Menik

Menik
salah paham


__ADS_3

Menik yang baru selesai mandi dikejutkan dengan sebuah ketukan di pintu kamarnya.


hanya mengenakan handuk mandi dan rambut yang masih basah dia membuka pintu kamar nya .dan nampaklah asisten rumah tangga nya mbak Siti yang tersenyum tipis.


"ada apa mbak Siti?"tanya Menik penasaran.


"maaf non,ganggu non Menik"


"iya mbak,gpp ada apa ya mbak?"


"itu non,didepan ada yang anterin bunga"


"oh suruh masuk aja mbak,paling mama yang pesen buat di ruang tamu sama buat ruang keluarga mbak,kayak biasa nya"


"bukan non,bukan dari mama nya non Menik,tapi dari calon suaminya non Menik,dan yang nganter cuma mau non Menik yang terima,itu masih nunggu non Menik di depan"


"pak kevin maksud mbak siti?"


"iya non, karyawan nya masih nunggu non Menik katanya, enggak boleh saya yang terima"


"iya mbak saya siap siap dulu ya ,nanti saya turun"

__ADS_1


"iya non,saya permisi dahulu ya non"


"iya mbak"


Menik pun bergegas Menganti bajunya dan mengenakan make up tipis sedang kan rambut nya cuma dia keringkan sebentar dengan hair dryer.


Menik pun sampai diparkiran depan rumahnya dan sudah terparkir dua mobil pickup berisi bunga diatasnya.


"nona Menik ya?saya Melly dari toko bunga heaven mbak,dan diminta pak Kevin mengantarkan ini buat mbak"kata karyawan toko bunga itu panjang lebar .tapi mata Menik gagal fokus yang dilihatnya hanya bunga yang sangat banyak tepat dibelakang karyawan bernama Melly.


"oh iya mbak Melly"


"iya mbak,saya diminta calon suami nona buat antar kan ini,ini pesannya non,sama ini tolong di tanda tangani"katanya memberikan sebuah amplop pink dengan gambar hati didepan nya dan juga sebuah kertas tanda terima,dan Menik pun hanya paraf asal saja di kertas tersebut.


awalnya Menik ingin menaruh dikamar nya tapi karena kasihan para petugas nya mengangkat hingga ke lantai dua kamar Menik jadi hanya sampai dilantai satu saja bunga bunga itu berada saat ini.


saat semua bunga bunga cantik sudah masuk keruang keluarga nya . karyawan karyawati toko bunga pun permisi dari hadapan Menik dan begitu juga mobil mereka.tinggalah Menik yang sedang duduk mengagumi bunga bunga indah berwarna warni.


"non, bunga nya bagus bagus ya non?"suara mbak Siti mengangetkan Menik .


"ah mbak Siti, bikin Menik kaget aja"kata Menik yang lalu memegang dadanya untuk menghilangkan keterkejutan nya.

__ADS_1


"maaf..maaf non,mbak Siti enggak sengaja,habis mbak Siti kagum banget sama bunganya non"


"iya mbak,gpp,cuma tadi Menik kaget dikit aja"


"maaf ya non sekali lagi,pak Kevin romantis banget ya non,kalau suami mbak Siti non di kampung enggak pernah beli in mbak Siti bunga walau cuma sebatang non"


"iya mbak,pak Kevin romantis juga,saya kira dia kaku kayak kanebo kering,terus mbak kenapa mau nikah sama suaminya kalau kasih bunga aja dia pelit ?"


"ya ampun non Menik ini,masa pak Kevin yang ganteng kayak Koko Koko di PIK dibilang kanebo kering,non Menik kayaknya harus periksa mata deh kayaknya"


"memang mbak pernah lihat pak Kevin?"


"pernah non,dua kali malah,waktu non dianter malam malam sama tadi siang saat non menik dijemput mobil yang keren itu"


"oh,saya kira mbak Siti pernah kenal"


"yah non,kalau saya sih mau banget kenal sama pak kevin,tapi pak Kevin nya yang enggak mau kenal sama saya non"


"ah mbak Siti ini,terus tadi mbak Siti belum jawab pertanyaan Menik kenapa mbak mau nikah sama suami kalau bunga aja dia enggak pernah kasih?"


"karena sering ketemu non,terus dia langsung minta nikah sama Ayah saya non,ya udah nikah mumpung ada yang mau non"

__ADS_1


"oh gitu mba"


"iya non"


__ADS_2