Mengejar Cinta Sang Mentari

Mengejar Cinta Sang Mentari
Rencana Santi


__ADS_3

Author POV


Santi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Fikirannya kalut. Jauh di lubuk hatinya ia merasa takut atas apa yamg terjadi di rumahnya.


Jika ia pulang, sudah di pastikan akan menimbulkan masalah. Tapi, ia juga bingung harus pergi kemana sekarang. Di kota ini ia hanya tinggal sendirian. Ia sungguh tak punya-punya siapa-siapa disini.


Jika tinggal di hotel, tentu saja akan membutuhkan biaya yang banyak. Sedangkan uang dan tabungan Santi sudah menipis. Belum lagi hutang-hutang yang harus segera Santi lunasi. Sedangkan pekerjaanya sedang sepi.


Menepikan dulu mobil sebentar, Santi mencoba berfikir dimana ia akan tinggal. Terlintas di benaknya sang Mami. Mau tak mau untuk sementara Santi harus rela tinggal di tempat prostitusi tersebut. Itulah satu-satunya tempat dimana ia bisa mendapatkan tempat tinggal tanpa harus mengeluarkan uang.


Segera, Santi menyalakan mesin mobil dan berniat akan menuju ke lokasi prostitusi milik sang Mami. Namun, dalam perjalanan Santi tak sengaja melihat Darto dan Tari. Melihat itu, amarah Santi kembali memuncak.


Bagaimana tidak, Darto terlihat begitu bahagia bersama Tari. Belum lagi ia harus melihat Darto begitu sangat menyayangi anak kecil. Ya, Santi belum tau jika Tari sudah memiliki anak.


"Anak siapa itu? Kenapa Mas Darto begitu dekat dengan anak itu? Apa anak itu adalah anak si pelakor? Jika benar, berarti si pelakor adalah seorang janda. Cih, dasar janda gatal," gumam Santi.


Kemudian Santi menepikan mobilnya, membuka sedikit kaca mobil agar lebih leluasa melihat kegiatan Darto dan juga Tari. Sungguh, Santi benar-benar dikuasi api amarah dan cemburu. Ia tak rela melihat kebahagian Darto.


Berkali Santi memaki dan mencengkram setir mobil dengan kuat, seolah sedang melampiaskan amarahnya. Ia tak rela jika Darto jatuh ke pelukan wanita lain. Padahal, dulu, ia lah yang menyia-nyiakan Darto. Tapi sekarang, seolah ia adalah korban disini.


'Lihat saja Mas. Aku tak rela kau bahagia dengan wanita lain. Akan ku buat hubungan kalian hancur sehancur-hancurnya. Dan akan ku pastikan, kau akan kembali bertekuk lutut padaku,' batin Santi.


"Aku harus mencari tahu siapa anak itu. Setelah itu, aku bisa memikirkan langkah selanjutnya yang bisa aku ambil," gumam Santi lagi.

__ADS_1


Rasanya ia ingin turun dan menghampiri Tari dan juga Darto. Namun badannya masih terasa pegal. Selain itu matanya terasa berat. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi saja. Bergegas menuju rumah prostitusi agar bisa lebih cepat untuk beristirahat.


🌼🌼🌼


Santi POV


Sampai di tempat Mami, Untung saja aku di terima dengan baik. Mami sangat mengizinkan aku untuk tinggal disana. Kedatanganku, selain di terima baik oleh Mami, tapi juga di sambut hangat oleh teman seperjuangan ku yaitu Weni.


Weni begitu antusias ketika mendengar bahwa aku akan tinggal disini lagi. Awalnya Weni curiga, kenapa aku yang notabene nya memiliki suami dan tempat tinggal, malah kembali kesini. Tentu saja aku jawab dengan kebohongan. Aku bilang, jika aku di khianati oleh Mas Surya dan di usir dari rumah. Tak mungkin juga kan aku menceritakan yang sebenarnya.


Weni memang tau bagaimana kisah hidupku. Dialah teman yang selalu bisa mendukung ku. Termasuk saat aku berselingkuh dengan Mas Surya hingga Mas Darto mengetahui pengkhianatan yang aku lakukan.


"Jadi, Mas Darto udah nikah lagi San?" Tanya Weni padaku.


"Lah, ceritanya Lo lagi cemburu gitu? Atau karena lu lagi ngerasa bahwa sekarang karma lagi nimpa Lo?" Kekeh Weni.


"Si*kan Lo Wen," ujarku sambil menimpuk wajah Weni.


"Terus, sekarang Lo maunya gimana?"


"Gue pengen balikan lagi sama Mas Darto. Gimana pun caranya dia harus bisa jadi milik gue lagi. Apalagi sekarang, Mas Darto itu tajir melintir," paparku pada Weni. Kemudian ku ceritakan siapa Mas Darto yang sebenarnya. Mata Weni membulat sempurna ketika aku mengatakan siapa Mas Darto sebenanrnya.


"Gila. Pantes aja sih kalau Lo pengen balikan sama dia. Gila, gila. Gue dukung Lo San. kan siapa tau ntar Lo udah balikan sama Mas Darto, gue kecipratan duitnya," ujar Weni antusias.

__ADS_1


"Itu mah gampang. Yang penting bantuin gue deh gimana caranya buat dapetin Mas Darto,"


"Siap. Lu punya rencana apa emang?" Tanya Weni.


Aku berfikir sejenak. Rencana apa yang harus aku lakukan untuk menghancurkan pernikahan Mas Darto dan juga Tari. Ku pindai penampilan Weni, menurutku Weni adalah wanita yang cukup cantik. Penampilannya juga modis. Ditambah tubuhnya yang tinggi semampai bagai model.melihat Weni, aku jadi punya ide untuk meminta bantuannya. Akan ku buat pernikahan Mas Darto dan Tari hancur melalui Weni.


Dengan begitu, aku bisa menghancurkan mereka tanpa mengotori tanganku sendiri. Pintar bukan? Aku yakin, Weni mau membantuku asalkan aku memberinya upah dengan harga lumayan tinggi.


"Wen, lu mau bantuin gue ngga?" tanyaku pada Weni.


"Bantuin apa say?" tanya balik Weni padaku.


Kemudian ku ceritakan rencana yang aku punya pada Weni. Ku lihat kepalanya mengangguk-angguk ketika mendengarkan penjelasan ku. Semoga saja, Weni mau membantu rencanaku ini.


"Bagaimana. Lu mau kan bantuin gue Wen?"


"Emmm gimana ya San," jawab Weni ragu.


"Ayolah Wen. Gue bayar lo deh. Tenang aja, gue juga minta bantuan lo gak cuma-cuma kok," ucapku meyakinkan.


Akhirnya Weni pun mengangguk. Yes! Akhirnya Weni mau membantuku. Sekarang aku tinggal menyusun rencana agar lebih matang lagi. Aku tak akan terburu-buru untuk menjalankan rencana ini. Akan ku pantau dulu kehidupan Mas Darto agar tau langkah seperti apa yang harus aku ambil.


'Bersiap-siaplah Mas. Sebentar lagi pernikahan yang kau sanjung itu akan hancur berkeping-keping. Akan ku pastikan kau akan kembali lagi menjadi milikku. Dan untukmu Tari, bersiaplah menjadi janda untuk kedua kalinya,' batinku.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2