
Saat Hani dan Farel sedang asyik-asyiknya menikmati indahnya surga dunia, ada sepasang telinga yang mendengarkan suara dari dalam rumah Hani, suara yang cukup membuat bulu kuduk berdiri.
"Waduh! Mereka sedang ngapain? Aku sangat yakin jika Tuan Farel berada di dalam rumah si cewek ini, huuuuhh dasar Pelakor! Aku harus melaporkan kepada Nyonya, mereka berdua harus digerebek. Tapi, Aku harus punya bukti dulu untuk meyakinkan jika Tuan Farel sedang berada di dalam rumah si Hani." batin Arum sang asisten rumah tangga Farel yang curiga jika Tuannya itu ada skandal dengan sang tetangga.
Arum semakin mendekatkan telinganya pada tembok kamar mandi milik Hani, samar terdengar suara rintihan wanita, suara itu terdengar kecil karena gemericik air dari shower membuat suara desaahan Hani terdengar sayup.
Hingga akhirnya suara itu menghilang, dalam kesunyian malam suara-suara aneh dari rumah Hani terdengar cukup keras, sehingga membuat Sang asisten rumah tangga Farel semakin kepo karena Ia curiga jika Farel berada di dalam rumah sang tetangga.
"Loh! Kok suaranya hilang?" batin Arum yang sudah tidak mendengar suara rintihan Hani lagi. Ia pun masih penasaran dengan keadaan di dalam rumah kontrakan Hani, ternyata suara itu berpindah di suatu tempat, kini suara-suara Hani yang sedang keenakan terdengar lebih keras dan anehnya suara itu diiringi oleh suara laki-laki yang sangat Arum, yang tak lain adalah suara majikannya.
__ADS_1
"Ouuhhhh faster Baby!!!!" suara Farel yang terdengar serak.
"Sayang! Aku mau keluar." balas Hani dengan suara manjanya. Seketika Arum membelalakkan matanya saat mendengar suara Farel bersama Hani.
"Hoo ya ampun! Itu beneran suara Tuan Farel! Ternyata dugaan ku benar, Tuan Farel dan si Hani berselingkuh. Ini tidak bisa dibiarkan, Aku harus lapor sama Nyonya, biar tuh perempuan kapok." batin Arum yang masih penasaran dengan Farel dan Hani.
Farel pun merebahkan tubuhnya di samping Hani, kemudian Hani menyandarkan kepalanya pada dada sang suami sembari berjalan, "Mas! Apa kamu tidak menyesal dengan hubungan kita sekarang? Aku takut jika nanti kamu akan kecewa padaku."
"Kecewa? Untuk apa Aku berpikiran seperti itu, kamu adalah Hani, dan kamu adalah wanita yang sudah membuat hatiku jatuh cinta." balas Farel sembari mengusap punggung Hani.
__ADS_1
"Tapi, kamu sudah beristri, Mas. Aku tidak mau dicap sebagai perebut suami orang," kata Hani yang memancing suaminya untuk berbicara tentang dirinya.
"Aku tidak pernah menganggap mu sebagai perebut, Aku tulus mencintaimu. Karena hubungan ku dengan Nindy tidak mungkin bisa dipertahankan lagi, Aku akan segera menceraikannya dan segera menikahimu. Aku mohon padamu jangan bicara itu lagi, Aku pasti akan menikahimu. Kamu tahu, kehadiranmu mengingatkan ku pada seseorang, saat aku melihatmu, di situ aku merasa dia hadir, meskipun sebenarnya dia sudah tidak ada di dunia ini."
Mendengar pengakuan dari Farel, sekilas terukir senyum dari bibir Hani. Ternyata sang suami masih mengingat sosok Hana, entah apa yang akan terjadi jika Hani mengaku dia adalah Hana, istrinya Farel.
Tapi, untuk sekarang Hani masih menyembunyikan identitas aslinya, Dirinya benar-benar ingin melihat Adik sepupunya menderita sama seperti dirinya dulu, ditinggal begitu saja oleh sang suami. Dan parahnya suami pergi bersama sang Pelakor di depan mata istri sah.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1