Menik

Menik
menangisi mantan


__ADS_3

"pak kita pulang aja ya,ya ,ya pak dosen"bujuk menik ketika mereka sudah tiba dibawah panggung pelaminan.


"kenapa kita enggak makan dulu nik?,kayaknya enak tuh dimsumnya sama daging kambing nya nik,sama kue kuenya juga kayak nya lezat deh nik"kata Kevin melihat kearah makanan makanan yang terpajang cantik dari jauh.


"please pak,nanti saya traktir bapak deh, terserah bapak mau makan dimana saja sama makan apa saja asal kita keluar dari sini sekarang pak, please pak"


"janji ya, tempat manapun dan makanan apapun yang saya mau?"


"iya janji pak,tapi enggak hari ini ya pak"


"terus saya harus nahan lapar gitu sampai rumah?"


"iya pak, please pak,buat hari ini aja bapak nahan lapar saya yakin pasti dirumah bapak banyak makanan "


"ya emang dirumah saya banyak makanan,tapi saya kan lapar nya sekarang bukan pas dirumah nik,tapi ok deh buat kali ini kamu kasih saya alasan kenapa saya enggak boleh makan disini?"


"alasan nya karena banyak teman teman saya disini dan saya enggak mau mereka tahu saya akan nikah sama bapak,dan saya juga udah enggak kuat disini, saya enggak kuat melihat kebahagiaan mereka pak"


"ok deh,ayo pulang "kata Kevin lalu mengandeng Menik.


sesampainya di depan lobi hotel,mobil Kevin sudah tersedia dan Kevin memberikan beberapa lembar uang merah ke petugas hotel yang sudah membawakan mobilnya.


Kevin pun membawa mobil dengan kecepatan tinggi dan akhirnya tiba di depan rumah Menik dengan selamat.


Dan Kevin baru sadar kalau Menik baru saja menangis dengan mata yang masih merah dan bulir bening di pipinya masih menetes dan buru buru di hapus oleh menik.


"terima kasih pak Kevin"kata Menik melepaskan seat belt nya dan buru buru mau keluar.


"tunggu tunggu,"kata Kevin memanggil dan menarik tangan Menik.


"ada apa pak?"tanya Menik yang kaget ditarik tangan nya.


dan saat Kevin melihat wajah Menik Kevin melihat mata Menik yang masih basah dan hidung merah yang berair,Kevin tanpa pikir panjang langsung mencium bibir merah menik.cup .satu ciuman singkat mendarat di bibir Menik.


"pak ini apa?kenapa cium saya?"tanya Menik menuntut penjelasan ke Kevin dan wajah Menik langsung memerah dan melupakan tangis nya karena kaget .

__ADS_1


"saya hanya mau ucapin selamat siang aja,udah sana cepat turun saya mau pulang,mau makan,lapar berat,gara gara kamu saya tadi enggak makan di pesta"kata Kevin mengusir Menik dengan kibasan tangannya dari mobil.


menik pun lalu turun dari mobil Kevin dengan wajah yang masih memerah dan bahagia memasuki rumah nya.


"ucapin selamat siangnya dengan ciuman gitu kalau sama pak kevin? berarti kalau selamat pagi dan selamat malam juga dicium kayak gini juga,?aduh seneng banget kalau tiap saat dicium sama pak kevin" kata Menik yang berguling guling di kasur nya dengan masih memakai dress dan sepatu high heels hitamnya dikamar nya.


sedangkan Kevin seketika berhenti di pinggir jalan dan memukuli kepalanya "aduh Kevin,Lo kok bisa sih sebodoh itu, ingat Vin,dia itu mahasiswi Lo,main nyosor aja nih bibir"kata Kevin berbicara sendiri dan kali ini memukuli bibirnya yang tidak bersalah.


dan tanpa sadar Kevin baru meraba tangannya yang ada sedikit bekas lipstik dan Buru Buru dia mengambil tissue untuk menghapus bekas lipstik di tangan dan bibir nya.


"eh tapi tadi gw kan lakukan itu karena refleks karena enggak kuat lihat wajah dia yang sedih gara gara menangisi mantan nya yang tidak ada akhlak nya,gw rasanya enggak rela lihat dia nangis in orang itu atau gara gara lipstik merah ini ya makanya gw mau nyosor dia?"tanya Kevin kepada diri sendiri.


" ah bodoh amat lah alasan gw nyosor dia tiba tiba , enggak usah peduli,eh kayaknya itu toko bunga,gw kesitu aja deh buat beli bunga sebagai permintaan maaf udah nyosor tanpa sebab"kata Kevin berbicara sendiri di mobilnya lagi.


untung tidak ada orang di mobil ini,kalau ada pasti Kevin sudah dikatai gila dan dibawa ke rumah sakit jiwa saat ini juga.


Kevin pun melangkah kan kakinya yang panjang ke pintu sebuah ruko yang bertuliskan toko bunga heaven didepannya.


saat memasuki toko, beberapa penjaga toko melihat nya dengan takjub dan terkesima dengan wajah tampan,kulit putih rambut coklat yang menawan dan baju jas dan kemeja serta celana yang pas ditubuh nya.


"siang mbak,saya cari bunga"kata Kevin memulai pembicaraan an.


"iya bunga apa ya pak?"


"bunga buat calon istri saya"


"iya,calon istri bapak suka bunga apa ?mawar,anggrek atau tulip misalnya"


"saya enggak tahu mbak dia suka bunga apa,disini bunganya ada apa aja mbak?"


"banyak pak ada yang impor sama lokal juga pak"


"oh ya udah saya beli semua deh mbak,bisa pakai kartu ini kan mbak?"tanya Kevin menunjuk kan kartu black card-nya .


"bisa pak,bisa banget pak, silahkan duduk dulu pak,saya hitung dahulu stok bunga kami"kata petugas itu sambil sibuk menghitung bunga apa yang masih tersisa di toko tersebut.

__ADS_1


"mbak ,tapi yang buat ke orang meninggal jangan dikasih ya"kata Kevin mengingat kan sang karyawan.


"iya pak"dan mbak tersebut kembali sibuk menghitung dan menulis kan disebuah kertas dan menunjukkan kertas tersebut ke depan Kevin.


"pak totalnya 10 juta pak,ini daftar bunga bunga nya pak,kalau bapak mau?"


"mau mbak, sekarang saya bayar ya mbak?"tanya Kevin yang lalu menggesekan kartu dan menandatangani.


"boleh minta alamat nya pak,sama mau ditulis apa di kartu ucapan nya?"tanya karyawan itu yang sudah menyiapkan kertas untuk menulis .


"oh tolong tulis ini aja mbak, maaf buat yang tadi, jangan marah lagi,tolong hubungi saya secepatnya dari Kevin,udah itu aja mbak,alamatnya ini mbak"Kevin pun menunjukkan alamat rumah yang Menik pernah share kepada nya.


"ok pak, terima kasih banyak pak sudah berbelanja di toko bunga kami,akan segera kami kirim bunganya pak sekarang juga"


"iya mbak,sama sama berterima kasih kepada mbak nya udah bantu saya"kata Kevin lalu pergi melangkah meninggalkan toko bunga dan kembali ke mobilnya.


sedangkan karyawan toko bunga berbondong bondong mendekati kaca untuk melihat kepergian Kevin.


"gila beruntung banget ceweknya udah ganteng,kaya, perhatian lagi "kata sang karyawan yang memulai pembicaraan.


"iya ngirim bunga aja karena enggak tahu bunga apa yang disuka si cewek dia kirim semua bunga yang ada disini kecuali bunga buat orang mati, romantis banget dan enggak pelit"


"kapan ya kita kayak gitu?"


"kapan kapan kali,kita mah cuma bisa mimpi aja"


"iya ya, beruntung banget pacarnya"


"kamu salah bukan pacar,tapi calon istri berarti bentar lagi nikah "


"yah sayang banget ya,"


"udah lah mending kerja kerja enggak usah mimpi in langit kita ini cuma tanah, enggak bisa mencapai langit yang tinggi"


"yuk bisa yuk kerja ,kawan kawan cepat packing bunganya ya"

__ADS_1


"ok" kata karyawan lain dengan semangat dan melupakan mengosipkan Kevin yang telah pergi menuju rumah mewah nya.


__ADS_2