Menggoda Suami Tetangga

Menggoda Suami Tetangga
Sebuah tanda


__ADS_3

Sontak Arum terperanjat dan sangat kaget saat sang majikan tiba-tiba membuka pintu itu. Saking kagetnya, Arum pun melototkan matanya sembari mengusap-usap dadanya karena terkejut.


"Tu-Tuan ... Tuan ngagetin Arum saja." seru sang pelayan yang terlihat gemetaran.


"Lagian kamu ngapain di sini?" tanya Farel yang juga nggak kalah terkejut melihat asisten rumah tangganya tiba-tiba nongol di depan mata.


"Anu ... itu saya sedang, sedang ... bersih-bersih, Tuan!" jawabnya pura-pura.


"Bersih-bersih? Di jam segini?" tanya Farel sembari menyipitkan kedua matanya.


"Hehehe iya, itu karena Saya sedang gabut, Tuan! Daripada Saya tidak melakukan pekerjaan apa-apa, lebih baik Saya bersih-bersih hehehe." jawab sang pelayan dengan cengar-cengir.


"Ohhh begitu, oke kalau kamu ingin menghilangkan gabut, mending kamu bersihkan kamar mandiku, Aku mau keluar sebentar." seru Farel kepada Arum. Dan setelah itu Farel segera keluar dari rumahnya untuk datang ke rumah kontrakan sebelah.


"Tuan mau kemana? Nanti kalau Nyonya datang, Saya harus bilang apa?" tanya Arum kepo.


"Bilang saja Aku keluar sebentar ke rumah Pak RT, gitu aja kok repot." balas Farel berbohong.

__ADS_1


"Oh iya, Tuan!" Arum tampak menganggukkan kepalanya. Setelah itu Farel segera pergi keluar dan tentu saja Ia mengendap untuk bisa datang ke rumah Hani. Rupanya Farel tidak lewat jalan utama, tapi Farel lewat jalan belakang, dimana tidak akan ada orang yang bisa mengetahui kehadirannya di rumah Hani.


Sementara Hani pun menunggu kedatangan suaminya, Ia pun sudah mempersiapkan segalanya untuk memberikan pelayanan terbaik untuk sang suami. Dari ramuan jamu bermerek Rapet Banget, hingga godokan daun sirih yang berguna untuk memberikan keharuman alami dan akan terasa lebih kesat dan sempit.


Tidak menunggu lama bagi Farel untuk tiba di rumah sang tetangga, namun saat Farel hendak melangkah masuk ke dalam rumah Hani, Ia dikejutkan dengan kedatangan dua orang pria yang ingin berbuat tidak baik di rumah sang tetangga.


Kedua pria itu tampak sedang mencongkel pintu jendela sang tetangga, tidak menunggu lama, Farel pun segera menghentikan kedua pria itu dengan menghampiri Keduanya.


"Heh siapa kalian? Mau merampok, ya?" tegur Farel kepada kedua orang itu.


"Sialan! Hani tidak aman di sini, sepertinya Aku harus membawanya pergi dari tempat ini, Aku tidak mau terjadi sesuatu kepadanya." batin Farel.


Setelah kedua pria itu lari dari rumah Hani, Farel pun segera mengetuk pintu jendela kamar mandi dan menyebut nama Hani.


"Hani!!! Ini Aku, Farel!"


Seketika Hani menoleh ke arah jendela, Ia hafal betul dengan suara suaminya, Hani beranjak berdiri dari bak mandi, tentu saja dengan melilitkan handuk pada tubuhnya yang indah. Setelah itu Ia berjalan ke arah jendela dan membukanya.

__ADS_1


Hani melihat suaminya yang sedang berdiri dan tersenyum kepadanya, pun sama Hani juga terlihat malu-malu kucing melihat kedatangan sang suami. Namun, ada yang membuat Hani mengerutkan keningnya saat dirinya melihat wajah sang suami yang tampak sedikit memar akibat pukulan dua orang itu.


"Wajahmu kenapa, Mas?" tanyanya sembari memegang dahi Farel yang tampak mengeluarkan darah sedikit.


"Tidak apa-apa, eh masa kamu tega sih, biarkan Aku berdiri di sini, ajakin masuk kek." seru Farel sembari menatap wajah Istrinya dengan mesum.


Hani pun segera membukakan jendela kamar mandi lebar-lebar. Sehingga memudahkan Farel untuk masuk ke dalam kamar mandi.


Kini Farel sudah berada di dalam kamar mandi sang tetangga, nyatanya Farel tidak berkedip sama sekali saat melihat sang tetangga yang saat ini terlihat begitu mendebarkan. Pria itu mulai mendekatinya dan segera menarik pinggang Hani dan langsung melepaskan handuk yang dipakai oleh sang tetangga.


"Mas Farel, kamu!" Hani tampak gugup saat Farel melepaskan penutup seluruh badannya tanpa terkecuali.


"Aku lebih suka jika kamu tidak usah memakai baju, sangat cantik dan sangat seksi, Aku sangat menyukainya." ucapnya sembari berbisik pada telinga sang tetangga. Sementara kedua tangannya tampak sudah piknik kemana-mana. Hingga akhirnya tanpa sadar Farel menemukan sebuah tanda di punggung Hani, yaitu sebuah tahi lalat yang cukup besar ada pada punggung Hani, mengingatkan Farel pada Hana, mendiang istrinya. Farel sempat melihat tanda pada punggung Hana saat istrinya sedang berganti pakaian.


"Tanda ini???" ucapnya sembari mengusap-usap tanda itu pada punggung Hani.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2