
Santi Pov
Arrggghhtt, si*lan!
Benar-benar kurang ajar anak bau kencur dan pelakor itu. Bisa-bisanya mereka berbuat seperti ini padaku. Lihat saja, akan ku balas perbuatan mereka berkali lipat. Aku tak menerima mereka memperlakukan ku seperti itu.
Berpura-pura mobilku mogok, berharap Mas Darto mau mengantarkan ku pulang. Malah kesialan yang aku dapat dari dua makhluk menyebalkan itu.
Dengan perlahan, aku mencoba berdiri. Tertatih berjalan menuju mobilku yang terparkir tak jauh dari tempatku jatuh. Si*l, gara-gara Alya kini b*ko*n* ku terasa sakit. Aku di dorong lumayan kuat tadi olehnya. Apalagi dia memang jago karate. Lihat saja anak bau kencur. Setelah nanti Mas Darto bertekuk lutut padaku lagi, akan ku pastikan hidupmu akan semakin menderita.
Masuk ke dalam mobil, ku perhatikan penampilanku lewat kaca spion. Astaga, sungguh menjijikan sekali. Rambut yang acak-acakan, wajah dan baju lengket akibat di siram air minum tadi. Belum lagi beberapa daun yang menempel pada rambut dan pakaian ku. membuat penampilanku mirip seperti orang gila saja. Ditambah make up yang menempel pada wajahku sudah tak berbentuk lagi.
"Aakkkkhh," teriakku di dalam mobil. Aku benar-benar kesal. Sungguh, harga diriku diinjak-injak oleh mereka. Lihat saja, tunggu pembalasanku.
🍀🍀🍀
Dengan kesal ku lakukan mobil menuju pulang ke rumah. Beberapa kali ku terobos lampu merah. Tak ku pedulikan klakson dan umpatan dari pengendara lain. Aku hanya ingin sampai di rumah dengan cepat dan langsung membersihkan diri. Karena badanku kini semakin lengket bercampur dengan keringat yang keluar. Hari ini memang cuaca lumayan panas.
Namun kesialan sepertinya masih harus menimpaku. Saat akan kembali menerobos lampu merah, mobilku langsung di hadang oleh dua orang polisi. Ah, sungguh menyebalkan.
Kedua polisi tersebut meminta aku untuk menepi. Rasanya aku ingin tancap gas saja dan langsung kabur. Namun melihat kondisi sekitar rasanya tidak memungkin kan. Akhirnya dengan terpaksa, ku tepikan mobilku.
Tok, tok
Kaca mobilku diketuk oleh salah satu polisi tersebut. Dengan malas, ku turunkan kaca mobil.
__ADS_1
"Astagfirullah," ucap salah satu polisi saat aku sudah menurunkan kaca mobilku.
"Kenapa pak? Emang saya setan apa hah?" hardik ku pada polisi tersebut.
"Eh, maaf Bu. Saya tak bermaksud seperti itu," jawabnya. "Boleh saya lihat kelengkapan suratnya?" polisi itu memintaku untuk menunjukkan SIM dan STNK ku.
Dengan malas, segera ku buka tas dan mengambil dompet. Setelah itu ku ambil SIM dan juga STNK ku. Kemudian kedua polisi itu memeriksanya. Dapat ku lihat sesekali kedua polisi itu melirik ke arahku. Apalagi salah satu dari mereka terlihat sekali sedang menahan tawa. Mungkin karena melihat penampilanku seperti orang g*la.
"Ini Bu, terima kasih," ucap polisi tersebut sambil menyerahkan lagi SIM dan STNK milikku.
"Tapi mohon maaf, karena Ibu sudah melakukan pelanggaran. Dari setopan sebelumnya Ibu sudah berani menerobos lampu merah, dengan itu kami harus menilang Ibu," ujarnya lagi sambil menuliskan surat tilang. Si*l! Sekarang aku harus kena tilang akibat tadi aku menerobos lampu merah.
"Sudahlah Pak, kita damai saja. Bapak butuh berapa? Biar saya kasih," tuturku sambil mengambil beberapa lembar uang di dalam dompet.
"Maaf Bu. Kami tidak bisa di sogok seperti itu. Lebih baik Ibu nanti sidang saja. Agar denda bisa masuk ke dalam kas negara. Jangan Ibu fikir semua polisi bisa Ibu suap seperti ini," ucapnya lagi. "Silahkan, ini surat tilangnya. Hati-hati di jalan. Ingat, jangan lakukan pelanggaran lagi Bu. Dan satu lagi, saran saya kalau mau bepergian sebaiknya Ibu mandi dulu. Lihatlah, di jok Ibu banyak sekali semut," paparnya lagi sambil memberiku selembar surat tilang.
Dengan sedikit kesal, aku langsung menutup kaca mobil dan kembali melajukan mobilku. Sebelum mobilku jauh, aku sempatkan menoleh ke arah spion, disana masih terlihat polisi itu menertawakan ku. Kam*ret dasar!
🍀🍀🍀
Kembali melajukan mobil, tak hentinya aku mengumpat dalam hati tentang kejadian yang menimpaku hari ini. Gagal sudah semua rencanaku untuk mendekati Mas Darto. Bukan perhatian yang di dapat, malah apes yang aku dapatkan.
Tiba-tiba aku merasa mobilku tak enak dibawa. Ku cek meteran bensin, isinya masih lumayan banyak. Benar saja tak berselang lama mobilku mati. Ku coba menyalakan lagi, namun hasilnya nihil. Mobilku tetap saja mati. Ah sial, kenapa sekarang mobilku malah mogok.
Apalagi jarak ke rumahku masih lumayan jauh. Dengan kesal, aku turun dari mobil. Berjalan ke depan mobil dan membuka kap nya. Setelah kap terbuka, aku hanya bisa berdiam diri. Tak tau harus apa dan kerusakan ada dimana.
__ADS_1
Dan yang lebih sialnya lagi, mobilku mogok di tempat yang lumayan sepi. Sehingga aku tidak bisa meminta bantuan kepada orang lain. Berkali aku coba melihat mesin nya, siapa tau ada kabel yang putus. Namun nihil, semua kabel terpasang pada tempatnya.
Aku semakin fruatasi ketika badanku sudah mulai gatal-gatal. Belum lagi terik matahari yang lumayan menyengat. Akhirnya aku putuskan untuk memanggil orang bengkel saja kesini. Namun saat akan kembali ke dalam mobil, kejadian apes lagi-lagi menimpaku.
Di samping mobilku terdapat lubang yang lumayan besar namun tak dalam. Di dalam lubang terdapat kubangan air. Dan dari arah berlawanan melaju mobil yang lumayan kencang. Dan hasilnya...
Byuuuuurrrr
Saat mobil itu melinta, kubangan air kotor itu otomatis menyebur ke tubuhku.
"Aaarrggghhh," aku berteriak sekencang mungkin meluapkan kekesalanku.
Kini tubuhku kembali basah kuyup. Belum lagi tubuhku sekarang di penuhi dengan lumpur. Sial, sial, siaaaaal. Hari ini sungguh sial bagiku. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula.
Bersambung...
Assalamualaikum yeorobun
alhamdulillah bisa up bab baru lagi walaupun kemaleman. Semoga masih suka ya sama cerita ini.
Oh ya, sebenernya author ingin nulis cerita yang based on true story loh. ada satu kisah dari saudara author sendiri nih yang menurut otor jika di tulis akan menarik dan bisa kita ambil hikmahnya.
Jika berkenan, Insha Allah. nanti setelah cerita ini mendekati ending, author akan coba publish disini ya ceritanya.
Insha Allah, dalam cerintanya kita bisa mengambil pelajarannya. Soalnya ini berhubungan dengan kiriman sihir juga.
__ADS_1
Sebenernya cerita ini udah ada outlinenya dan sudah otor tulis sebanyak 5 bab. Tapi karena kemarin otor juga baru publish cerita baru yang judulnya "Terpaksa Menjadi Istri Kedua (Madu Manis)" jadi otor mau fokus dulu ke cerita ini dan yang itu. Insha Allah nanti jika cerita Tari mendekati tamat, otor akan publish ceritanya.
Terima kasih 💕