Menik

Menik
bertemu calon Mama mertua tanpa disadari


__ADS_3

Malam yang dingin Menik dan teman temannya memasuki restoran ayam cepat saji yang bergambar kakek berjenggot putih.


saat akan memilih tempat duduk mereka memilih yang paling belakang agar bisa mengobrol tanpa menganggu orang lain.


"eh ini dompet siapa?"tanya Menik ke teman temannya.


menik mengambil dompet yang tergeletak dilantai dekat tempat duduk menik, dompet manis berwarna coklat dengan brand terkenal didepan nya.


"mana kita tahu nik,kita kan juga baru sampai kayak Lo,coba Lo teriak deh siapa tahu orang nya masih ada disini juga "kata Amanda,teman satu kampus Menik.dan yang lain mengangguk setuju.


"hallo,bapak,ibu,mas ,mbak ,ada yang kehilangan dompet?"tanya Menik dengan suara nyaring kayak toa mesjid dan mengangkat tinggi tinggi dompet coklat itu.


"mbak, maaf mbak ,itu dompet saya"kata seorang wanita paruh baya dengan banyak belanjaan makanan dari restoran cepat saji.


"oh iya Bu,ini dompet nya Bu,lain kali hati hati ya Bu"kata Menik memberi pesan dan menyerahkan dompet coklat tersebut.


"iya mbak, terima kasih banyak mbak, maaf mbak tadi saya buru buru karena ada telepon masuk dan ketinggalan dompet nya,saya hanya fokus sama belanjaan saya mbak"katanya mengangkat kedua tangannya yang penuh dengan belanjaan makanan dari restoran cepat saji itu.


"iya Bu sama sama ,Bu boleh saya bantu angkat belanja nya sampai ibu naik kendaraan?"tanya Menik dan teman teman Menik cuma melotot kearah Menik karena tidak suka Menik berbuat baik sama ibu tersebut .


"boleh mbak, boleh banget mbak, kebetulan saya benar benar butuh bantuan saat ini"kata ibu itu yang merasa sangat tertolong.


"teman temanku yang cantik cantik,gw pergi sebentar ya,kalau gw kelamaan balik Lo pada pulang aja ya"


"ok nik"kata Menik serempak.


"iya Bu,mari saya antar"kata Menik lalu mengambil belanjaan ibu tersebut dan mempersilahkan ibu tersebut untuk jalan didepan.


sesampainya ibu itu dan Menik diparkiran mobil Mercedes Benz e-class, dan sopir sudah memasukkan makanan ke bagasi mobil.


"ini buat kamu, terima kasih udah bantuin saya ya"katanya sambil menyodorkan beberapa uang 100 ribuan ke depan Menik.


"maaf Bu,saya tidak bisa terima,saya nolong ibu ikhlas tanpa harap imbalan sama sekali"kata Menik sambil mendorong uang itu kembali ke arah ibu tersebut.


"maaf,maaf, maaf nak,saya enggak ada maksud menghina kamu,ini hanya ucapan terima kasih dari saya,tapi kalau kamu tidak mau saya kasih kamu kartu nama saya saja ya,saya lihat seperti nya kamu anak kuliahan,nanti kalau kamu butuh pekerjaan hubungi saya saja ya nak,saya punya beberapa usaha yang bisa kamu masuki "katanya dengan menyerahkan 1 lembar kartu nama.


"enggak usah Bu, terima kasih"kata Menik kembali mendorong kartu nama itu.


"ya udah kalau kamu tetap menolak,saya cuma bisa mengucapkan terima kasih banyak nak atas bantuan nya, semoga kelak saya bisa ketemu kamu lagi anak baik"


"iya Bu,sama sama,Bu saya permisi mau ketemuan sama temen temen saya"kata Menik pamit.


"iya nak,sekali lagi terima kasih ya "


"iya Bu,"


lalu Menik pergi meninggalkan parkiran menuju restoran sedangkan sang ibu masuk mobil dan meninggal kan parkiran menuju rumah mewah nya dengan senyuman terukir di bibirnya.


nafas Menik hampir habis karena ternyata jarak parkiran mobil sang ibu ke restoran sangat jauh.


"nik,Lo lama amat sih, ngapain aja Lo sama si ibu?"tanya Cindy kesal.


"sabar ya Bu ibu,saya mau nafas dulu"kata Menik menduduki bangkunya.


"ini nik,minum dulu"kata Amanda menyodorkan sebuah gelas kertas dengan minuman dingin berwarna coklat didalamnya.


"thanks aman"kata Menik lalu meminum minuman tersebut, terasa sangat menyegarkan di tenggorokan nya.


"heh Lo enggak sopan banget,udah gw baik baik sama Lo, malah manggil gw aman,aman kepala Lo peyang.nama gw Amanda ya"


"iya iya gw tahu nama Lo , Amanda,kan gw juga enggak salah aman kan depan nya"


"ah,suka suka Menik aja deh,malas balas"


"cakep"ujar Menik.


"nik Lo belum jawab pertanyaan gw ,tadi Lo ngapain aja sama si ibu?"tanya Cindy masih penasaran.


"enggak ngapa ngapain,gw cuma nganterin terus dikasih uang terus gw tolak"


"kok Lo tolak nik,kan sayang nik,berapa banyak nik dikasih? pasti banyak ya soalnya dompet nya aja bermerek"


"kalau Menik tolak tuh pasti dikasihnya dikit"kata Valentina.


"eh ada Valentina,hai Valentina"kata Menik menyapa sambil melambaikan tangan.


"yah adalah Lo kira dari tadi gw patung gitu"kata Valentina emosi.


"sorry, sorry, habis dari tadi Lo enggak bersuara ,gw kira tadi maskot baru"


"sialan Lo nik"kata Valentina lalu memukuli Menik .


"aduh"


"rasain , makanya jangan main main sama gw"kata Valentina masih memukuli Menik.


"Tina,udah stop ah ntar kita dituntut lagi sama papanya Menik kalau anaknya luka"kata amanda mencoba memisahkan Menik dan Valentina.


"yah ,gw tuntut balik lah,gw kan juga punya pengacara keluarga"


"iya iya tahu yang sugih"


"Lo semua juga pada kaya,cuma pura pura miskin aja,pakai baju yang tidak ada merek kalau ke kampus,padahal kalau makan malam di hotel berbintang Lo pakai baju bermerek yang seharga mobil"

__ADS_1


"Tina,anak baik,kita itu lagi mengalami krisis global jadi kita harus menghemat biaya yang tidak perlu"


"ah bulshit Lo,Lo aja kesini naik mobil pribadi,kalau mau hemat tuh naik angkot atau ojek online yang pakai promo,baru gw percaya omongan Lo pada"kata Valentina enggak mau kalah.


"udah deh jangan berantem,kita kan disini mau ngebahas pak kevin sama Menik"kata Cindy mengingat kan mereka.


"oh iya,sampai lupa "kata mereka Amanda dan Valentina bareng.


"nah iya nik, sekarang gw berhenti in dulu aniaya Lo,ini lebih penting"


"nah bagus gitu tin,iya nik,tadi siang Lo kan janji mau cerita tapi karena kita ada jam kuliah dan ada tugas kelompok dan baru selesai jam segini,Lo hutang penjelasan ke kita kita"


"iya iya sorry, namanya kita sibuk "


"ayo nik cepat cerita,Lo ada apa sama pak kevin?Lo pacaran ya sama dia?kok bisa jalan bareng kemaren di kampus?"berondong pertanyaan dari Cindy.


"sabar dong cin,ini gw mau cerita dulu"


"ok,ok , kita dengar in "kata mereka bertiga kompak dengan menyiapkan telinga untuk mendengar penjelasan Menik.


"jadi gini teman teman,gw sama pak kevin itu enggak ada apa apa".


" loh kok bisa?bukanya kemaren Lo jalan bareng sampai naik mobil bareng lagi,Lo bohong ya nik?"tanya Cindy enggak percaya.


"iya serius gw enggak bohong"


"terus Lo kemana sama pak kevin kemarin?"tanya Amanda.


"gw sama pak kevin ke bengkel mobil,karena kan teman gw Cindy yang sangat cetar membahana ini udah membuat mobil pak kevin rusak"


"ko bisa nik?tapi mobil nya pak kevin baik baik aja di kampus"


"iya nik,mobilnya yang Fortuner putih kan?baik baik aja tuh diparkiran"


"bukan yang putih,mobil yang di bengkel warna hitam,yang enggak pernah dibawa ke kampus dan mungkin enggak pernah dibawa kemana mana , mobil kesayangan dia"


"oh"kata mereka bareng.


"kok bisa dirusak Cindy? kalau mobil itu enggak pernah ke kampus, emang Cindy datang ke rumah pak kevin buat ngerusak mobilnya?kok Cindy bisa tahu itu mobilnya pak kevin ?"tanya Amanda sangat penasaran.


"jadi gini man,berapa hari yang lalu kan gw tuh enggak ada sopir dan gw minta Cindy buat jemput terus pakai mobil gw terus si kampret ini bawa mobil dengan joget-joget dan nabrak mobil didepan dan ternyata yang bawa mobil itu adalah adiknya pak kevin"


"pak kevin punya adek?"tanya Valentina.


"punya tin, ganteng banget malah,gw aja suka,Lo kalau ketemu dia juga bakalan suka gw berani jamin"


"lebih cakep pak kevin atau adek nya ?"tanya Amanda.


"lebih cakep pak kevin lah"kata Menik.


"Dimas?"


"Dimas nama adek nya pak kevin"kata cindy.


"oh,jadi adek nya pak kevin bawa mobil kesayangan pak Kevin gitu?terus Lo tabrak cin"tanya Valentina.


"tepat sekali,100 buat Lo"kata cindy.


"ogah gw kalau 100,kalau 1 juta baru gw lumayan buat beli makanan nya hamster dirumah"


"yee,siapa juga yang mau ngasih Lo duit"


"terus nik,kenapa enggak sih Cindy aja yang disuruh teman in dia ke bengkel?kan Cindy yang ngerusak mobil pak kevin"


"tadi kan gw udah bilang dia nabrak nya pakai mobil gw,terus Karena rasa tanggung jawab gw sebagai penabrak , mobil nya gw taruh ke bengkel langganan gw"


"oh "kata mereka kompak.


"jadi jelas kan alasan gw ?"


"jelas banget nik"kata Amanda.


"jadi Lo pada jangan buat gosip dan dengerin gosip yang enggak penting lagi ok?"kata Menik sambil memakan burger didepannya.


"iya nik"kata mereka berbarengan.


"terus Lo enggak ada apa apa gitu sama pak kevin?pas dijalan nik"


"enggak ada ,pas gw jalan ke bengkel pak Kevin tidur di mobil katanya kecapekan,terus pas pulang kita naik mobil masing masing"


"pas pak Kevin tidur Lo enggak mau cium gitu nik? kan kesempatan nik buat mumpung dia enggak sadar"kata cindy menggoda Menik.


"sinting Lo, kalau gw gitu Yang ada kita tabrakan lah,kecuali..."


"kecuali apa nik?"


"kecuali pak Kevin dan gw dibelakang"


"anjing Lo nik,dosen sendiri mau Lo perkosa"


"ha ha ha"tawa Menik kencang sampai beberapa orang melihat kearah meja mereka.


cindy buru buru mendekap mulut Menik dan tersenyum kearah beberapa pasang mata yang memperhatikan mereka.

__ADS_1


"Lo sih nik,kita dilihat in orang banyak tuh"omel Amanda.


"sorry, sorry, sorry ya teman teman"


"udah yuk balik,malu gw dilihat in orang banyak"kata Valentina.


"ayo"kata Menik dan Cindy bareng.


lalu mereka bergegas keluar dari restoran tersebut dan menuju parkiran mobil masing masing dengan sopir mereka yang sudah setia menunggu dan pulang ke rumah masing-masing.


Dilain tempat dirumah keluarga Salim,sang nyonya rumah ibu Rina Salim sudah tiba dengan selamat sedangkan kedua putra dan suaminya saat ini sedang duduk santai di ruang keluarga memainkan handphone masing masing.


"hallo anak dan suamiku yang tampan tampan,"


"hai sayangku"kata sang suami lalu memeluk dan mencium pipi istrinya.


"hai mom"kata Dimas dan Kevin lalu memeluk sang ibu bergantian.


"mom,habis dari mana?kok malam malam keluar sendiri? kenapa enggak ajak Dimas buat nemenin mamy?Dimas kan khawatir mom"ujar Dimas masih memeluk erat sang ibu.


"satu satu donk kalau ngomong,mamy capek nih,mamy duduk dulu ya"kata ibu Rani Salim dan melepaskan pelukan sang anak dan mendudukkan dirinya di bangku kayu jati dilapisi busa yang sangat empuk.begitu juga Dimas,Kevin dan sang papi.


"jadi mamy itu ke restoran cepat saji ,mamy tiba tiba pengen ayam tapi maunya beli sendiri biar kayak ibu ibu normal"


"perasaan Kevin,mamy ibu normal deh"


"iya secara fisik, tapi coba kamu lihat Kevin,yang masak, bersih bersih dan belanja semuanya orang yang kita bayar,mamy kerja nya cuma arisan dan ikut pertemuan sana dan sini"


"tapi kan mom jadi capek belanja sendiri,tugas mereka kan buat membantu kita mom"


"iya mom tahu kok,lagian mamy enggak capek kok,tadi mamy dibantu sama anak perempuan cantik buat bawain barang mamy tapi kayaknya enggak kaya seperti kita"


"mamy dibantu orang?"siapa mom?mamy kenal?"tanya Dimas.


"mamy enggak kenal,dibantu sama satu anak perempuan kayaknya sih mahasiswi yang lagi nongkrong sama temen temen nya"


"oh,terus mamy enggak kenapa kenapa kan?"tanya Kevin.


"mamy baik baik saja ,tadi itu dompet mamy hilang terus diketemukan sama anak perempuan itu terus dia nawarin bawain barang"


"tebakan papi,pasti anak itu mamy kasih uang terus ditolak"kata pak Salim ikut berpartisipasi.


"kok papi bisa tahu?"


"yah papi kan udah bisa tebak orang seperti apa dia,terus pasti mamy kasih kartu nama dan yang ini diterima kan mi?"tanya pak Salim .


"kalau ini papi salah,anak itu enggak mau terima Pi"


"kok bisa mi?biasanya diterima dan beberapa hari kemudian minta kerjaan sama papi"


"makannya mamy kagum sama dia Pi,mana cantik lagi Pi, seandainya aja Kevin belum dijodohkan udah mamy jodoh kan ke anak itu, cantik muda,baik hati lagi Pi,cuma kurang kaya aja Pi kalau mamy lihat dari pakaian nya"


"terus mami Minta no nya enggak?"tanya pak Salim.


"ya ampun Pi,mamy lupa"kata Bu Rina menepuk jidatnya.


"lah terus gimana mau jodoh in kalau enggak tahu dia siapa?, kalau masalah jodoh in kan masih ada Dimas mi,sayang kan anak kualitas bagus gitu enggak jadi menantu kita mi"


"tapi dia kayaknya enggak sekaya keluarga kita deh Pi,papi mau terima?"


"kalau masalah kaya,mudah mi,nanti kita ajarin dia bisnis dari dasar,kita kenalin sama rekanan bisnis papi, sekarang yang terpenting itu kualitas awalnya bagus tinggal dikembangkan aja mi"


"iya juga ya Pi"kata Rina Salim mengangguk setuju.


"Pi, Kevin bisa enggak nolak pernikahan kevin?"tanya Kevin takut takut kepada papinya.


"papi kan udah bilang Kevin ,kamu enggak bisa nolak perjodohan pernikahan ini"


"kenapa Pi?"


"karena kakek nya calon istri mu itu punya hutang budi dan perusahaan kita punya bisnis yang harus diikat dengan pernikahan"


"diikat dengan hukum aja enggak bisa Pi?"


"enggak bisa,sekali papi bilang enggak bisa enggak bisa ya Vin"


"udah Vin , nurut aja kata papi,lagian mamy setuju kok"


"mom,beda umur kami itu 20 tahun,Kevin enggak mau dianggap pedofil mom"


"ya enggak lah,percaya sama mamy,lagian kamu enggak kelihatan setua umur kamu Vin,kamu masih kelihatan umur 25,anak mamy kan ganteng banget dan awet muda"kata sang mamy memuji sang putra sulung.


"lagian kamu Vin,kamu udah umur 38 tahun enggak nikah nikah,banyak teman papi yang udah punya cucu,kamu tahu apa kata mereka dibelakang papi, mereka bilang kamu gay,papi malu Vin"


"papi ,Kevin normal Pi,"kata Kevin membela diri.


"iya papi tahu,tapi orang enggak mau tahu Vin, orang cuma mau yang mereka mau aja tanpa nanya dulu kejelasan nya"


"papi, please Pi"


"maaf Vin,kali ini papi enggak bisa ubah keputusan papi karena ini keputusan kakek dan demi perusahaan kita"


"iya ,vin,Lo terima aja ya"kata Dimas dengan menepuk pundak Kevin yang duduk disebelah nya.

__ADS_1


"Lo enak ngomong gitu?Lo enggak ngalamin kayak gw,coba Lo jadi gw,Lo enggak akan terima "kata Kevin marah lalu meninggalkan ruang keluarga dan kembali ke kamarnya dilantai 2.


sedangkan sang Papy , mamy serta Dimas hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Kevin yang tidak terima dengan perlakuan keluarga nya.


__ADS_2