku harus cari mama baru biar ayah punya anak lagi dari istri baru pikiran konyol !!! mana mungkin itu terjadi ayah ku bucin akut ..kenapa mereka dulu santai dengan hanya satu anak dan itu menyebabkan aku jadi begini pusing
orang tua delisa hanya memiliki delisa sebagai anak semata wayang nya bukan tidak mau menambah momongan hanya saja mereka memang sulit mendapatkan momongan saat memiliki delisa pun perjuangan meraka sungguh amat berat dan saat ingin menambah momongan mereka di hadapkan dengan pilihan yang sulit alhasil mereka harus pasrah dengan hanya mempunyai anak semata wayang
Sedangkan di lain tempat aden sedang sibuk dengan pekerjaan baru nya hobby yang menjadikan nya membuka usaha baru yang di geluti nya sebuah restoran yang cukup mewah ala resto kekinian sedang ramai oleh pengunjung ia begitu cekatan dalam memasak menu demi menu seperti seorang koki handal pemilik restoran turun tangan jadi koki yaah aden adalah pemilik usaha itu tapi ia lebih senang berbaur menjadi seseorang yang sukses di balik setiap menu hidangan yang memuaskan setiap pengunjung semua karyawan tentu tau siapa aden meski ia bekerja di dapur
"huuuufftttt " aden menghela nafasnya "kerja kita bagus hari ini , cape banget alhamdulillah restoran hari ini makin rame, kalo penjualan kita terus meningkat bulan ini kalian langsung dapat bonus"
"waaaaahhh seneng nya mudah-mudahan restoran nya tambah rame " seru salah satu karyawan nya bernama nisa
"amiiinnn" kompak semua meng amiin kan ucapan nisa
"beresin ya aku mau pulang duluan cape"
"siiaaapp bos"
"hati hati di jalan bos, udah malem nanti di cegat mahmud"seru karyawan bernama agus
"ya kaleee mahmud ada yang mau sama tukang masak hahahahaha" ucap aden
"eeh jangan salah tukang masak cuma kedok dong aslinya beuuuuhhh "
"kerjaaaaa!!! "teriak aden sambil berlalu menyambar kunci mobilnya yang tergantung di tempat khusus
tak ada yang tau seperti apa aden yang sebenarnya nya karna ia sedang mencari pendamping hidup yang sejati ia selalu yakin bahwa langkah nya akan membawa nya pada wanita yang tak haus akan dunia meskipun begitu ia tetap berusaha agar nantinya ia bisa memuliakan perempuan yang benar-benar menerima nya
awal nya ia ingin memberi tahu delisa tentang semua apa yang ia tutupi meskipun ia tak pernah terlihat keluar dengan pakaian necis berjas dan berdasi tapi ketahuilah aden punya berbagai usaha yang di percaya kan pada orang lain sehingga ia hanya tinggal menerima penghasilan yang cukup besar dari setiap usaha nya
__ADS_1
delisa pun tak pernah bertanya karna ia tak pernah percaya dengan ucapan aden hingga saat hari itu ia benar-benar merasa hancur harga dirinya terasa terinjak-injak ia terasa di pukul palu Godam entah siapa sebenarnya nya yang membuat skenario fitnah itu sehingga aden benar-benar merasa tenggelam, kesabaran nya sudah berada di batas aman dan memilih jalur keluar ia sudah tidak lagi ingin bertahan cukup sudah penghinaan delisa terhadap nya semua hanya akan menjadi kenangan semu ia harus berusaha mengubur setiap rasa yang pernah ada untuk delisa
perlahan mobil aden memasuki kawasan perumahan elit ia membeli rumah ini saat menikah dengan delisa berharap delisa adalah pelabuhan kapal nya namun ia lagi lagi salah delisa hanya persinggahan semata aden memarkirkan mobil nya di garasi rumah nya ia berjalan menuju kamarnya lalu membersihkan diri melepaskan penat seharian berkutat dengan berbagai macam bahan masakan lelah tapi semua untuk mengalihkan pikiran nya yang teramat kacau
...----------------...
...****************...
Hari terlewati minggu berlalu berganti bulan sudah dua bulan mereka di sibukan dengan berbagai macam kesibukan masing masing delisa terlihat lelah ia baru saja pulang dari luar kota ia memijit pangkal hidung nya ia ingin pulang dan merebahkan badan nya sejenak istirahat menghilang kan penat
tok tok tok
"assalamu'alaikum"
cek lek
"elu sibuk banget ampe gue gak di lirik lirik " belum sempat delisa menjawab salam miko ia sudah nyerocos dengan ucapan nya
"ck... ini pasti mode cape deh, dah hapal gue logat logat nye"
"mau apa kamu ke ruang saya ? " jawab delisa dingin
"datar amat sih lu jadi orang ckckc heran gue sangking sibuknya elu mengabaikan gue awas ajah lu ntar bilang!!gaji kamu saya potong !!ngk tau aje dia yang sibuk ampe gue lupa eh elu deng yang lupa"
degh
iya delisa melupakan sesuatu yang sangat penting di hidup nya ia pun tersadar karna terlalu banyak pekerjaan ia jadi lupa agendanya mencari aden
__ADS_1
"elu sebenernya niat ngk sih nyari aden? "
"ini gara gara bokap gue yang cuma punya anak semata wayang jadi nya gue suruh kerja rodi sama beliau"
"nyalahin bokap ..elu nya tu yang workaholic kalo udah kerja "
hehehe
"udah ketemu? "
"udah lah"
"kesana yok"
"gue lupa lagi dimana abis nya elu kelamaan"
"mikoooo"
"canda , besok ajah lah lagian elu juga cape abis dari luar kota langsung ngantor ketemu aden harus butuh energi bestiiee"
"maaf gue beneran lupa" lirih delisa ia jadi merasa bersalah ia yang marah marah kepada miko supaya cepat mendapatkan informasi keberadaan aden ia juga yang lupa akan hal itu tapi delisa sungguh sangat senang mendengar kabar ini ia sungguh tidak sabar bertemu dengan aden apapun resiko nya dan apa pun rintangan nya ia tetap bersyukur jika bertemu aden
"aahh rasa ada bunga bunga nya"ucap delisa pelan namun tetap terdengar oleh miko
" siapin hati siapin mental ya kaleee aden mau balik lagi ame ninik lampir macam elu"cibir miko
"bacot lu, beresin kerjaan gue gue mau pulng mw istirahat besok mw ketemu my aden "
__ADS_1
"bos durhaka lu"
delisa tak menghiraukan ucapan miko ia beranjak pulang meninggal kan kantornya ia harus benar-benar fit saat bertemu aden tak terasa delia tersenyum di sepanjang jalan pulang ia merasa bahagia meski belum benar-benar bertemu