Menikah Bukan Dengan Pria Pilihan

Menikah Bukan Dengan Pria Pilihan
Kemarahan Kakek Dihari Pernikahan


__ADS_3

Anna kamu cantik sekali...


Gaun itu sangat pas dibadan mu...


Teriak tari saat masuk kedalam kamar anna


Tari disuruh kakek dan bu ida untuk menjemput Anna, karena acara akan dimulai sebentar lagi.


Anna mengakui ucapan tari, gaun ini sangat pas dibadannya.


Kamu benar tar... gaun memang sangat pas dibadan ku, Aku sangat menyukainya.


Awalnya anna tidak tau siapa yang mengantar gaun itu kemaren ada kurir yang mengantarkannya. Saat menerima paket itu anna bingung.


Paket ini dari siapa ?


Kenapa diberikan kepada saya ?


Perasaan saya tidak membeli sesuatu ?


Anna melihat nama pengirimnya, anna melongo, ternyata dari hisyam.


Dia mengirimkan apa ke saya ?


Saat dibuka anna kaget ternyata didalamnya gaun pengantin, dan ada selembar kertas yang tertulis.


Tolong dipakai besok !


Hisyam


Anna pun ingat, Kenapa tari kesini.


Ada tar... kenapa kamu kemari ?


O... iya saya hampir lupa acara akan segera dimulai.


Saya disuruh menjemput mu.


Ayo... ajak tari.


Anna pun turun semua mata tertuju padanya, mereka menatap anna dengan tatapan kagum. Kecuali hisyam dia menatap anna tanpa ekspresi.


Anna tidak bisa membaca raut wajah hisyam karena mereka belum saling kenal.


Bagaimana bisa kita mulai acaranya ?


Tanya penghulu


Mereka semua menganggukan kepala


Penghulu mengulurkan tangan dan hisyam pun menyambut tangan penghulu.


Saudara hisyam saya nikahkan engkau dengan saudari anna suwari binti alm suwanto dengan maskawin seperangkat alat shalat dan emas 20 gram dibayar tunai.


Saya terima nikah anna suwari dengan maskawin tersebut dibayar tunai.


Dengan lantang hisyam menjawab


Semua saksi bilang sah secara bersamaan


Kecuali satu orang dia adalah andi, dia awalnya tidak percaya ternyata anna lah menikah.


Andi datang kesini untuk menjelaskan kepada anna, dia berharap anna akan mengerti tapi takdir tidak berpihak kepadanya.


Anna kenapa kamu menikah dengan dia ?


Bukankah kamu berjanji untuk menunggu ku batin andi


Yang berdiri dideretan paling belakang para undangan.


Dia melihat ke arah anna, andi menatap anna yang sudah berstatus istri orang. Dengan tatapan yang tidak ada yang mengerti.


Tanpa merasa bersalah karena sudah menghianati anna, andai dia tidak menikah dikota mungkin ini semua tidak akan terjadi.


Anna berdiri diatas dekorasi dengan canggung anna menerima ucapan selamat dari teman teman hisyam.


Selamat ya bro atas pernikahan mu, jangan lupa traktirannya.


ucap henda salah satu teman hisyam


Oh... iya jangan lupa hati hati nanti malam, jangan terburu buru.


Ucap salah seorang teman hisyam


Hisyam tidak menanggapi ucapan temannya


Wajahnya tetap sama diam tanpa ekspresi.


Anna bingung melihat hisyam


Dari tadi wajah tidak pernah berubah


Meski saat ini yang ada didepan adalah teman temannya


Apa wajahnya tidak lelah dari tadi datar terus ?


Gerutu anna tanpa dia menyadari


Lirikan tajam disampingnya


Setelah teman teman hisyam turun


Anna terkejut dengan siapa yang ada didepannya


Begitu pun kakek suryadi dia menatap kearah tamunya


Dengan tatapan membunuh


Kenapa dia kesini ?


Batin kakek suryadi


Kenapa kamu kesini mas ?


Kenapa kamu tidak bulan madu dengan istrimu ?


Apa kamu kesini ingin memastikan hidup ku hancur atau tidak ?


Batin anna sambil menatap andi


Dengan tatapan kekecewaan


Semua orang melihat kearah andi


Ada yang tahu masa lalu andi dan anna


Dan ada yang bingung kenapa dia tidak memberi


Selamat pada pengantin


Suasana menjadi hening


Andi sudah berada didepan hisyam

__ADS_1


Andi memberikan selamat kepada hisyam


Dan langsung berjalan kearah anna


Selamat atas pernikahan kalian berdua


Ucap andi kepada anna


sambil menatap anna


Tatapan mereka bertemu untuk beberapa saat


Dengan cepat anna tersadar


Dengan suara batuk kakeknya


Terima kasih


Ucap anna tanpa menerima uluran tangan andi


Anna langsung memalingkan wajahnya


Untuk menyembunyikan air mata yang ingin jatuh


Karena tak ingin ada yang tahu


Kalau dia sedang bersedih


Andi langsung turun dari dekorasi pengantin


Tanpa berfoto dengan kedua mempelai


Apa maksud andi dia hadir lagi di kehidupan anna ?


Batin kakek suryadi


Kakek suryadi langsung keluar dari kerumunan para tamu


Untuk menemui orang yang sudah menyakiti


Hati cucunya


Untuk apa kamu datang lagi kesini ?


Apa kamu belum puas untuk menyakiti anna ?


Dengan luka penghianatan


Yang kamu berikan belum sembuh


Apa kamu ingin membuat luka itu semakin parah


Tanya kakek suryadi dengan nada dingin setelah berada dibelakang andi.


Mendengar suara kakek


Andi berhenti melangkah


Dan langsung membalikan badan


Dia melihat kakek suryadi


yang kini telah berada dihadapannya


Kakek suryadi terus menatap andi


Dengan tatapan kemarahan


Dengan cepat andi menjawab


Untuk menyakiti hati anna


Saya kesini hanya ingin memastikan keadaan anna


Kakek suryadi tersenyum dingin


Mendengar alasan andi


Untuk memastikan ?


Memastikan betapa hancurnya hati anna


Karena bajingan seperti mu


Dengan cepat andi menolak tuduhan kakek


Tidak kek... bukan begitu !


Andi hanya ingin menjelaskan kepada anna


Lalu apa hah...


Ucap kakek sambil melangkah kearah andi


Andi menggeleng dengan ucapan kakek


Kini kakek sudah berada didepannya


Kini wajah mereka sangat dekat


Andi kini dapat melihat


Ada rasa kebencian kemarahan kekecewaan


Kekesalan dimata kakek suryadi padanya


Andi tersadar


Semua itu karena dirinya sendiri


Dia bersalah


Karena telah menghianati


cucu kakek yang sangat dia sayangi


Dengan menikah bersama wanita lain dikota


Andai semua itu tidak terjadi


Pasti kakek tidak semarah ini padanya


Mengingat betapa hangatnya kakek suryadi


Kepadanya


Dan pasti bukan pria itu


Yang menikahi dan berada disamping


Wanita yang sangat dia cintai


Tapi dirinya

__ADS_1


Andi menundukan kepalanya


Karena rasa bersalahnya


Dia tidak berani menatap kakek


Sedangkan kakek terus melangkah kedepan


Dengan tangan mengepal


Yang sudah siap untuk menghajar musuhnya


Saat kakek suryadi sudah siap


Untuk memukul orang yang ada didepannya


Tiba tiba ada suara


Kakek jangan... jangan seperti ini !


Teriak anna saat melihat kakeknya yang sudah siap


Untuk memukul andi


Anna langsung berlari untuk mengahampiri kakeknya


Meski memakai gaun pengantin


Dia tetap berlari, dia tidak takut gaunnya kotor


Kek... ayo masuk !


Jangan berdiri diluar sebentar lagi hujan


Ajak anna pada kakeknya


Tanpa menoleh kepada andi


Anna tidak ingin kakeknya terlibat keributan


Anna langsung menggandeng tangan kakek suryadi


Ditengah perjalanan


Kakek bertanya


Apa kamu takut kakek menyakitinya ?


Apa kamu masih mencintainya ?


Anna berhenti melangkah


Dan menoleh kearah kakek


Tidak kek...


Anna hanya takut kakek kenapa napa


Kakek suryadi tersenyum mendengar ucapan anna


Sambil terus melangkah


Masuk kedalam rumah


Anna menuntun kakeknya untuk duduk kembali


Kalian dari mana ?


Tanya bu ida


Tadi dia melihat anna turun dari pelaminan dengan tergesa gesa dan lari keluar


Bu ida khawatir ingin menyusul anna


Karena takut terjadi sesuatu


Tapi anna sudah kembali dengan kakek suryadi


Dari luar bu...


Kakek tadi ingin melihat apakah diluar masih ada tamu atau tidak karena sebentar lagi akan hujan ucap anna


Bu ida menganggukan kepalanya dan berkata


Na cepatlah kembali duduk disampaing suami mu


Kamu jangan meninggalkan suami mu sendiri


Perintah bu ida pada putrinya


Baik bu...


Jawab anna


Anna pun langsung pergi kearah pelaminan


Tapi saat ingin naik ita dan tari bertanya kepadanya


Dengan nada khawatir


Na apa yang terjadi ?


Apakah andi membuat keributan dengan kakek mu ?


Anna menggelengkan kepalanya


Kalian tidak usah khawatir !


Ucap anna berusaha untuk menenangkan teman temannya


Mereka berduapun mengangguk dan tersenyum lega


Anna langsung naik dan duduk kembali disamping hisyam


Nak apa yang terjadi ?


Tanya bapak hisyam


Tidak ada apa apa pak


Jawab anna sambil tersenyum


Baiklah kalau begitu


Tapi kalau ada apa apa


Jangan sungkan untuk bilang ke papa


Baik pa...


Anna tersenyum kearah mertuanya


Anna melirik ke hisyam

__ADS_1


Wajahnya masih sama


Anna menghela nafas


__ADS_2