Menikah Bukan Dengan Pria Pilihan

Menikah Bukan Dengan Pria Pilihan
Keputusan Perjodohan


__ADS_3

" Awal mula saya membuka hati pada pria lain karna sebuah penghianatan "


Anna besok keluarga hisyam akan kemari jadi bersiaplah dengan bingung anna bertanya " keluarga hisyam untuk apa kemari kek "


" Untuk melamarmu dan menentukan hari pernikahan kalian " kakek berkata kepada anna dengan santai suara lembut khas kakek berbicara kepada cucunya


Annapun bertanya dengan gugup karena kaget atas ketentuan kakek kepada dirinya " mmmmeeelamar kek ??? "


" Anna tidak ma.... " dengan nada membentak kakek memotong perkataan anna " kenapa apa kamu masih berharap pada pria yang bajingan itu. Yang sudah jelas menikah dengan perempuan lain.


Anna bungkam tidak bisa membantah ucapan kakek, yang telah merawatnya dari kecil.


Kakeknya benar "Andi Raharja" yang dia kenal selama tiga tahun dia berjanji akan melamarnya setelah pulang dari luar kota. Dia telah meminta langsung kepada kakek suryadi sebelum berangkat keluar kota karena ada urusan pekerjaan.


" kakek kedatangan saya kemari bermaksud untuk mengikat cucu kakek satu satunya yang bernama "Anna Suwari" menjadi calon istri saya. Dengan tenang Andi mengucap maksud kedatangannya, kakek suryadi kaget dengan pernyataan Andi meski dia sudah kenal dengan sosok Andi.


Kakek melihat Anna yang duduk disamping Andi sambil berkata " Apa kamu sudah yakin dengan keputusan mu Andi ? "


Andi menjawab pertanyaan kakek yang ragu kepadanya " iya kek saya sudah yakin dan memikirkannya dengan baik "


Kakek menjawab pernyataan Andi " baiklah kalau begitu kapan kamu akan melamar Anna dengan membawa keluargamu kemari "


Setelah pulang dari luar kota kek !!!


Dengan wajah bingung kakek bertanya " Luar kota ??? Apa tidak terlalu lama nak Andi ??? "


Iya kek setelah pulang dari luar kota, karena disana masih ada kerjaan yang harus saya selesaikan.


Kakek Suryadi menganggukan kepala dengan ucapan Andi.


Anna... Anna... dengan cepat Anna menoleh kesumber suara.


Terlihat Tari berlari lari dengan wajah yang tidak bisa ditebak, sambil memegang sesuatu ditangannya.


Anna.... dengan napas ngos ngosan Tari berusaha bicara, "ada apa Tar... duduk dulu kenapa kamu sampai berlari seperti itu ? "


Dengan cepat Tari langsung duduk disamping Anna dan langsung meminum jus milik Anna, yang dia buat untuk menemaninya membaca novel didepan teras rumah. Anna hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah laku sahabatnya itu.


Sambil menegakan tubuhnya Tari bilang kepada Anna " Apa kamu mendengar kabar Andi dikota ? "


Dengan wanah khawatir Anna bertanya " tidak Tar... ada apa dengan mas Andi ? "


Tari tidak tega mengucapkan kabar yang dia ketahui, dengan wajah menunduk Tari memberi sesuatu yang dari tadi dia pegang ditangannya.


Dengan wajah bingung Anna menerima yang diberi Tari, Annapun bertanya " apa ini Tar... Undangan? Dari siapa? Buat siapa? Kenapa kamu kasih ke saya? "


Maafkan saya Na... bukalah Undangan itu !

__ADS_1


Dengan cepat Anna membuka undangan yg diberikan Tari, diapun tidak tau dari siapa, dengan tangan gemetar Anna membaca undangan itu.


Lurulah sudah pertahanan bersama air mata yang mengalir dipipinya " iiiini tidak mungkin, ini bukan mas Andi Tar... dia tidak mungkin menghianati saya "


Dia Andi Raharja Na... Andi kekasihmu


Anna menggelengkan kepalanya seakan tidak percaya dengan ucapan sahabatnya.


Dengan hati hati Tari mendekati sahabatnya " Na... naa..."


"Enggak enggak Tar dia bukan mas Andi "


Dia Andi Na... dia akan menikah hari ini dikota.


Enggak kamu dapat dari mana undangan ini, mungkin ini Andi yang lain.


Tari menggelengkan kepala dengan sikap sahabatnya yang tidak mempercayainya.


" Na... saya mendapatkan undangan itu dari tante saya dia diundang ayahnya Andi, Andi akan dengan kekasihnya dikota"


Anna masih ragu sambil meneteskan air mata mendengar ucapan sahabatnya.


" Sebelum acara lamaran saya ditadangi orang yang sangat berarti dalam hidup "


Anna berdiri diatas balkon sambil menikmati udara malam, tiba tiba pintu kamarnya siketuk seseorang dia pergi kearah pintu untk melihat siapa yg datang.


Dengan wajah tersenyum bu Ida mengangguk, ibu Ida adalah ibu Anna yg sudah menikah lagi dengan laki laki pilihannya.


Dia sudah dikaruniai dua orang putra dengan ayah sambung Anna, ibu Ida senang saat mendengar kabar putri satu satunya akan segera menikah.


Bu Ida bercerai dengan ayah Anna, saat Anna berumur sepuluh tahun. Dia menitipkan Anna kepada ayahnya yang tinggal seorang diri, karena ibu sudah meninggal.


" Ayah Ida titip Anna ya, Ida akan bekerja dikota untuk memenuhi kebutuhan ayah dan Anna disini "


Kakek Suryadi menganggukan kepala sambil berkata " ya tidak apa apa Anna tinggal dengan Ayah, jadi Ayah tidak kesepian lagi "


Ibu Ida menikah lagi saat Anna berumur lima belas tahun, Anna tidak ikut bersama ibu dan ayah sambungnya.


Dia memilih tinggal bersama kakeknya, yang tinggal seorang diri.


Na... ibu senang kamu akan segera menikah, semoga kamu bahagia


Anna hanya bisa mengangguk sambil menahan air matanya, air mata kepada seorang ibu, air mata kegelisahan hatinya yang bisa dia tanggung seorang diri.


Bu... bagaimana keadaan ayah dan adik adik apakah mereka ikut kesini ?


Bu Ida tersenyum senang mendengar pertanyaan putrinya, mereka baik baik saja Na...

__ADS_1


Mereka ada disini, Arka dan Reza senang saat akan pergi kesini, karena mereka akan melihat secara langsung acara lamaranmu.


Anna mengangguk senang mendengar cerita ibunya, ibu Ida tidak tau masalah yang menimpa Anna.


Dia ditelepon kakek Suryadi bahwa Anna akan dilamar seseorang.


" Lamaran yang mau tidak mau harus saya terima dari seseorang bukan pilihan "


Hari lamaranpun telah tiba keluarga Anna sudah berkumpul diruang keluarga, sambil menunggu dari pihak keluarga pria, yang masih ada diperjalanan.


"Gak nyangka Anna akan dilamar Hisyam, padahal masih kemarin Anna berparacan sama Andi eh... Andinya malah nikah sama orang kota" celetuk bude dinda. "


Hus... tidak boleh mengungkit masalalu kita fokus ke masa depan, mungkin Anna tidak berjodoh dengan Andi tapi jodohnya dengan Hisyam, biarlah jadi pengalaman buat Anna.


Bude Ayu menganggukan kepala, membenarkan perkataan bude Sinta.


Anna melamun tak menanggapi bude budenya diluar, saat ini dia sedang berada didalam kamar Ita sahabatnya.


Na... apakah kamu baik baik saja ?


Ita khawatir Anna yang dari tadi hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


Anna tetap diam tak bergeming dengan ucapan sahabatnya.


Na... apa kamu masih memikirkan Andi ?


Mendengar nama Andi disebut, Anna melihat kearah Ita yang saat ini menatapnya dengan tatapan memohon.


Aku mohon Na... kamu jangan seperti ini, kamu harus melupakan Andi, semakin kamu memikirkan Andi akan semakin sakit yang kamu rasakan.


Anna tersenyum melihat perhatian sahabatnya itu, meskipun benar dia sedang memikirkan andi yang sudah menghianatinya, tapi dia sudah berusaha untuk melupakan Andi.


Tidak Ta... aku tidak memikirkan Andi, aku hanya memikirkan kehidupan saya kedepannya.


" apa aku sanggup hidup dengan pria yang tidak saya kenal bahkan tidak saya cintai "


Ita menarik kursi dan duduk disamping Anna, " tidak Na... kamu jangan berpikir seperti itu, Hisyam akan menjagamu untuk selamanya dan tidak akan menghianati mu. "


Anna menganggukan kepalanya dengan ucapan Ita sahabatnya.


Acara lamaranpun berlangsung, dengan memakai gamis berwarna cokelat Anna terlihat Anggun. Dihadapannya ada pria duduk sekitar umur duapuluh delapan tahun, dengan pakai kaca mata dia terlihat ganteng.


Dengan wajah menunduk disamping orang tuanya, dia mendengarkan orang tuanya yang menyampaikan maksud tujuan mereka.


Perkenalkan ini anak saya Histam Admaja, bagaimana... apa Anna menerima lamaran saya untuk Hisyam ?


Dengan tersenyum kakek menganggukan kepala sebagai jawaban pertanyaan Bayu ayah Hisyam.

__ADS_1


__ADS_2