Menggoda Suami Tetangga

Menggoda Suami Tetangga
Aku hamil, Mas!


__ADS_3

Hani tampak mengerucutkan bibirnya, ia masih kesal melihat suaminya saat bersama Nindy saat itu.


"Hei kok diam aja sih, ngomong dong! Kamu marah, ya?" tanya Farel sembari menciumi pipi Hani.


"Enggak! Siapa juga yang marah, aku nggak marah kok," balas Hani yang masih bersikap dingin kepada Farel. Farel menatap dalam-dalam bola mata Hani kemudian berkata, "Kamu tidak bisa membohongiku, kamu marah saat Nindy memelukku, bukan?"


Hani terdiam, kemudian ia menundukkan wajahnya tidak menatap wajah sang suami, tentu saja Farel dibuat gemas dengan sikap sang istri. Ia pun berusaha untuk merayu sang tetangga untuk tersenyum kembali.


"Kau tahu! Malam ini rasanya seperti hampa, aku berada di dekat wanita yang kucintai tapi rasanya aku seperti berada di kutub Utara, sangat dingin sampai menembus ke tulang-tulangku, hatiku beku saat kulihat wajah wanita yang kucintai diam membisu, katakan padaku apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu tersenyum, hmm?"


Hani masih terdiam meskipun Farel sudah berusaha untuk merayunya.


"Jangan menatap ku seperti itu dong, Sayang! Aku takut sekali melihat tatapan mata ini, aku ingin melihat Hani yang selalu tersenyum padaku, selalu mesra padaku," seru Farel yang terus menerus mencumbu sang tetangga.

__ADS_1


Tentu saja Hani tidak bisa menguasai dirinya saat Farel mulai bibirnya dengan lembut, Hani tampak memejamkan mata saat Farel membangkitkan gairah sang tetangga dengan terus menyentuh permukaan kulit putih itu dengan bibirnya. Hingga akhirnya bibir Farel tiba di sebuah tempat yang menyembul ke atas, dengan dua pucuk kembar yang sekarang terlihat lebih gelap tidak seperti biasanya yang berwarna pink cerah.


Sejenak Farel mengerutkan keningnya kenapa dua butir Cherry yang biasa Ia nikmati itu berubah warna menjadi lebih gelap. Ia pun bertanya sebelum dirinya merasakan pucuk Cherry yang kenyal itu.


"Kenapa sekarang warnanya berubah? Tidak seperti biasanya, aku rasa sekarang rasanya lebih padat dan lebih berisi, katakan apa ini sakit?" tanya Farel sembari merremas dua gunung yang kini lebih menantang itu.


Hani tersenyum dan entah kenapa rasa marahnya hilang saat Farel menanyakan hal itu, akhirnya Ia bisa mengatakan kepada suaminya jika dirinya sedang mengandung anak mereka.


"Maksud kamu?" Farel pun semakin penasaran. Kemudian Hani berkata sesuatu yang pastinya akan membuat Farel sangat bahagia jika pria itu mendengar kabar yang akan diucapkan oleh Hani. Hani meletakkan tangan sang suami pada perutnya, agar Farel mengerti jika dirinya kini sedang berbadan dua.


"Sebentar lagi di sini, dalam perut ini. Anak kita akan tumbuh besar, Mas! Anakmu ... kamu akan menjadi seorang Ayah, Mas! Aku hamil."


Mendengar pengakuan dari Hani, seketika kedua mata Farel tampak berkaca-kaca, ia sangat terharu, bertahun-tahun dirinya menginginkan seorang bayi tapi tidak pernah Nindy kabulkan, sekarang ia mendapatkannya dari wanita lain yang tak lain adalah sang tetangga yang baru satu bulan ia kenal.

__ADS_1


"Anakku? Bayiku?" tanya Farel yang berusaha untuk meyakinkan dirinya jika apa yang ia dengar bukanlah sebuah mimpi. Hani menganggukkan kepalanya dan Ia menunjukkan test kehamilannya.


"Iya Mas! Ini bayi kamu, darah daging kamu, anak kita." Balas Hani dengan bahagianya. Farel pun segera mencium perut Hani dengan lembut, di mana saat ini janin itu sedang tumbuh dalam rahim Hani.


"Ohh ... Sayangku! Anakku sayang, aku sangat bahagia sekali mendengar ini, sehat-sehat kamu, Nak! Papa akan selalu menjagamu, kamu adalah anakku, kecebong ku ...!"


Kata terakhir Farel seketika membuat Hani terkejut dan menatap wajah Farel yang saat itu sedang melihat Hani dengan cengar-cengir.


"Hehehe ... bukankah seperti itu, Sayang?" seru Farel sembari mengusap-usap perut Hani dan menciumnya.


"Hmm ... kamu tuh ada-ada saja!" sahut Hani sembari tersenyum. Setelah cukup lama Farel membelai perut Hani, rupanya tangan itu mulai bertamasya ke tempat lain di sekitarnya. Sehingga membuat Hani tampak terpejam dengan menggigit bibir bawahnya.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2