
sore yang cerah cenderung panas di sebuah kampus swasta bernama awan putih dan fakultas ekonomi jurusan manajemen terdapat banyak mahasiswa dan mahasiswi pintar yang mulai menguap karena bosan cuma satu makhluk yang bahagia siapa lagi kalau bukan Menik.
"nik ,Lo enggak bosan?"tanya Cindy berbisik takut kena marah dosen yang sedang mengajar.
"enggak"kata Menik sambil tersenyum manis.
"nik, emang Lo ngerti yang diajarin ?Lo kan enggak masuk kelasnya 3 kali"
"enggak ngerti"jawab Menik polos.
"terus Lo kenapa senyum senyum sendiri gitu sih?serem tahu"kata cindy sambil merinding.
"ya gw suka lah,dosennya ganteng,ini kan pak kevin yang kita ketemu waktu itu kan,gw sih enggak ngerti dia ngomong apa yang penting dia cakep "
"OMG"
"kenapa OMG?"
"gw kira tadi Lo ngerti dia ngomong apa, terus tadi gw kira Lo kemasukan setan penunggu kampus ini, ternyata Lo lagi terkagum kagum sama wajah dosen killer"
"ya enggak apa apa dong,namanya juga suka"
"iya gw kira Lo ngerti dia ngajar mata kuliah manajemen pemasaran ini, ternyata gw salah"
" salah kenapa?"
"salah duga kalau Lo mahasiswi pintar"
"ya namanya gw suka habis dia cakep pakai banget malah"
"ya udah , lanjut lanjut nik,gw diam aja dipojokkan"
"ok"kata Menik tidak mempedulikan sahabatnya dan melanjutkan mengagumi wajah dosen pujaan hatinya.
akhirnya kelas manajemen pemasaran pun berakhir dan nampak lah Menik kecewa.
"sampai disini dulu ya kelas nya,kalau ada pertanyaan silahkan hubungi saya di nomor wa atau sampai kan pertanyaan nya saat pertemuan berikutnya"kata Kevin sambil merapikan laptop dan bukunya.
"oh iya saya lupa, untuk yang namanya Menik saya mau bicara tolong tinggal di kelas sebentar"kata Kevin menambah kan.
mahasiswa dan mahasiswi berjalan keluar kelas tinggallah Menik dan Kevin di ruangan kosong tersebut.
"kamu Menik?"tanya Kevin tak percaya.
"iya pak"
"kok kamu berbeda sama yang kita ketemu di bengkel?"tanya Kevin melihat Menik dari ujung rambut sampai ujung kaki.
menik yang dihadapannya Menik yang penampilan nya sederhana hanya kaos dengan celana jeans panjang dan sepatu flat bukan dengan mini dress dan high heels nya dan wajah Menik cuma dihiasi lipstik berwarna nude saja apalagi rambut Menik, rambut nya yang keriting buatan itu hilang entah kemana tersisa hanya rambut lurus panjang berwarna coklat yang di kuncir kuda.
"he he he ,iya pak,tadi saya buru buru ke kampus jadi enggak ada kesempatan dandan pak"
"oh"
"bapak ada apa ya panggil saya ? masalah saya enggak masuk kelas bapak ya?atau masalah mobil kesayangan bapak?"tanya Menik panjang lebar.
"saya mau tanyakan mobil saya gimana keadaan nya?"
"oh,iya pak, sebentar ya pak"kata Menik lalu buru buru mengambil handphone nya dan menelpon bengkel langganan nya.
"hallo mas,iya ini Menik,mobil yang waktu itu gimana ya keadaan nya?"Menik diam sebentar dan terakhir hanya kata kata "iya mas ,ok, terima kasih mas" dan Menik mengakhiri panggilan telepon nya.
"katanya udah siap pak dan udah mau diantar ke alamat rumah mas dimas karena katanya sopir nya mas Dimas masih di kantor mas Dimas belum bisa ambil"
"oh,ayo kita ambil sekarang mobilnya"
"kenapa saya ikut pak?lagian mobilnya udah mau diantar ke rumah kok"
"karena kamu yang nabrak mobil saya ,kamu harus tanggung jawab sampai akhir lah dan saya enggak percaya sama bengkel langganan kamu,kalau ada sopir nya Dimas saya percaya karena dia yang biasanya merawat "
"iya pak,ayo pak kita ke bengkel"
"kamu udah enggak ada jam kuliah kan?"
"udah enggak pak"
"ok bagus,ayo jalan"
"iya pak"
Menik dan pak kevin pun berjalan di koridor kampus dan sampai ke parkiran.semua mata tertuju kearah mereka berdua.
kevin mengikuti Menik hingga ke parkiran mobil Menik, parkiran mobil mahasiswa dan tamu bukan parkiran khusus dosen dan staf kampus.
"pak,bapak kenapa ikuti saya?"tanya Menik didepan mobil nya mau mengeluarkan kunci mobilnya.
"saya mau ikut mobil kamu?"
"bapak mau numpang mobil saya?"tanya Menik heran.
"iya "
"kenapa pak?mobil bapak cuma ada 1 dan yang di bengkel itu?"
"sembarang aja kamu kalau ngomong,mobil saya ada diparkiran dosen,saya mau naik mobil kamu biar pulang bareng my baby dan mobil di kampus saya suruh sopir yang lain yang jemput"
"oh ,saya kira"
"kamu kira apa?"
"saya kira bapak miskin,soalnya kantor mas Dimas besar banget kenapa mobil bapak cuma satu"
"udah cepatan buka in pintunya saya mau masuk"kata Kevin yang malas membahas omongan Menik.
"iya pak "kata Menik lalu masuk dan mengemudi kan mobilnya.disepanjang perjalanan dosennya hanya tidur saja hingga mobil tiba di bengkel.
"pak,pak dosen Kevin,pak,pak "panggil Menik sambil menggoyang goyangkan badan Kevin.
Kevin pun membuka matanya dengan perlahan"oh udah sampai ya?"
"iya pak udah sampai,bapak tidur dari tadi"
__ADS_1
"iya saya kecapekan, sorry ya enggak ngajak kamu ngobrol"
"gpp pak,ayo pak turun"
"iya"
Menik dan Kevin pun turun dari mobil dan bertemu dengan montir langganan Menik.
"eh mbak Menik,apa kabar mbak?"tanya montir itu sambil tersenyum manis.
"baik mas,mas nya apa kabar?"
"baik mbak Alhamdulillah baik mbak"
"oh syukur mas kalau baik,mas mobil yang kemarin gimana ?tadi katanya udah selesai kan?"
"udah mbak, sebelah sini mbak mobil Nya"katanya mengarah kan Menik kearah mobil itu ditaruh.menik pun berjalan diikuti oleh Kevin dibelakang nya.
"silahkan dicek mbak Menik mobil nya,nanti kalau ada yang kurang kasih tahu saya,saya tinggal buat ngecek mobil yang lain dulu ya mbak"
"iya mas, makasih mas"
dan montir pun pergi tinggallah Menik yang sedang memperhatikan Kevin melihat mobilnya dengan senter hp sampai ke sela sela mobil dan berjongkok berdiri berjongkok lagi .
dalam hati Menik heran sampai segitu detail nya melihat mobil itu.
sampai tanpa disadari Menik ada dua pasang mata yang melihat dan mendekati mereka.
"Lo Menik kan?"tanya orang tersebut .menik kaget.
"iya"jawab Menik datar.
"masih ingat gw enggak?gw Justin, mantan Lo di SMA"
"oh iya"kata Menik malas.
"Lo apa kabar nik?"
"baik"
"Lo sama siapa kesini?sama sopir Lo ya?mana sopir Lo?kok enggak kelihatan"
"gw sama dia kesini"kata Menik me nunjuk Kevin yang sedang melihat mobil nya dengan seksama.
"oh"
"pacar baru kamu ya nik? enggak nyangka selera kamu buruk nik habis putus dari aku,selera kamu bapak bapak sekarang"
"Bu-"belum selesai Menik membantah seorang wanita dengan kaos putih dan celana jeans pendek sudah memotong kata katanya.
"sayang kamu jangan kayak gitu donk,kan Menik kasihan ,kamu kan tahu Menik tuh susah dapat pacar ada yang suka sama dia aja udah syukur"kata Clara mantan sahabat Menik yang sedang bergelayut manja ditangan sang kekasih.
"Lo ya, mulut Lo tuh"
"mulut gw kenapa nik?mulut gw seksi ya makanya pacar Lo mau sama gw dan ninggalin Lo yang buruk rupa kayak gini"
"buruk rupa Lo bilang?"
"lo-"kata Menik sambil menunjuk wajah Clara dan menurunkan tangannya dengan cepat.
Awalnya Menik mau menampar wajah mantan sahabat nya cuma dia ingat kalau dia ditempat umum .
seandainya tidak sudah habis Clara ditangan Menik seperti waktu SMA Menik menjambak dan memukuli wajah Clara hingga luka luka , hingga Menik di skors dan sang ayah tidak memberikan dia uang jajan selama 1 bulan sehingga dia tidak bisa hang out keluar dan untungnya Menik masih bisa jajan karena sekolah Menik sudah termasuk makan disekolah.
Justin lari ke mobilnya dan mengambil 2 buah undangan dan diberikan nya kepada menik.
"ini apa?"tanya Menik ketika melihat kartu dengan gambar kedua orang yang dihadapannya dengan sampul ungu.
"ya undangan lah,masa sekarang Lo jadi bodoh juga setelah enggak cantik"
"iya gw tahu ini undangan,tapi undangan siapa?"
" undangan kami nik,kami mau nikah nik,gw sama Clara nikah Minggu ini, datang ya "kata Justin tersenyum tipis.
"oh"
tiba tiba Kevin mendekati Menik.
"nik, mobil nya udah bagus,montir langganan kamu hebat,nanti saya kesini lagi deh buat service"
"iya pak"
"kok manggil pacar bapak nik?ya gw tahu sih pacar Lo kayak bapak bapak gini model nya " sindir Clara.
"pacar Menik?saya ?"tanya Kevin menunjuk dirinya sendiri.
"iya ,bapak kan pacar nya Menik, enggak mungkin kan sopir barunya Menik?"
"bukan saya bukan pacar barunya Menik,saya ini-"
"udah lah pak enggak usah malu gitu, walaupun Menik ini malu malu in buat dijadiin pacar ,ngaku aja pak "kata Clara kembali memotong kata kata orang.
"oh iya pak,itu undangan pernikahan kami berdua udah saya kasih ke Menik ya pak, menikah nya Minggu ini pak,kami tunggu kedatangan nya pak"
"oh,saya lihat dulu jadwal saya ya,kalau ada waktu saya datang"
"datang dong pak, walaupun malu punya pacar yang biasa aja kayak gini buat dibawa ke kondangan,datang ya pak"kata Clara dengan senyuman sangat manis di bibirnya.
"lihat nanti ya"kata Kevin akhirnya.
"ya udah kalau gitu kami pergi dulu ya pak,nik,bye"kata mereka pergi dari hadapan Menik dan Kevin.
Menik dan kevin saling tatap dan akhirnya Menik yang memutuskan tatapan itu.
"maaf pak"kata Menik seraya menundukkan kepalanya.
"maaf buat apa?kamu salah apa sama saya?"tanya Kevin tidak mengerti.
"maaf karena saya bapak Kevin harus ketemu sama mantan pacar dan mantan sahabat saya"
"oh karena itu"
__ADS_1
"iya pak,sekali lagi saya minta maaf pak"
"iya enggak masalah,saya yang harus nya minta maaf sama kamu sama teman kamu juga sih"
"minta maaf kenapa pak?"tanya Menik juga heran.
"minta maaf karena udah buat kalian malu waktu di bengkel kemaren udah marahin kalian berdua, tolong sampaikan ke teman kamu ya"
"iya pak nanti saya sampaikan sama Cindy"
"dan tolong tetap berteman sama Dimas ya, jangan karena saya kalian enggak mau teman an sama Dimas"
"ya enggak lah pak,saya sama Cindy bisa bedain orang ,dan kami enggak sangkut pautkan seseorang sama orang lain pak,jadi pak kevin santai aja"
"thanks ya"
"iya pak"
"tadi kamu bilang dia mantan pacar sama mantan teman kan?"
"iya pak,dulu dia pacar saya pas SMA dan diambil sama sahabat saya yang sekarang jadi mantan sahabat,dan mereka sekarang mau nikah"
"kamu jadi datang ke acara mereka?"
"ya enggak lah pak, kayak orang kurang kerjaan aja"
"kok kurang kerjaan?"
"ya kurang kerjaan lah pak,kalau saya ke sana kan saya lihat mereka bahagia sedangkan saya masih jomblo, nanti pulang pulang saya nangis lagi pak"
"kalau kamu ke sana sama saya gimana?"
"kenapa sama bapak?kan bapak bukan pacar atau orang yang lagi dekat sama saya pak"
"ya karena kamu teman adik saya dan saya kasihan sama kamu,saya tahu rasanya dihina orang,dikatain jomblo ngenes lah,bujang lapuk lah dll, tapi itu kalau kamu mau ya"
"mau pak,mau,mau banget"kata Menik sambil mengangguk kepalanya berulang.
"ok, berarti udah pasti ya kita pergi bareng,di sana kita harus kelihatan mesra biar dia panas,ya pura pura pacaran tapi pas di sana aja"
"ok pak ,thanks ya pak dosen"
"iya, sekarang kita pergi ke butik langganan saya mau?buat persiapan pesta mereka biar kayak pasangan beneran"
"iya pak"
lalu Menik pun membayar biaya bengkel dengan kartunya dan mobil Menik mengikuti mobil Kevin dari belakang karena Menik tidak tahu letak butik langganan Kevin.
saat di butik Menik dan kevin disambut oleh pemilik tokonya langsung.
menik sangat kaget butik yang dia datangi sekarang adalah butik yang sering didatangi oleh artis, pengusaha dan juga selebgram yang di endors.bukan butik baju yang biasa didatangi menik.
Menik terkagum kagum oleh design interior bangunan nya.dan karyawan yang sangat banyak sedangkan tamu nya hanya sedikit.
"hai koh Kevin "sapa pemilik toko dengan riang.
"aduh Miss Denise jangan panggil koh dong,saya kan cuma campuran Chinese bukan 100 persen "
"oh ya ampun saya lupa,koh kan maunya dipanggil pak ya,maaf ya pak kevin kalau lihat muka muka oriental, kulit putih sama mata sipit mulut ini seenaknya sendiri manggil koh,maaf ya pak kevin"
"iya gpp"
"ada keperluan apa nih pak kevin?ada yang saya bisa bantu?"
"ada dong pastinya,saya sama teman saya lagi cari baju buat ke acara nikahan sahabat teman saya"
"ya ampun ribet banget ngomong nya pak kevin,jadi pak kevin cari baju buat ke acara nikahan kan"
"iya Miss"
"terus teman nya mana pak?"
"ini "kata Kevin sambil menunjuk Menik yang dibelakang nya.miss Denise memperhatikan Menik sebentar.
"oh , cewek ini,ok pak kevin yuk kebelakang kebetulan saya punya baju yang cocok ,yang pasangan gitu gpp kan?"
"gpp,malah itu yang kami cari Miss"
"ini pacar nya ya pak?"
"bukan"
"oh iya saya lupa lagi kan tadi pak kevin bilang nya teman"
"iya "
"silahkan pak dan mbak nya"
lalu Kevin dan Cindy disuruh mencoba banyak pakaian,dari batik dan jas buat Kevin dan Menik dress dress manis dan seksi.lalu mereka diukur sesuai ukuran mereka.
"ini buat acara kapan ya mau dipakainya?"tanya Miss Denise sambil menulis dibuku sakunya.
"tunggu sebentar ya Miss saya lihat dulu undangan nya"lalu Menik mengambil tasnya dan memberikan 1 undangan ke pak kevin dan membacanya sebentar.
"buat tanggal 8 Miss"
"ok,kalau begitu tanggal 7 saya kirim ke alamat yang udah ditulis ini kan"
"iya Miss "kata mereka berbarengan.
"ya ampun kalian kompak banget,semoga jodoh ya"
"enggak Miss"kata mereka berbarengan lagi.
"ya ampun lucu banget, ngomong nya kompak lagi"
"Miss kami permisi ya"
"iya"
lalu Kevin dan Menik pun meninggalkan Miss Denise dan melakukan pembayaran ke kasir depan ,awalnya Kevin yang mau membayar tapi Menik memaksa karena ini untuk kepentingan dia pribadi jadi dia tidak mau membebankan ke kevin.lalu mereka pun berpisah pulang ke rumah masing-masing.
__ADS_1