Menik

Menik
cincin tunangan dimobil


__ADS_3

Minggu siang yang cerah,Menik sudah tampil cantik dengan dress hitam pendek nya dan sepatu serta tas pesta yang sewarna.


hari ini Menik akan ke resepsi pernikahan mantan sahabat dan mantan pacar nya.


Menik sedang menunggu pak dosen untuk menjemput nya ,saat dikamar Menik sedang sibuk memandangi wajah nya yang cantik dengan make up Korea dan lipstik merah menyala yang sengaja Menik beli untuk acara ini biar terlihat jika dia baik baik saja ketika asiten rumah tangga nya mengetok pintu kamarnya.


"permisi non,pak Kevin nya sudah didepan"katanya sambil membuka sedikit pintu kamar ku.


"oh iya mbak,terima kasih mbak"


aku pun melangkah kan kakiku dengan elegan ke arah parkiran depan dan betapa terkejutnya aku melihat mobil yang selalu dibicarakan kakakku setiap hari dan foto yang terpajang di hp dan di laptopnya kini ada di depan rumahku.mobil yang kalau tidak salah ingat seharga 22 miliar rupiah.


mobil Lamborghini Aventador s v j grigio asal Italia dengan warna abu-abu dengan aksen kuning pada bagian bodi skirt dan bagian belakang.tidak lupa dengan velg berwarna emas.dan kalau tidak salah ingat kecepatan nya 350 km /jam.


aku masih terbengong-bengong melihat mobil yang sangat cantik itu ketika pintu mobil itu terbuka keatas dan seseorang melambaikan tangan nya untuk cepat masuk.aku pun masuk ketika pintu mobil itu sudah terbuka.


"jangan lupa seat belt nya"kata pria itu,aku pun mengunakan nya lalu dia mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi.aku tidak berani melihat ke depan hanya memejamkan mataku.karena ini pertama kalinya aku naik mobil yang seperti ini.untung kota Jakarta lenggang waktu hari Minggu seperti ini.


"sudah sampai"katanya.aku pun membuka mataku perlahan dan benar saja aku sudah tiba di sebuah parkiran hotel berbintang lima.


"terima kasih pak,tapi sepertinya saya nanti saat pulang naik taksi online saja pak"kataku.


"kenapa?"tanyanya heran.


"saya masih sayang nyawa saya pak,saya masih ingin wisuda, kerja ,membangun usaha kecil kecil an dan mendatangi tempat tempat yang indah yang belum saya datangi"kataku menjelaskan.


"ha ha ha"tawa pak dosen menggelegar di dalam mobil.


"ih pak dosen kok ketawa in Menik"kataku sambil memukuli pundak pak dosen.


"sorry sorry ya saya ketawain kamu"katanya sambil menghentikan tangan ku .dan kami pun saling bertatapan dalam beberapa detik.akhirnya aku yang memutuskan tatapan itu.


"i..i..iya pak,tapi bapak jangan ketawain saya lagi ya"ujar ku sambil menarik tangan ku yang masih dipegang pak dosen dengan pelan.


"iya ..iya ..saya janji enggak akan ngetawain kamu lagi,habis kamu lucu banget loh nik , sumpah,"katanya mengangkat kedua jari nya.


"lucu dimananya pak? perasaan Menik biasa biasa aja deh"


"iya lucu, emang nya kamu pikir saya mau bunuh kamu gitu?, ini pertama kali ya kamu naik mobil kayak gini?"


"enggak pak,iya pak"kataku Dengan cepat dan grogi.


"yang mana yang iya yang mana yang enggak?"tanyanya menaikkan alisnya sebelah.


"maksudnya,saya enggak berpikir bapak akan bunuh saya ,dan iya buat mobil ini,ini pertama kalinya saya naik mobil seperti ini pak, biasanya saya naik Alphard atau Fortuner dan Pajero kalau super car baru kali ini"kataku menjelaskan panjang lebar agar pak dosen yang satu ini tidak salah paham.


"oh gitu"katanya mengangguk angguk mengerti.


"ya udah,yuk pak turun"kataku sambil melepaskan seat belt yang mengikat.


"nik, tunggu bentar"katanya menghentikan ku yang mau membuka pintu.


lalu pak dosen mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna biru tua dan nampaklah dua buah cincin ,yang satu cincin berlapis emas putih dengan cincin berlian besar bentuk hati ditengah nya dan satunya cincin berlapis emas putih putih.


"ini dikasih mom, sebagai cincin pertunangan kita atau lamaran karena kemaren mom lupa membeli cincin pas pertemuan keluarga kita"


"oh iya pak"


pak dosen pun memasang kan cincin berlian itu dijari menik.dan Menik pun memasang kan cincin tanpa berlian ke tangan pak dosen.


"ok,udah selesai masalahnya, sekarang waktunya kita keluar"katanya lalu membuka pintu mobil,begitu juga menik.


pak dosen mendekati Menik dan mengandeng tangan Menik .


Menik yang terkejut pun membelalakkan matanya tetapi kemudian seutas senyum mengembang diwajahnya.


akhirnya dia bisa jalan bareng dengan cowok tampan idamannya.rasanya nanti malam Menik pasti bisa tidur dengan mimpi sangat indah.


"kok kamu senyum senyum sendiri nik?kamu lagi enggak stress kan?"tanya pak dosen ketika selesai memberikan kunci mobil ke petugas parkir hotel.

__ADS_1


"enggak pak,saya enggak stress,saya sangat waras saat ini"kataku membela diri.


"oh syukur deh,saya kira kamu jadi stress menuju gila karena mau bertemu mantan kamu"


seketika Menik menghentikan langkahnya,dan dia baru ingat kalau tujuannya kesini adalah bertemu mantan dan mantan sahabat nya yang menikah.


"udah ayo,tenang ada saya,saya akan selalu ada buat kamu , enggak akan saya izinkan siapapun nyakitin calon istri saya, seujung kuku pun"katanya menarik tubuh Menik untuk berjalan kembali.


kata katanya sungguh indah pikir Menik, seandainya saja pak dosen beneran suka sama aku secara tulus.


mereka pun tiba di sebuah ballroom hotel yang berwarna emas putih dengan lampu yang sangat indah diatasnya dan tamu yang sangat banyak.


tamu-tamu dengan berbagai macam pakaian dan warna tapi rata rata pakaian mereka batik dan jas untuk pria, sedang kan untuk wanita kebanyakan memakai kebaya dan dress panjang atau pendek dan sepatu high heels mewah yang menghiasi kaki kaki yang sudah terawat itu.


setelah mengisi buku tamu dan memberikan dua buah amplop,yang ternyata sudah disiapkan oleh pak dosen mereka pun masuk.menik sampai lupa membawa amplop karena sebenarnya dia malas kesini.


"kamu mau langsung salaman atau mau makan dulu nik,"tanya pak dosen.


"terserah pak dosen saja pak,saya ikut saja"


"ok, langsung aja kali ya"


"iya pak"kataku lalu pak dosen pun menarik tangan ku ke pelaminan.


di sana ada ibu dan ayah nya kedua pasangan dengan pakaian berwarna abu abu yang seragam yang berada di kiri dan kanan sang pengantin.


sedangkan kedua pasangan ,yang wanita tampak cantik dengan gaun panjang lebar dan mengembang seperti kurungan ayam berwarna biru muda dan mahkota kecil di atas jilbabnya serta suaminya dengan jas biru muda dan sedikit hiasan permata putih didepan nya.


"selamat ya,semoga menjadi keluarga yang langgeng sampai kakek dan nenek dan segera diberikan momongan"kata Menik ketika mendekati sang mantan pacar.


"iya nik,semoga Lo juga cepat nyusul ya"


"iya "kata Menik sambil salaman.


lalu ketika dia mendekati sahabatnya.


"selamat ya,semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah"kata Menik dengan hanya menyalami tanpa cium pipi kanan dan kiri.


"nik,yang sama Lo siapa?"


"pacar gw yang Lo ketemu di bengkel kemaren ,kenapa?"Menik pun melirik kesebelah nya memastikan orang yang disampingnya,ya memang pak dosen Kevin disebelah nya dan dia tidak salah orang.


"masa sih nik,gila ganteng banget nik, perasaan kemaren bapak bapak yang sama Lo deh bukan cowok ganteng kayak gitu"


Menik pun melirik lagi pak dosen.menik baru sadar kalau pak dosen sangat berbeda.yang kemaren di bengkel dia hanya mengenakan kemeja dengan lengan digulung dan celana bahan .


sedangkan yang ini kemeja hitam dengan jas hitam dengan sedikit aksen putih di jas nya dan ke dua buah kancing kemeja yang dibuka diatasnya menambah kesan seksi.


serta tidak lupa dengan rambut pak dosen yang awalnya berwarna hitam tanpa poni kini berubah coklat dan berponi yang sedikit dibentuk keriting didepannya.


cakep banget kayak idol korea yang selalu Menik tonton dan wajah pak dosen yang seperti nya juga menggunakan sedikit make up yang tidak terlalu terlihat.


'kenapa gw baru sadar sih kalau dia berubah dan jadi ganteng ,pasti gara gara gw fokus mikirin dua kampret ini'batin Menik.


"ya udah ya, sekali lagi selamat"kataku mengalihkan pikiran ku.


"iya nik, walaupun gw tahu Lo enggak ikhlas ucapkan selamat buat gw"


"terserah Lo dah,i don't care,yang penting gw cuma mau jadi orang baik walaupun Lo enggak baik"


"sialan Lo"


"nik,anak anak datang loh kayaknya lagi pada makan deh,tadi gw di wa"


"oh iya"kataku malas menanggapi.


"iya nik, mereka akhirnya enggak benci gw lagi gara gara gw bilang Lo udah punya pacar baru dan ikhlas in mantan Lo buat gw"


"oh"kataku.

__ADS_1


lalu melanjutkan salaman dengan kedua orang tua sahabat ku dan berbasa basi.


lalu aku menunggu pak dosen untuk turun bareng saat diujung panggung pak dosen dan mantan ku yang sedang berbisik bisik.


sedangkan saat Kevin bersalaman dengan mantan pacar Menik.


"selamat ya bro, semoga langgeng"


"iya thanks,Lo kapan nyusul? "


"secepatnya,ini masih nunggu wedding organizer gw kabarin"


"Lo beneran mau nyusul nikah?"


"iya"


"sama Menik?"tanyanya lagi tidak percaya.


"ya iya donk,terus sama siapa lagi,Menik kan calon istri gw,nih lihat gw sama Menik udah tunangan"kata Kevin menunjuk kan jari manisnya yang sudah dibalut cincin putih.


"oh gitu,tapi kalau gw boleh saran"


"saran apa?"


lalu sang mantan Menik mendekati telinga Kevin dan berkata


"ubah pikiran Lo bro,dia enggak pandai ciuman nanti Lo nyesel lagi, walaupun Menik pakai lipstik warna merah menyala dan menggoda begitu ,gw aja yang udah pacaran sama dia 3 tahun,gw yang cium dia duluan dan dia cuma mematung aja ,gw enggak mau Lo nyesel nantinya, makanya gw milih selingkuh sama istri gw yang sekarang"


"oh gitu bro, thanks deh buat sarannya bro tapi asal Lo tahu gw udah ajarin Menik ciuman yang hot kok jadi Lo tenang aja,nanti gw tunjukkan deh pas gw nikah ,datang ya,nanti gw kasih undangan nya kalau udah jadi dari wedding organizer gw"kata Kevin tersenyum dan menepuk pundak berjas biru itu dan meninggal kan ya.


'sialan,sialan gila bisa stress gw hadapin orang kayak gini,jahat banget mulut nya sama calon istri gw,untung gw bisa nahan untuk enggak tonjok dia disini,kan enggak lucu pengantin gw tonjok di resepsi pernikahan nya sendiri'batin Kevin.


dan tibalah Kevin bersalaman dengan mantan sahabat Menik.


"selamat ya,semoga langgeng"kata Kevin saat bersalaman.


"iya pak,terima kasih pak,sayang saya baru ketemu bapak saat saya udah nikah"


"memang nya kenapa?"tanya Kevin heran.


"ya kalau saya kenal bapak saya pasti nikah sama bapak lah enggak sama pacar saya yang sekarang"katanya tersenyum manis dengan mata yang berkedip-kedip genit.


dan sang suami menyenggol tangan sang istri lalu berbisik."kamu apa apaan sih jangan gatal sama cowok lain, ingat tadi pagi kita udah ijab kabul,kamu udah sah milik aku"


"iya iya tahu,tadi kan aku bilang seandainya,kan kenyataan nya aku kenal kamu dulu dibandingkan pacarnya Menik"


"awas ya kamu"


"awas apa,kamu berani sama aku?"katanya melotot tajam ke sang suami.sedangkan sang suami cuma tersenyum dan terdiam.


"maaf ya pak,suami saya bikin malu aja"kata sahabat Menik tersenyum manis.


"iya ga pa pa,tapi kan kamu bilang kemaren saya bapak bapak waktu di bengkel,kenapa sekarang mau kenal saya lebih dulu dibandingkan menik?"


"iya pak maafkan mulut saya ini ya pak,saya enggak tahu kalau bapak ganteng banget kalau pakai baju dan style bapak sangat keren sampai saya ngiler pak"


"oh iya terima kasih tapi sayangnya saya akan menikah dengan Menik,nanti saya kasih tau undangan nya pas wedding organizer kami sudah kasih ke kami"


"oh gitu pak,saya kira bisa kali saya tikung , ternyata sudah mau nikah,saya baru mau ceraikan suami saya pak atau pembatalan pernikahan pak kalau bapak bisa saya tikung"


"maaf ya tapi ini cincin pertunangan saya dengan Menik"kata Kevin kembali menunjukkan cincinnya.


"selamat ya pak buat pertunangan nya, walaupun saya enggak rela, nanti kalau diundang Menik saya datang pak"


"iya pasti kami undang, pasti saya suruh Menik undang kalian,sekali lagi selamat ya buat pernikahan nya"


"iya pak, terima kasih sudah menyempatkan diri hadir"


"iya sama sama"

__ADS_1


Kevin pun berjalan dan bersalaman kembali dengan orang tua pengantin wanita dan kembali mengandeng Menik yang sudah menunggu diujung panggung dengan wajah yang penasaran.


__ADS_2