Menggoda Suami Tetangga

Menggoda Suami Tetangga
Pertengkaran ibu-ibu kompleks


__ADS_3

Hari berganti hari, sejak kejadian itu warga kompleks sekitar rumah Farel, heboh dengan gosip Hani tengah berbadan dua, dan tentu saja hal itu sampai di telinga Farel.


Farel yang saat itu baru sampai di rumahnya, tiba-tiba Ia dikejutkan Ibu-ibu rumpi yang tak sengaja sedang membicarakan tentang Hani. Saat itu ada beberapa Ibu-ibu tetangga Farel yang baru saja pulang dari pengajian dan mereka berjalan tepat di depan rumah Farel, kebetulan di depan rumah Farel ada tukang jualan bakso, mereka pun membeli bakso sembari bergosip ria.


"Eh Ibu-ibu, tahu gosip terkini dan terupdate nggak?"


"Apaan tuh?"


"Itu si Hani, tetangga baru kita tuh."


"Eh iya, denger-denger janda itu seorang Pelakor, iya nggak sih?" .


"Hu um bukan hanya Pelakor, dia itu janda genit, tahu nggak sih si Hani sekarang tuh sedang bunting."


"Haaa masa sih Bu, dia kan janda mana mungkin bisa hamil, oh mungkin saja ia diceraikan suaminya pas sedang hamil, bisa jadi, kan?"


"Nggak mungkin, Bu! Secara ya si Hani itu jadi selingkuhan Pak Farel, diihh menjijikkan sekali, kan?"


"Ya ampun! Ini sih bakal heboh, si Hani hamil dengan Pak Farel, kita nggak bisa biarin ini terjadi, ini sungguh memalukan."


"Hmm kita udah laporan ke pak RT, supaya si Hani itu diusir dari kompleks kita, apa Ibu-ibu mau kalau si Hani itu menggoda suami-suami kita, yang namanya Pelakor Bu, nggak akan lihat model suami kita, biar udah tua, jelek, keriput, suka kentut. Diiih kalau ada wanita gatel yang berniat menggoda suami kita, pasti mereka bakal mepet."

__ADS_1


"Ya kali Bu kalau suaminya berduit, kalau enggak ya mana mungkin mau sama model suamimu, udah jelek kere pula."


"Eh kalau ngomong biasa aja dong, nggak usah jelekin suami saya, kayak suami situ paling iyes aja."


"Idiiih siapa yang jelekin, orang situ sendiri yang bilang suaminya gitu, ngga sadar, ya!"


"Eh awas, ya!"


"Eh apa apa?"


Alhasil, ghibahan mereka berujung saling ejek dan berantem, Farel yang awalnya serius mendengarkan percakapan mereka, akhirnya Ia pun ikut melerai ibu-ibu tetangga yang sedang ribut di depan rumahnya.


Di sisi lain, keributan itu membuat Hani keluar dari rumah dan melihat kejadian yang melibatkan ibu-ibu kompleks itu.


"Ada apa sih? Berisik banget." Ucap Hani lirih sembari melihat sekumpulan Ibu-ibu yang saling beradu otot.


"Astaga! Ibu-ibu kayak nggak ada kerjaan lain aja, heran!" ucap Hani saat melihat kegaduhan dari mulut Ibu-ibu kompleks, hingga akhirnya ia melihat sang suami datang melerai ibu-ibu itu.


Hani tersenyum melihat sikap suaminya, ia pun memperhatikan Farel dari arah teras rumahnya, sungguh pria itu sudah membuat Hani tidak bisa menjauh darinya, selangkah lagi Ia akan mendapatkan Farel untuk selamanya.


Akhirnya, ibu-ibu itu bubar dengan penampilan yang acak-acakan, mereka pulang ke rumah masing-masing dengan saling menatap sinis.

__ADS_1


Farel pun menghela nafasnya dalam-dalam, Ia tidak menyangka hubungannya dengan Hani bisa seheboh itu, hari itu Farel akan menunjukkan sesuatu kepada istrinya, sebuah hadiah yang akan merubah hidup Nindy dan dirinya, dimana Farel telah mendaftarkan perceraiannya ke pengadilan agama.


Sebelum Farel masuk ke dalam rumah, Ia melihat Hani yang sedang memperhatikan dirinya, Farel tersenyum dan melambaikan tangan kepada Hani, dan tak lupa Farel selalu memberikan kode kepada Hani untuk bertemu malam ini.


Hani tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Hani sendiri sudah tidak sabar ingin bertemu dengan suaminya, karena Ia akan memberikan kabar gembira untuk Farel, di mana dirinya sekarang sedang mengandung anak mereka, dan gosip tetangga itu ternyata benar adanya.


Setelah mereka saling memberikan kode, Farel pun mulai masuk ke dalam rumah, tak disangka Ia disambut oleh Nindy dengan ramah dan terlihat Nindy begitu bahagia, entah rencana apa lagi yang akan Nindy lakukan.


"Mas! Kamu sudah pulang?" sapa Nindy sembari menggandeng tangan suaminya. Pemandangan itu rupanya tak luput dari perhatian Hani yang masih berdiri di teras rumahnya. Jujur Hani masih sangat cemburu melihat Nindy yang masih merayu suaminya.


Hani pun segera masuk ke dalam rumah agar pemandangan itu tidak bisa dia lihat lagi, Hani tidak sanggup jika harus membayangkan suaminya bermesraan dengan Nindy.


Farel menoleh ke arah rumah Hani, ternyata Hani masuk ke dalam rumahnya saat melihat dirinya disambut dengan mesra oleh Nindy, dengan cepat Farel segera melepaskan tangan Nindy yang bergelayut pada tangannya.


"Lepaskan! Aku mau mandi dulu, aku capek sekali, aku mau istirahat. Sepertinya mulai sekarang kita tidak usah dekat-dekat lagi, kita akan bercerai, dan aku sudah mendaftarkan perceraian kita." Sahut Farel sembari menepis tangan istrinya, ia pun segera masuk ke dalam rumah tanpa menghiraukan dirinya sama sekali.


Seketika Nindy berkata, "Aku nggak mau bercerai, Mas! Kita tidak akan pernah bisa berpisah, aku tidak akan membiarkan kamu menceraikan aku, aku tidak terima!" umpat Nindy.


"Brengsek kamu, Mas! Ini semua gara-gara perempuan itu, pokoknya aku harus segera bertindak, jika tidak lama-lama perempuan itu bakal mengambil suamiku." Umpat Nindy dengan geramnya.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2