Menik

Menik
bertemu dosen killer


__ADS_3

Disebuah mall di daerah Jakarta Selatan Menik dan Cindy sedang berlarian menuju bioskop tempat mereka janjian dengan mas Dimas,teman baru mereka.


"mas maaf ya telat"kata Menik dan Cindy sambil mengatur nafas nya yang tidak beraturan.


"iya gpp ,ya udah ayo masuk,"kata Dimas tersenyum manis.


"sekali lagi maaf ya mas,ini nih mas gara gara Cindy kelamaan dandan"


"yee Lo kok nyalahin gw, sopir Lo tuh enggak bisa nyalip kayak Valentino Rossi makanya kita telat"kata cindy enggak mau disalahkan.


"heh,Lo kira sopir gw pembalap,dia sopir biasa,dan lagian kalau pun dia bisa nyalip gw yang kena tilang tuh mobil kan atas nama gw "


"udah,udah,saya gpp kok,udah ayo masuk,tapi sebelumnya beli minum dulu ya sama popcorn "kata Dimas menengahi pertengkaran mereka.


"ok mas"kata Cindy dan Menik bareng.


lalu mereka membeli popcorn dan minum dan masuk ke dalam bioskop,saat ini mereka nonton film kisah tanah Jawa:pocong gundul.


saat selesai nonton film


"mas serem enggak?"tanya Menik membahas film yang baru mereka tonton.


"kalau saya sih kurang serem ya nik,lebih serem film yang diperankan Luna Maya, lebih gimana gitu,kamu udah nonton nik?"


"udah mas,iya serem banget yang itu,tahu enggak mas aku sampai kebayang bayang pas dirumah,mas juga enggak?"


"iya,saya bahkan sampai takut ke kamar mandi tapi nonton film serem tuh takut tapi nagih"


"iya mas,seru gitu,kayak naik halilintar di Dufan,serem tapi mau lagi kan aneh ya mas"


"iya,iya banget"


"ih kok pada ngomong berdua aja, Cindy ada disini hello"kata Cindy menginterupsi omongan mereka.


"iya ,iya tahu ada Lo disitu,tapi emang Lo nonton tadi?Lo aja cuma nutup muka ke badannya mas Dimas, untung mas Dimas yang di samping Lo kalau gw udah gw paksa Lo nonton tuh film"


"he he he, enggak nonton nik,gw kan takut,dan lagian mas Dimas kan baik enggak kayak Lo, buktinya mas Dimas milih bangku ditengah karena dia tahu gw takut,enggak kayak Lo jahat sama gw"kata Cindy sambil cengengesan.


"iya mas Dimas mah terlalu baik biarin aja tadi Cindy duduk dekat sama Menik mas,biar Menik paksa dia nonton,biar enggak bisa tidur dia mas"


"saya kan milih ditengah karena saya tahu dia enggak bisa nonton film serem, kasihan nik"


"yah masnya nih terlalu baik sama orang,"protes menik.sedang Dimas cuma tersenyum.


"itu tandanya mas Dimas peduli sama Cindy, apa kah mas Dimas ada rasa sama Cindy?Cindy mau kok mas sama mas Dimas"kata Cindy sambil tersenyum genit dan mata berkedip kedip.


"jangan kepedean Lo ya,mas Dimas peduli karena kita teman"kata Menik dan tiba tiba Dimas mendapatkan telpon dari seseorang dan menjauh dari mereka dan mereka terdiam.


"enggak usah lah kak,kan yang penting mobil nya enggak berbekas"kata Dimas bisik bisik.


"kenapa mas?mobil apa mas?mobil yang aku tabrak ya?"tanya Menik penasaran.


"ini nik, mobil yang kamu tabrak itu sebenarnya mobil Kakak aku,terus dia udah ke bengkel dan mau ketemu orang yang nabrak yaitu kamu"kata Dimas menjelaskan.


"ya udah ayo ketemu sama kakak kamu mas,biar aku minta maaf sekalian."


"enggak usahlah nik,inikan weekend kamu kamu pasti mau jalan jalan sama temen temen kamu atau kumpul keluarga"


"enggak apa apa mas, sekali an si kampret ini juga ikut dan minta maaf kan dia yang buat masalah"kata Menik sambil merangkul Cindy dan Cindy mengangguk.

__ADS_1


"ya udah deh kalau kamu maksa,udah yuk jalan "


"ok"


Di sebuah bengkel yang cukup besar, terlihat lah seorang pria yang mondar mandir menunggu seseorang.


lalu tibalah dua mobil berwarna hitam dihadapan nya yang pertama dia kenal pelat nomor nya tapi yang dibelakang nya dia tidak kenal.


adiknya Dimas keluar dari mobilnya dan mobil dibelakang nya dibukain sama sopir dan keluar lah seorang wanita dengan mini dress merah dan satu wanita lagi dengan dress hijau muda nya.


"lama banget sih Lo"katanya marah.


"sabar donk kak, namanya gw kan baru nonton,dan jalanan macet"kata Dimas memberikan penjelasan.


"mana Yang nabrak my baby?"


"ini kak yang nabrak my baby Lo"katanya menunjuk Menik dan Cindy bareng.


"mas,siapa my baby? perasaan kita nabrak mobil bukan bayi"bisik Cindy ke Dimas.


"my baby itu ya mobilnya kakak gw ,dia manggilnya my baby karena udah dianggap anak nya,emang agak gila kakak gw"


"oh"kata Menik dan Cindy bareng.


tiba tiba Cindy maju ke depan dan melihat pria yang dibilang Dimas kakak nya adalah dosen killer nya.


"pak kevin"panggil Cindy.


"iya,kamu siapa?"tanya Kevin heran.


"saya Cindy pak, mahasiswa bapak dan ini Menik yang nabrak bapak juga di toko buku beberapa hari lalu "kata cindy menjelaskan.


"kak,kakak sabar dulu"kata Dimas mengelus punggung kakak nya.


"diam Lo mas, masalah gw belum selesai sama Lo,gw kan udah bilang jangan pakai my baby,Lo boleh pakai mobil gw yang lain kecuali yang ini"


"ya ampun kak,ini kan cuma mobil,bukan pacar atau istri Lo yang gw pakai"kata Dimas membela diri.


"cuma Lo bilang?bagi gw ini segala nya"


"iya ,iya gw minta maaf udah pakai mobil Lo yang my baby ini,maaf ya kakak"kata dimas mencoba menciptakan kedamaian.


"saya sama Cindy juga minta maaf pak,kami bener bener enggak sengaja pak"


"ok,tapi kalian harus hati hati ingat mobil dan orang itu sama pentingnya jangan asal tabrak saja"


"iya pak"


"mobil saya katanya masih besok baru bisa diambil jadi saya tetap taruh disini dulu"


"iya pak,"kata Cindy dan Menik bareng lagi.


"udah ayo Dimas kita pulang,tadi gw naik taksi online kesini karena gw engga bisa fokus nyetir karena gw kepikiran my baby kabarnya"kata Kevin lalu menarik Dimas masuk ke mobil.


"saya pamit ya"kata Dimas sambil tersenyum lalu naik ke mobil nya diikuti sang kakak dan mobil pun melaju dengan kencang.


"tuh lihat nik,Lo jangan main main sama dosen killer itu"kata Cindy menyenggol lengan Menik .


"nik hallo,kok Lo malah bengong sih"kata Cindy melambaikan tangan dihadapan Wajah Menik.

__ADS_1


"gila cakep banget,makin marah makin cakep"


"sinting Lo ya ,galak gitu Lo bilang cakep,udah ayo pak,kita pulang sekarang"kata cindy meninggalkan Menik sendiri.


"heh Lo kok ninggalin gw ,yang punya mobil kan gw "kata Menik lalu masuk ke mobil nya.


saat di mobil Dimas dan Kevin hanya saling diam.dan tibalah mereka dirumah besar berlantai 4 dengan warna putih dan emas.rumah kediaman keluarga Salim.pengusaha kaya raya yang sering dijuluki old money.


"Lo ya dim, enggak sopan sama gw "kata Kevin memulai pembicaraan.


"enggak sopan dimana?Dimas kan udah minta maaf"


"ya enggak sopan Lo diemin gw kayak gini,gw ini kakak Lo"


"iya ,kan sekarang Dimas udah ngomong udah sopan kan sekarang"


"bukan itu maksud gw ,Lo kan yang make mobil gw trus rusak dan sekarang Lo diam in gw enggak jelas kayak gini"


"Dimas kan udah minta maaf,lagian Dimas diam karena kesal sama kak Kevin,dari pada Dimas nambah dosa, mending Dimas diam"


"Lo kesel kenapa?gw enggak ada yang salah sama Lo"


"enggak ada salah?kakak tahu enggak mereka itu teman baru Dimas ,dan kakak permalukan mereka dengan marah marah enggak jelas"


"marah marah enggak jelas?my baby adalah alasan yang sangat jelas buat gw marah marah"


"udah ah malas ngomong sama jomblo ngenes"


"Dimas Lo jangan kurang ajar ya sama gw ,gw kakak Lo"


"ada apa ini?kenapa pada berantem?"tanya Rani Salim,istri sah pak Salim dan orang tua kandung Kevin dan Dimas.


"mamy,kak Kevin jahat sama Dimas"kata Dimas memeluk sang mamy dengan cepat.


"jahat gimana? coba kasih tahu mamy"


"gini mom, kemaren kan Dimas naik mobil nya kak Kevin trus mobilnya nabrak,dan yang nabrak udah minta maaf trus tanggung jawab,dan ternyata yang nabrak orang nya lucu dan Dimas jadi temanan trus tadi Dimas kan lagi nonton sama dia trus kak Kevin marahin dia mom,Dimas malu banget mom"


"ya ampun Kevin,kamu kok gitu sama Adek kamu,mobil kita kan banyak ditabrak doank masih ada yang lain,kamu enggak usah berlebihan,kamu besok minta maaf sama temen nya adek kamu,mamy enggak mau tau"perintah sang mamy.


"mom dengerin Kevin dulu donk,ini mobil my baby mom ,bukan mobil yang lain"


"mau si my baby ,atau si Bobi mamy enggak peduli bagi mamy mobil hanya mobil,mamy enggak mau tahu kamu besok minta maaf sama temannya adek kamu,adek kamu kan susah dapat teman,temannya enggak pernah ada yang tulus dekat sama dia, semuanya pasti ada maksud tersembunyi"


"Kevin enggak mau mom"


"kenapa enggak mau ?"


"ya karena Kevin malu,dia mahasiswa Kevin di kampus awan putih mom"


"Kevin mamy enggak peduli kamu harus minta maaf,mau mahasiswa atau tukang ojek sekalipun kalau kamu punya salah kamu harus minta maaf"


"iya,iya mom,nanti Kevin minta maaf kalau Kevin ingat"


"Kevin,ingat ini demi adik kamu"teriak mamy nya.


"iya mom, selalu buat Dimas anak emasnya mamy"


"kamu mau kemana?"

__ADS_1


"mau ke kamar mom , capek dengerin mamy yang selalu belain Dimas"kata Kevin meninggalkan Dimas dan mommy nya di ruang tamu.


__ADS_2