
Santi Pov
Masih ku dengar makian yang keluar dari mulut Mas Surya dari luar kamar. Namun aku tak mau menggubrisnya. Membuang waktu ku saja kalau aku terus meladeni lelaki tak berguna itu.
Semenjak Mas Surya tak bisa lagi memberiku kemewahan. Terpaksa aku harus bekerja pada salah satu mu*ik*r* yang ada di kota ini. Menjajakan tubuh pada lelaki hidung belang. Menyesal? Tentu saja tidak. Karena dari semenjak menikah dengan Mas Darto pun aku sudah sering melakukan hubungan terlarang dengan lelaki lain.
Tentu saja dulu Mas Darto tidak tau itu semua. Karena ia terlalu sibuk mengurusi urusan orang lain. Tapi itu menguntungkan untukku.
Mami Lala, bosku sekarang adalah tetanggaku saat di kampung dulu. Aku dulu di kampung tinggal bersama nenek ku. Karena kedua orang tuaku sudah meninggal ketika aku berusia 7 tahun akibat kecelakaan motor yang menimpa mereka. Setelah itu, aku dirawat dan dibesarkan oleh nenek seorang diri. Nenek seorang janda yang ditinggal mati oleh kakek.
Kehidupan kami bisa dibilang berkecukupan. Nenek memenuhi kebutuhan kami dari warung yang sengaja ia bangun di depan rumah. Dari sanalah, nenek bisa mencukupi kebutuhan kami berdua dan biaya sekolah ku. Namun setelah aku lulus SMA, Nenek pun pergi meninggalkan ku seorang diri.
Rasa kehilangan begitu sangat menyakitkan untukku. Tak ada lagi tempatku berkeluh kesah. Semua orang yang aku sayangi sudah pergi meninggalkan ku. Dan dari situlah aku mulai kecewa pada Tuhan. Aku merasa ia tak sayang padaku. Aku hanya dibiarkan hidup sendiri di dunia ini.
Kehidupan ku semakin tak terkendali setelah aku pergi ke kota. Pergaulan telah mengubah seluruh kehidupanku. Apalagi ini kota besar. Sudah barang tentu, hidupku semakin terjerumus kedalam kubangan dosa. Tapi aku suka dan menikmatinya.
🍀🍀🍀
Bugh!
Hantaman keras pada pintu kamar membuat aku terlonjak seketika. Ya tuhan, ternyata aku ketiduran. Melihat pada jam di pergelangan tangan, ternyata sudah menunjukkan pukul 16.30 wib.
__ADS_1
Bugh!
Bugh!
Lagi, pintu kamar ku di hantam keras. Si*lan, siapa yang berani memukul pintu kamar ku. Dengan kepala sedikit pusing, ku langkahkan kaki menuju pintu. Ingin melihat siapa yang sudah berani-beraninya menghantam pintu kamar ku ini.
"Ya ampun Mas. Berisik tau gak! Mengganggu orang sedang tidur saja!" hardik ku pada Mas Surya ketika membuka pintu kamar. Ternyata lelaki tak berguna ini yang memukul pintu kamar ku menggunakan tongkat bisbol miliknya.
"Heh istri tidak becus! Kau dari tadi enak-enakan tidur. Sedangkan aku, dari tadi menahan lapar. Dasar s*t*n!" maki Mas Surya padaku dengan mata melotot. Kurang ajar! Lelaki tak tahu di untung. Berani-beraninya dia memanggilku dengan sebutan s*t*n. Disini, dialah yang seharusnya ku panggil s*t*n. Sudah jadi lelaki tak berguna, bisanya hanya menambah bebanku saja.
"Heh Mas, dengar, disini kau atau aku yang s*t*n hah? Kau, dasar lelaki tak berguna. Sudah penyakitan, menyusahkan ku juga, sekarang bisa mu hanya memaki diriku saja. Harusnya kau berkaca Mas, lihat dirimu yang sekarang. Kau bagaikan lelaki gembel. Sudah untung aku masih mau menampung mu disini. Jika aku mau, kau bisa ku buang sekarang di jalanan. Agar penderitaan mu semakin lengkap setelah menjadi gelandangan di jalanan sana," ujarku penuh penekanan pada Mas Surya.
"Ha ha ha, kau lupa wanita su*dal. Meski pun rumah ini atas nama mu. Tapi kau tak akan pernah tau dimana aku menyimpan sertifikat rumah ini. Jadi, akan ku pastikan, bukan aku yang akan keluar dari rumah ini. Tapi kau wanita murahan!" jawab Mas Surya tak kalah sengit.
Tak ingin menyia-nyiakan waktu dengan mengurus lelaki ini. Aku segera masuk ke dalam kamar. Membersihkan diri dan membuat diri ini cantik di hadapan Mas Darto. Tunggulah Mas, hari ini aku akan datang mengunjungimu.
🍀🍀🍀
Menempuh perjalanan hampir 45 menit, akhirnya aku sampai di depan rumah mantan mertuaku. Sebelum masuk, ku patut lagi diri ini agar terlihat sempurna. Setelah dirasa cukup, aku segera melangkahkan kaki ke dalam rumah.
Mengetuk pintu, tak lama ART membukakan pintu dirumah ini. Mbok Yem, ternyata dia masih bekerja pada keluarga Mas Darto. Setia juga ternyata dia.
__ADS_1
Melihat kedatanganku, Mbok Yem sedikit terkejut. Mungkin dia tak menyangka jika aku akan berkunjung lagi ke rumah ini.
"Mas Darto mana Mbok?" tanyaku langsung pada Mbok Yem.
"A-ada Mbak" jawabnya gugup. Ck! Sudah berani dia memanggilku Mbak. Biasanya dia akan memanggilku dengan sebutan nyonya. Mentang-mentang aku bukan lagi istri Mas Darto.
"Panggilin dong Mbok. Saya mau ketemu. Bilang ada Nyonya Santi datang," ucapku dengan menekankan kata NYONYA pada Mbok Yem. Dan tanpa menunggu lama pembantu itu pun masuk lagi ke dalam rumah memanggil sang tuan.
Masuk ke dalam rumah, ku amati sekeliling. Ternyata rumah ini tak berubah sama sekali. Masih persis dengan 6 tahun yang lalu. Ah tak sabar rasanya kembali ke rumah ini dan menjadi nyonya besar. Apalagi mantan Ibu mertuaku sudah tiada. Sudah dipastikan aku lah yang akan menjadi satu-satunya nyonya di rumah ini.
Tak lama akhirnya Mas Darto datang menghampiriku. Tak menyia-nyiakan kesempatan, langsung saja aku bergelayut manja padanya. Pasti dia akan senang dengan perlakuan ku ini.
Namun kekacauan datang ketika Alya, sepupu Mas Darto datang ke rumah ini. Arght, sial! Kenapa anak bau kencur ini malah ada disini. Dari dulu aku memang tak suka padanya, begitu pun Alya. Dia sangat terlihat membenci diriku.
Benar saja, tak lama Mas Darto malah mendorong tubuhku hingga terjerembab ke sofa. Mas Daro sia*an! Setelah itu Alya malaj mengat-ngatai diriku. Jika saja tak ingat tujuanku, sudah ku habisi anak bau kencur ini. Berani-beraninya dia mencaci maki diriku. Lihat saja, nanti setelah Mas Darto bertekuk lutut lagi padaku, akan ku buat hidupmu menderita Alya.
Namun, ucapan Alya sekarang malah membuatku semakin murka. Tak menyangka, jika Mas Darto akan menikah lagi. Saat ku tanya langsung pada Mas Darto, ia pun menjawab dengan mantap bahwa ia akan menikah lagi.
Argh! Ini tak bisa aku biarkan. Bagaimana pun Mas Darto harus kembali menjadi milikku. Tak boleh ada wanita lain yang memiliki Mas Darto selain diriku. Lihat saja Mas, akan ku pastikan pernikahan mu itu tak akan pernah berlangsung.
Aku pastikan kau akan bertekuk lutut lagi padaku. Jangan panggil aku Santi, bila menaklukan mu aku tak sanggup.
__ADS_1
Baiklah, akan ku selidiki siapa wanita yang telah membuat kau berpaling dari ku Mas. Akan ku buat hidupnya menderita dan menyesal. Karena sudah berani merebut mu dari diriku.
Bersambung....