Menik

Menik
hari sial tidak ada di kalender


__ADS_3

pagi yang cerah tapi tidak dengan perasaan Menik kali ini.


sopir pribadi Menik mengabarkan bahwa dia masih sakit 2 hari lagi baru sembuh.jadilah Menik di jemput Cindy sahabat nya karena sang papa tidak memberikan izin Menik mengemudi kan mobilnya sendiri dan karena kegilaan Cindy yang mengemudi sambil joget joget di mobil hari ini mobil Menik menabrak mobil didepannya .


"Lo sih cin, lihat tuh kita jadi nabrak"kata Menik marah dan melihat kearah mobil yang pengemudi nya telah turun seorang pria tua dengan baju sopir.


"maaf nik,gw ga sengaja,tadi gw lagi menghayati lagu Suko bagi duo yang koplo"kata Cindy sambil melipat kedua tangannya di dadanya sebagai tanda dia minta maaf.


"ah Lo mah,tau gini gw naik taksi online aja kalau tau Lo nyetir kayak sopir angkot yang ngejar setoran"


"emang Lo pernah naik angkot?"tanya Cindy heran.


"ya pernah lah,pas gw SMP, Abang gw yang ngajakin,waktu dia dapat nilai jelek dan takut sama papa dan gw ikut kabur ke rumah eyang "


"oh, baru tahu gw nik,gw kira Lo 100 persen Putri raja yang tidak pernah ikut kehidupan rakyat jelata"


"heh ,gw bukan putri raja ya,gw cuma anak pengusaha biasa"


tiba tiba sebuah ketokan di kaca Cindy diketok, menghentikan pembicaraan mereka yang tidak lain adalah pengemudi mobil yang mereka tabrak.


"udah yuk cepat turun "kata Menik melepas tali keamanan begitu juga Cindy dan mereka membuka pintu dan turun.


"maaf,maaf pak saya enggak sengaja"kata Cindy ketakutan.


"Eneng Eneng tahu ga mobil bos saya ini mahal ,kalau enggak bisa nyopir enggak usah bawa mobil neng ,saya yang jadinya susah,bos saya yang buru buru ke kantor jadi ke hambat karena ulah Eneng Eneng kasihan juga saya neng nanti saya yang kena marah kalau bawa bos saya enggak hati hati,nyawa bos saya berharga neng banyak orang yang mengantungkan hidupnya di perusahaan tempat bos saya pimpin"kata sang sopir Marah marah.


"emang bapak pikir mobil teman saya enggak mahal,mahal banget pak,dan lagi nyawa semua manusia berharga bukan nyawa bos bapak aja yang berharga"ujar Cindy membalas kata kata pak sopir.


"iya saya tahu nyawa setiap manusia berharga tapi nyawa bos saya lebih berharga karena banyak yang bergantung hidup sama bos saya neng"kata bapak itu ikut membalas lagi perkataan Cindy.


"asal bapak tahu ya,teman saya ini anak pengusaha kaya dan mempunyai banyak karyawan juga,bapak tahu pengusaha...,"kata kata Cindy terhenti karena ditutup mulutnya oleh Menik.


"anak pengusaha siapa neng?bos saya juga anak pengusaha dan mewarisi perusahaan saat ini"


tiba tiba dari dalam mobil Fortuner hitam yang Cindy dan Menik tabrak keluar lah seorang pria dengan kemeja putih tanpa dasi dan membuka dua buah kancing bajunya .


"kenapa pak amar?sudah selesai masalahnya?"katanya sambil berjalan mendekati Menik , Cindy dan sopir pribadi nya .


"maaf tuan muda,belum selesai"katanya takut takut.


"begini pak,saya Menik yang punya mobil ini, saya minta maaf teman saya sudah merusak mobil bapak,saya akan memanggil tempat bengkel langganan saya saat ini juga"kata Menik dengan wajah serius.


"oh ,ok,bisa panggil sekarang?"tanya pria itu.


"bisa,bisa pak"lalu Menik masuk kedalam mobilnya dan mengambil handphone dan menghubungi bengkel langganan nya.


"sudah pak , sebentar lagi sampai"


"oh iya , terima kasih"katanya sambil tersenyum tipis.


Lima belas menit kemudian montir langganan Menik datang dan memeriksa mobil itu.


"kalau ini harus dibawa ke bengkel mbak Menik,butuh 2 hari biar Mulus lagi,mau dibawa sekarang ke bengkel mbak Menik?"tanya montir itu sambil tersenyum manis kepada Menik.


"oh iya mas, terima kasih, tunggu ya mas kita diskusi dulu"


"iya mbak"katanya tidak lupa tersenyum ke Menik lagi.


"jadi bagaimana pak?mau dibawa ke bengkel atau saya kasih ganti rugi saja ?"tanya Menik.


"udah dibawa aja deh,tapi sopir saya ikut ya soalnya biar dia nanti yang jemput kalau udah selesai perbaikan"


"iya boleh, terserah bapak saja"


"pak amar,pak amar ikut montir ke bengkel ya trus pak amar langsung pulang ke rumah,nanti kalau pas saatnya pulang saya telpon pak amar,nanti pak amar bawa mobil saya yang lain dirumah"kata pria itu memberikan arahan.


"iya tuan muda,trus tuan muda gimana? enggak jadi kekantor?"tanya sopir nya heran.


"jadi dong,saya naik taksi kalau tidak taksi online kan masih ada"


"tapi tuan muda,itu kan berbahaya"

__ADS_1


"tenang aja ,aman pak amar"


"boleh saya menyela,kalau saya sama teman saya saja yang nganter masnya kekantor bagaimana?"tanya Cindy tiba tiba.sedang Menik cuma menyenggol lengan Cindy.


pria tersebut tampak berpikir sejenak dan menjawab "boleh,kalau tidak merepotkan"


"enggak, enggak,sama sekali enggak kok mas, apalagi masnya ganteng,siapa tahu jodoh saya atau teman saya "kata Cindy tersenyum manis.


"Lo jangan gatel deh"bisik Menik.


"bukan gatel Bestie,ini anugerah yang maha esa buat kita mencari jodoh"bisik Cindy membalas menik lalu berkedip.


"maaf ,bisa antar kan saya kekantor sekarang?"tanya pria itu.


"bisa, bisa, bisa banget mas tampan"kata Menik menggoda.dan sang pria hanya tersenyum tipis.


pria tersebut masuk ke mobil nya mengambil tas ,jas dan dasi yang dilepaskan nya saat menunggu di mobil dan menghampiri mobil Menik dia awalnya mau duduk dibelakang tapi sama Cindy dibuka pintu depan sebelah sopir.


"silahkan calon suami ku"kata Cindy sambil tersenyum genit dan pria itu tersenyum tipis lagi.


Menik setelah memberikan arahan ke montir dia lalu masuk ke bangku dibelakang dan mobil berjalan meninggalkan sopir dan mobil pria itu.


suasana mobil saat ini sangat menyebalkan menurut Menik tapi sangat menyenangkan menurut Cindy.


"nama masnya siapa kalau boleh tahu?"tanya Cindy


"oh iya kenalkan ,saya dimas"kata pria itu sambil sambil tersenyum ke Cindy lalu Menik yang dibelakang.


"kalau saya Cindy dan teman saya yang dibelakang Menik"kata Cindy


"mas nya kerja?kata sopir nya tadi masnya pengusaha ya?"


"iya ,saya cuma pengusaha biasa"


"oh,masnya udah nikah?"tanya Cindy to the poin,dan Menik dibelakang melotot ke arah cindy.


"maaf ya pak teman saya enggak sopan"kata Menik .


"kalau pacar?"tanya Cindy lagi.


"belum juga"


"ada orang yang disuka enggak mas saat ini?"


"jangan dijawab pak kalau enggak mau,cin Lo enggak sopan banget sih"


"yee elo ya Bestie bukan nya mendukung gw cari jodoh,dijawab ya mas please siapa tahu kita terikat benang merah"


"belum juga"


"maaf ya pak,teman saya yang satu ini otak nya kurang 1ons"


"astaga dragon jahat banget Yee mulut Lo,mau Lo gw turunin disini?"ancam Cindy.


"turunin aja, kalau Lo berani?biar ga ada lagi teman buat Lo dijadikan alasan ke Tante kalau Lo mau jalan jalan"


"jangan donk Menik cantik, nyokap gw kan cuma percaya sama nama Lo"


"itu Lo tahu,makanya jangan berani berani ya Lo semena-mena sama gw"


"maaf ya Menik,Menik cantik"


"kali ini gw maafin, karena gw lagi baik hati"


"terima kasih Baginda ratu"


ha ha ha tiba tiba pria itu tertawa terbahak bahak.sedang Menik dan Cindy terdiam bengong.


"mas"


"pak"

__ADS_1


"sorry, sorry kalian lucu banget"


"lucu?"tanya Menik dan Cindy berbarengan


"iya lucu banget,saya boleh enggak jadi teman kalian?"


"boleh jadi suami juga boleh"kata Cindy kembali genit.


"jadi teman aja pak"kata menik.


"kalau jadi teman jangan manggil bapak donk,panggil saya Dimas aja ya"


"tapi umur masnya kayaknya di atas kita deh, masnya kan udah kerja,enggak sopan manggil yang tua nama aja,kita masih kuliah mas"kata Menik menjelaskan.


"kalau mas Dimas aja gimana?"tanya Dimas memberikan saran.


"setuju sama calon imam ku,kan tadi saya sudah manggil mas ,si Menik nih mas manggilnya bapak,bapak,emang mas Dimas bapak Lo nik"omel Cindy.


"yee,gw kan manggil bapak karena mas Dimas lebih tua dari kita Jing"


"ya ampun Menik mulutnya ga disekolah in masa manggil temannya yang baik ini anjing,mas lihat mas,Menik ngomong enggak sopan"kata Cindy mengadu ke Dimas.


"heh mulut gw emang enggak sekolah yang sekolah kan otak gw,udah mas cuekin aja dia emang gitu gila drama"


"ha ha ha,kalian lucu banget"


"ah mas bisa aja"kata Cindy tersipu malu dan Menik memasang wajah mau muntah.


obrolan mereka terus berlanjut sampai hampir mendekati sebuah gedung perkantoran.


"oh iya besok kan weekend kalian ada acara enggak?"tanya Dimas.


"enggak ada mas"jawab mereka Bareng.


"mau nonton film horor enggak,tapi film Indonesia?"


"enggak ah mas, Cindy yang baik hati ini takut sama film hantu,kalau Menik tuh baru suka yang hantu hantu maklumlah mas mukanya Menik kan horor"


"sialan Lo,kalau ada maunya aja Lo bilang gw cantik"kata Menik sambil memukul lengan Cindy sedangkan Cindy cuma meringis karena pukulan Menik.


"jadi kamu suka film hantu nik?"tanya Dimas dan Menik cuma mengangguk.


"mau enggak nonton berdua?"


"mau mas, mumpung belum banyak tugas Minggu ini"


"kok cuma berdua?enggak boleh ah nanti jadi cinlok lagi"


"trus mau Lo apa setan?"marah Menik.


"aku ikut deh mas Dimas ganteng,aku enggak mau mas Dimas diambil Menik,Cindy enggak rela"


"yee"


"tapi tadi kan kamu yang bilang takut sama film horor"


"enggak apa apa deh mas Dimas,demi mas Dimas lautan pun aku sebrang i,asal mas Dimas enggak direbut Menik"


"sialan Lo,gw sama mas Dimas itu cuma nonton dan cuma temen an biasa enggak lebih,iya kan mas?"tanya Menik ke Dimas dan Dimas cuma mengangguk.


"ya udah kalau gitu kita pergi bersama aja "kata Menik memutuskan dan disetujui Dimas dan Cindy dengan anggukan.


dan obrolan mereka pun berlanjut tentang hal hal enggak penting dan random.


Dan ternyata tanpa mereka sadari mobil sudah masuk ke pintu utama salah satu gedung perkantoran.


"ya udah nanti mas Dimas hubungi lagi ya "kata Dimas saat akan turun dari mobil menik karena mereka sebelum nya sudah bertukar nomor wa bahkan akun Instagram masing masing.


"iya mas , selamat bekerja"kata Menik sambil melambaikan tangan nya.


"iya mas, selamat bekerja,cari uang yang banyak ya buat biaya nikah kita yang banyak"kata cindy lalu dipukul kepalanya oleh Menik dan Dimas hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan teman barunya.

__ADS_1


__ADS_2