
Tampaknya jiwa kepo para tetangga mulai membara, mereka pun saling berbisik membicarakan kejadian yang baru saja mereka lihat.
"Ya ampun Bu Vivi, nggak nyangka ya Pak Farel itu bisa begitu sama tetangga baru itu." celetuk Bu Endang.
"Hmm ... Saya yakin sekali, mereka berdua pasti punya hubungan serius, Bu Endang lihat sendiri, kan! Bagaimana caranya Pak Farel melambaikan tangan, iyuuhhh kayak mesra gitu, terus si cewek itu juga main senyum-senyum aja, kelihatan banget kan kalau dia itu suka digituin. Ihhh menjijikkan sekali, hati-hati Bu Endang, jaga suami-suami kita, jangan sampai kayak Pak Farel tuh." balas Bu Vivi dengan wajah sinisnya.
"Iya Bu Vivi benar, itu pasti gara-gara Pak Farel sering banget ditinggal istrinya kerja ngartis, Pak Farel pastinya jarang mendapatkan kasih sayang, giliran ada tetangga seksi eh dia nemplok." sahut Bu Endang.
"Pokoknya kita harus ngomong sama Bu Nindy, biar nggak kebiasaan tuh cewek, kita juga nggak mau kan kompleks kita dihuni oleh Pelakor, ih amit-amit!" sahut Bu Vivi.
Sang tukang nasi goreng pun cuma bisa geleng-geleng kepala melihat kedua Ibu-ibu itu sedang bergosip.
"Ibu-ibu, ini nasi gorengnya, semuanya dua puluh lima ribu." seru sang tukang nasi goreng sembari memberikan pesanan nasi goreng Bu Vivi dan Bu Endang.
__ADS_1
Kemudian Bu Vivi tampak cengar-cengir karena Ia melihat isi dompetnya yang tinggal lima ribuan. "Aduh Bang! Saya bayarnya besok aja ya, Bang! Duwit lagi menipis nih! Cuma goceng doang!" mendengar ucapan dari Bu Vivi, si tukang goreng pun menyahuti, "Haduh Bu ... ngomong aja digedein, duwit dong digedein, urusan gosip aja semangat, urusan bayar nasi goreng ngutang, iyuuhhh!" celetuk sang tukang goreng kesal.
Bu Vivi pun melihat Bu Endang yang sedang mengeluarkan dompetnya dan membayar nasi goreng miliknya, melihat itu Bu Vivi pun berniat untuk berhutang sementara nasi goreng yang belum Ia bayar.
"Maaf Bu Endang, sepertinya Saya memerlukan pertolongan Bu Endang, biar si tukang goreng itu nggak ngomel-ngomel." seru Bu Vivi memberanikan diri.
"Bu Vivi minta tolong apa sama Saya?" tanya Bu Endang sembari menghitung uangnya yang berada di dalam dompet.
Mendengar ucapan dari Bu Vivi, Bu Endang pun tidak semudah itu meminjamkan uang kepada tetangganya itu, Bu Endang yang memiliki sifat yang sama seperti Mail bin Ismail di film Upin dan Ipin, memiliki jiwa mata duwitan yang tinggi. Bu Endang pun tidak mau rugi meskipun Ia meminjamkan uang senilai dua puluh lima ribu kepada Bu Vivi.
"Baiklah! Saya akan meminjamkan uang kepada Bu Vivi, tapi syaratnya nanti uang itu kembali tiga puluh ribu, jika Ibu bersedia Saya pinjamkan uangnya sekarang, gimana?" seru Bu Endang dengan tersenyum.
"Huuhh dasar rentenir!" gumam Bu Vivi. Karena terpaksa, Bu Vivi pun jadi pinjam uang kepada Bu Endang dengan catatan nanti uang kembali harus lebih lima ribu. Dan Bu Vivi menyetujuinya.
__ADS_1
Setelah uang itu diberikan kepada Bu Vivi, Bu Endang dengan segera pergi meninggalkan Bu Vivi dan tukang nasi goreng.
"Saya pergi dulu ya, Bu! Tetap ingat nanti uang kembali harus tiga puluh ribu. Jika Bu Vivi tidak membayarnya sesuai persyaratan, maka Saya tidak akan segan-segan untuk mengadukan sikap Ibu di grup chat Ibu-ibu lambe Ndower. Pasti Bu Vivi jadi bahan bullyan sekompleks. Hati-hati, ya!" seru Bu Endang yang membuat Bu Vivi kesal dan jengkel. Kemudian wanita itu segera pergi meninggalkan mereka berdua.
"Huuu dasar tukang rentenir! Tak sumpahin nanti kamu matinya lidahnya melet dan bercabang kayak lidah ular." umpat Bu Vivi dengan wajah sinisnya.
Sang tukang nasi goreng pun hanya tertawa melihat kedua wanita itu, baru saja mereka berghibah membicarakan Farel dan Hani, selang beberapa menit mereka sudah bertengkar.
"Ya elah Bu! Makanya jangan suka ghibahin orang lain, mending ghibahin duwit aja biar Ibu nggak sampai kering dompetnya, biar nggak ngutang." rupanya ucapan dari si tukang goreng membuat Bu Vivi tersinggung dengan wajah sinisnya.
"Dasar tukang goreng, tahu apa kamu, nih duwitnya, besok bakalan Aku beli tuh gerobak kamu, huuhh kenapa sih hari ini begitu menyebalkan!" umpat Bu Vivi yang membuat si tukang nasi goreng semakin tertawa.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1