
Hufh Yana sangat picik dari yg kukira selama ini, padahal selama ini kami baik baik saja, bahkan untuk bertengkar pun nyaris tak ada waktu.
Dalam bimbangku, Yana memberi waktu satu minggu untuk aku memikirkan jawaban buat dia.
Yana mulai tak peduli dengan kewajiban nya sebagai penjaga sekolah, anak anak bubar kelas dia pun ikut bubar diri membawa motor kesayangan nya, tentu ke rumah badut itu.
Aku datangi mertua ku dan menangislah aku di sana, mertua mendukungku karena mertua tau betul pengorbanan ku pada anaknya.
Mertua membawaku ke beberapa orang pintar katanya, ya dukun gituh mungkin buat ngobatin anaknya biar menjauhi wanita itu. Dari syarat A sampai Z mertua menyanggupinya.
Satu minggu telah berlalu, Yana membawa kembali wanita itu ke hadapanku, aku berusaha tegar di tengah gelombang pasang, hati terombang ambing tak tentu arah tujuan. Aku menolak untuk di madu sungguh tak sudi aku di dua kan.
Yana murka, teriak marah marah padaku bahkan mencaci maki aku di depan badut tak tau diri itu, segala di bantingnya saat itu dan mereka pun raib entah ke mana.
Ternyata mereka datang ke ibunya Yana, membawa oleh oleh buat ibunya Yana, entahlah apa yg mereka berikan, tapi mereka lebih sering datang ke rumah ibunya Yana dan selalu membawakan makanan.
Suatu hari maksud kedatangan ku ke ibunya Yana mau menanyakan perihal kedatangan mereka, ada urusan apa sampai mereka melewatiku?
__ADS_1
Namun jawaban sungguh di luar nalarku, ibunya mendukung mereka, what? Runtuhlah dunia ini gelap lah hati ini.
" eh Jul biarin ajah Yana nikah lagi, biar dapat anak," kata ibu mertua dengan muka sinis.
"Tapi mah bukan nya gituh mah, aku kan bukan waktu sebentar mendampingi anak mamah," ujarku sambil menahan air mata agar tak tumpah.
"Emang kamu ga kasian sama Yana yg pingin sekali punya anak, masa seumur umur cuma di datangi adik adik kamu saja, Yana juga pingin atuh di masa tuanya di datangi anak kandungnya." Kata mertua bersungut sungut.
Lemah sudah jiwa ini, mana mertua yg selalu mendukungku?
Hari minggu hari sepi karena sekolah libur, ku telpon adik perempuanku buat datang, aku mau curhat tentang apa yg terjadi semuanya.
Adik ku menyuruh aku minta pisah saja karena Yana bukan laki laki yang baik.
"Mamah fikir ajah dong, udah PHK, nganggur cm main PS, istri bontang banting cari nafkah buat makan keluarganya tapi sekarang balasan kaya gini," mata adik melotot nahan emosi.
Adik menyuruhku buat sholat, wirid katanya biar tenang, minta petunjuk ma Allah buat masalah ini.
__ADS_1
Dua bulan terombang ambing, ku ambil keputusan buat pisah. Dengan bantuan adik, ku mendapatkan kontrakan petak setelah ku jual kulkas pemberian adik perempuanku.
Mulai menata hidup dalam arah yang masih gelap, rupanya adik tak tega melihatku seperti ini, oh ya adik telah berpisah dengan suaminya saat itu, jd kita sama sama status janda.
Adik selalu menemani ku, mengajak ku jalan, makan makan, tapi aku belum bisa menikmatinya, hati masih terpaut pada Yana.
Setelah aku tenang dan menguasai keadaan, adik minta ijin merantau ke Singapore, karena adik ingin mencari pengalaman, tentu aku ijinkan karena selama ini adik kerja cuma gitu gitu ajah mungkin jenuh.
Kadang aku berfikir, apakah ini faktor turunan hingga aku menikah sampai 12x, ya Yana suami ke 12 ku. Bapa (alm) menikah sampai 17x, emak menikah 7x sebelum pisah sama aku waktu itu, entah emak nikah lagi atau hidup sendiri wallahu allam.
Tetanggaku namanya Yuyun mengenalkan aku pada seorang laki laki yg cukup berumur, aku tak mau di ajak nikah, cukup begini ajah. Dia baik, sopan, dan yg jelas dia ga banyak ngomong jd kuping ini tidak penat. Semenjak itu makanan dan kontrakan Ayah yg nanggung, aku memanggil dia dengan sebuatan Ayah.
Satu tahun sudah Ayah membiayaiku, aku pun selalu curhat sama ayah tentang lika liku hidupku, ayah selalu menjadi pendengar setia dari segala keluh kesahku. Dia meyakinkan ku kalau dia tak akan menyakitiku.
Benar kata pepatah, sakit karena laki laki obatnya laki laki lagi, aku pun memutuskan untuk mengurus perceraian ku dengan Yana, ternyata Yana sudah menikah sama badut itu. Bagai mana bisa? Tapi sudahlah urusanku ya cuma ingin mendapatkan surat janda.
Ternyata ga begitu rumit karena aku punya kenalan orang desa, semua di bantu beliau hingga keluarlah surat janda itu.
__ADS_1
Menikah lagi yg ke 13 kalinya bukan hal mudah ternyata, meskipun telah 1 tahun saling mengenal tp tetaplah terasa kaku. Aku juga belajar lagi untuk membina rumah tangga jangan sampai gagal lagi.
Setiap kali datang ayah ga pernah nginep, hanya mengantarkan makanan dan uang belanja saja, terkadang cuma ikut tidur siang di sela sela jam kerjanya.