Menggoda Suami Tetangga

Menggoda Suami Tetangga
Hana sudah mati


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Hana pun berharap semoga suaminya kembali padanya, karena bagaimanapun juga Farel masih belum menceraikannya, masih teringat jelas ucapan Farel sebelum pria itu benar-benar pergi darinya, sakit memang. Tapi Hana tahu jika apa yang terjadi kepada suaminya tidaklah baik-baik saja. Hana tahu betul siapa sebenarnya Adik sepupunya itu, Ia tahu jika Nindy bisa melakukan apa saja untuk merebut apa yang sudah dimiliki oleh Hana, sedari dulu sifat iri dan dengki membuat Nindy tidak rela jika Kaka sepupunya itu memiliki suami orang kaya. Dan dari itulah Nindy berupaya untuk merebut Farel dari tangan Hana meskipun dengan cara licik.


"Nindy! Tunggu saja pembalasanku, Aku tidak akan pernah biarkan kamu bahagia dengan suamiku, Aku pastikan kamu akan lebih menderita dari diriku, Mas Farel akan meninggalkanmu, karena dia akan datang kepada istrinya yang pertama." tekad Hana sudah bulat, Ia sengaja datang ke untuk menjadi tetangga Farel hanya untuk mengambil kembali suaminya yang sudah direbut oleh sang sepupu. Dengan perubahannya yang sekarang, tentu saja Nindy tidak akan bisa mengenali wajah Hana, dengan begitu Hana akan lebih mudah mengambil suaminya lagi.


"Hana yang dulu sudah mati, dan sekarang hanya ada Hani, Mas Farel! Semoga kamu bisa sadar, bahwa apa yang dilakukan Nindy kepadamu adalah sebuah guna-guna. Aku tahu betul siapa dia." ucap Hani sembari mengingat bagaimana sang sepupu suka sekali datang ke paranormal hanya untuk sekedar minta pertolongan, tanpa harus berusaha dengan keras. Dan Ia sangat yakin sekali, jika suaminya sengaja diguna-guna, sehingga tiba-tiba saja Farel berkata kasar seperti itu.


Padahal saat ijab Kabul, Farel masih bersikap biasa meskipun pernikahannya dengan Hana hanya sebuah perjodohan. Namun, setelah bertemu dengan Nindy, sikap Farel seratus delapan puluh derajat berubah total, pria itu menjadi kasar dan sangat membenci istrinya yang belum pernah sama sekali Ia sentuh. Seolah-olah Farel melihat Hani sangat menjijikkan dan buruk sekali dimatanya.


*


*


*


Setelah Farel mengunjungi tempat tinggalnya bersama Hana, kemudian Ia pun memerintahkan sang asisten untuk mencari tahu keberadaan istrinya, meskipun tak ada cinta, setidaknya Farel juga mengkhawatirkan keadaan Hana, ada di mana gadis itu sekarang.


Tak berselang lama, setelah Farel tiba di rumahnya dan beristirahat, Ia pun terpikirkan tentang Hani, sejenak Farel mulai berpikir, kenapa Ia tidak bertanya kepada Hani saja dimana keberadaan istrinya, karena Ia tahu jika baru saja Hani mengunjungi tempat yang sama saat Ia bertemu dengan Hani, setidaknya Hani pasti tahu tentang keberadaan dan siapa Hana, istrinya. Karena ada keluarga Hani yang berada di lokasi istrinya tinggal.

__ADS_1


Farel pun segera mengambil ponselnya dan Ia langsung menghubungi nomor Hani. Dengan penuh harap, Hani bisa tahu informasi tentang keberadaan istrinya lewat saudaranya yang tinggal di tempat yang sama dengan sang istri, Hana.


Hani yang saat itu sedang berada di kamarnya, Ia pun mendengar jika ponselnya berdering, dan Ia pun segera mengangkat telepon yang ternyata tertera nama Farel pada layar ponselnya.


"Mas Farel!" Hani pun segera mengangkat telepon dari Farel sembari duduk di atas ranjang tidurnya.


"Halo, Mas! Ada yang bisa Hani bantu?" sapa Hani dengan suara lembutnya nan manja.


"Ahhh Hani, Emm ... iya bisa kita ngobrol sebentar?" balas Farel.


"Ngobrol? Ya bolehlah, memangnya Mas Farel mau bicara apa sama Hani?"


"Keluarga Hani? Oh memangnya kenapa, Mas?" Hani masih berpura-pura polos.


"Enggak apa-apa, apa kamu sering berkunjung ke rumah keluargamu?" pertanyaan Farel memaksa Hani untuk berbohong.


"Sering lah, Mas! tiga kali dalam seminggu Aku selalu datang menyempatkan waktu untuk datang ke sana, memangnya kenapa Kamu tanya itu,?" tanya Hani sembari menatap wajah Farel yang terlihat serius.

__ADS_1


"Emm pastinya kamu juga udah tahu dong bagaimana tetangga di sana, ya maksud ku kan kamu juga berinteraksi dengan mereka, bukan begitu?" sahut Farel yang mulai memberanikan diri untuk bertanya tentang istrinya.


Hani tertawa kecil dan mengiyakan pertanyaan Farel. Setelah itu Ia pun berkata, "Tentu saja, Mas! Aku sudah hafal betul bagaimana tetangga di sana, mereka sangat baik dan ramah. Memangnya kenapa Mas tanyakan itu?" Hani pun mulai bertanya-tanya.


"Oh tidak! Hanya saja Aku ingin tahu, apakah kamu mengenal wanita yang bernama Hana Setyorini? Dia penghuni rumah mewah yang berada di jalan Kesuma, Aku lihat rumah itu sepertinya sudah tidak ada penghuninya lagi. Kamu tahu Hana berada di mana?" tanya Farel.


Seketika pertanyaan Farel membuat Hana tercekat, bagaimana Ia harus menjawabnya, sedangkan dirinya sendiri adalah Hana, istri Farel. Hingga akhirnya Hana pun mempunyai ide cemerlang untuk membohongi Farel jika wanita yang Ia tanyakan sudah mati.


"Ohh si Hana! Si gadis sebatang kara itu, ada yang bilang Hana sudah meninggal karena gadis malang itu tertabrak mobil, Mas!"


Seketika Farel sangat terkejut, apa benar yang dikatakan oleh Hani jika Istrinya sudah meninggal. Kembali, Farel pun tidak percaya jika hal ini terjadi.


"Apa! Hana sudah meninggal, kamu yakin Jika Hana benaran meninggal, Hani? Ya Tuhan itu tidak mungkin." desak Farel yang tentu saja Ia sangat penasaran dengan informasi tentang Istrinya yang meninggal dunia.


"Iya, Mas! Dan itu Aku tahu dari saudaraku yang tinggal di sana." jelas Hani yang berharap suaminya mau percaya kepada-nya.


"Ya Tuhan! Hana ... maafkan aku!" Farel merasa sangat berdosa sekali karena Ia meninggalkan istrinya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2