
Anna memasuki rumah hisyam dengan rasa bingung
Karena tidak tahu harus pergi kearah mana
Masuklah...
Kamar mu ada disebelah kanan
Anna terlonjak kaget
Karena tiba tiba ada suara bariton disampingnya
Anna mengangguk sebagai jawabannya
Lalu anna berjalan seperti yang dikatakan hisyam tadi
Saat masuk anna merasa kagum
Melihat kamar yang dia masuki
Sangat mewah dan indah
Dengan hiasan bunga diberbagai sisi
Dan ada handuk yang berbentuk angsa diatas kasur
Bertaburkan bunga seperti kamar untuk pengantin baru
Anna merasa ngeri mengingat dirinya lah pengantin baru itu
Tunggulah disini saya masih ada urusan sebentar diluar
Anna kaget mendengar suara hisyam yang tiba tiba ada dibelakangnya
Orang ini kenapa selalu membuat kaget
Kenapa tidak memberi kode kalau ingin bicara
Selalu saja tiba tiba, sepertinya saya harus memeriksakan jantung ku ke dokter
Apakah masih kuat?
Kalau tidak ?
Aku tidak mau mati disini hanya karena serangan jantung
Anna hanya bisa ngedumel didalam hati
Tidak berani mengucapkan secara langsung
Baiklah...
Jawab anna
Hisyam pun pergi meninggalkan anna
Anna sendiri
Ada apa sebenarnya ?
Sepertinya dia buru buru sekali
Anna bicara dalam hati
Setelah selesai acara pernikahan tadi siang
Hisyam langsung membawa anna kerumah pribadi miliknya, dengan alasan agar cepat bisa lebih saling mengenal kalau tinggal berdua.
Keluarga anna dan keluarga hisyam
Sangat sejutu dengan rencana
Menurut mereka
Semakin cepat mereka saling mengenal, akan semakin cepat pula keluarga mereka mendapatkan anggota keluarga baru.
Setelah masuk kedalam kamar
Anna berkeliling dikamar itu
Ukuran satu kamar dirumah hisyam
Sama dengan ukuran satu rumah milik anna
Anna berjalan kearah kanan
Anna kagum dari dalam kamar
Anna akan melihat gedung
Bila melihat kearah kiri
Anna akan melihat perkebunan bunga
Apa saya bisa pergi kesana ?
Ucap anna dalam hati
Saat dia melihat tanaman bunga yang terbentang luas
Tidak... tidak... saya saja belum mengenal
Bagaimana karakter pria yang sekarang sudah menjadi suami ku
Bisa saja adalah sejenis pemakan manusia
Bila manusia tidak menuruti perkataannya
Anna bingung harus pergi kemana
Sedangkan dirinya baru datang kesini
Anna pun duduk dipinggir kasur
Sambil berucap
Aku jadi merasa seperti putri rapunsel
Yang kurung didalam istana besar
Didalam cerita dongeng anak anak
Anna pun menghembus napas
Sambil berbaring diatas kasur
Anna tidak sadar dirinya tertidur
Mungkin karena kelelahan tadi siang
Hisyam masuk kedalam kamar
Dengan keadaan lelah
Saat membuka pintu
Dia langsung melihat anna yang terbaring diatas kasur
Hisyam hanya menatap anna dengan tatapan dingin
Tanpa menoleh hisyam langsung duduk diatas sofa
Dia mengambil laptop
Dan dia mengetik sesuatu didalam laptopnya
Anna pun terbangun
Entah sudah berapa lama dirinya tertidur
Saat bangun anna langsung melihat hisyam
Apakah saya bermimpi ?
Saya melihat pria tampan
Wajahnya seperti dipahat
Oleh orang yang sudah profesional
Dengan alis tebal dan hidung mancung
Dia terlihat sangat tampan
Anna terus melihat kearah hisyam
Dengan tatapan kagum
Tidak... tidak ini pasti mimpi !
Dengan cepat anna mencupit lengannya
Aw... sakit
Dengan cepat anna menutup mulunya
Saat dirinya sadar
Kalau ini bukan mimpi
Anna langsung turun dari atas kasur
Saat dia ingat
Bahwa pria yang ada didepannya
Itu adalah hisyam
Suaminya yang menikahinya beberapa
Jam yang lalu
Anna pun berjalan
Dan langsung masuk kedalam kamar mandi
Untuk mengganti bajunya dan membersihkan
__ADS_1
Mukanya
Anna tadi tertidur
Masih memakai baju pengantin
Anna keluar dari kamar mandi
Dengan memakai baju santai miliknya
Saat berjalan melewati hisyam
Mau kemana kamu ?
Duduklah !
Tunjuk hisyam ke kursi yang ada didepannya
Dengan nada datarnya
Anna pun duduk didepan hisyam
Sambil menundukan kepalanya
Hisyam memberikan sebuah buku
Bacalah ini dan tanda tangani
Ini apa ?
Dengan bingung anna bertanya
Bacalah !
Untuk kedua kalinya
Hisyam menyuruh anna
Untuk membacanya
Anna mulai membacanya
Dengan rasa bingung
Tiba tiba raut wajahnya berubah
Jadi kaget
Surat perjanjian pernikahan
Ini untuk apa ?
Dengan suara menekan
Anna bertanya pada hisyam
Untuk kita berdua
Jawaban hisyam sangat tenang
Anna masih bingung
Dia melihat kearah hisyam
Menunggu penjelasan
Yang sejelas jelasnya untuk dia
Saya tahu !
Kalau kamu menerima perjodohan ini
Itu semua karena kakek mu
Begitu juga dengan ku
Saya menerima perjodohan ini
Ayah ku
Terang hisyam dengan tenang
Anna masih menatap kearah hisyam
Melihat tatapan anna
Hisyam menjelaskan lagi
Saya tahu kalau kamu dulu
Punya seorang kekasih
Tapi kamu dihianati
Kekasih mu menikah dengan wanita lain
Yang ada dikota
Anna masih menatap kearah hisyam
Bagaimana pria ini bisa tahu
Apakah dia menyelidiki sebelum hari pernikahan
Anna bertanya dalam hati
Begitu juga dengan saya
Saya mempunyai seorang kekasih
Yang saya cintai
Mari kita membuat perjanjian
Setelah pernikahan ini genap satu tahun
Mari kita bercerai
Dengan syarat kita tidak boleh saling menyentuh
Tanpa mendapat ijin dari kita sendiri
Yang kedua kita tidak boleh ikut campur dalam
Masalah pribadi kita masing masing
Bila salah satu diantara kita ada
Yang melanggar
Maka yang melanggar harus membayar
Sepuluh juta satu kali pelanggaran
Syarat ini berlaku untuk kita berdua
Dengan tenang hisyam mengucapkannya
Anna menatap tidak percaya
Pada pemikiran pria yang ada didepannya
Meski ini pernikahan bukan keinginannya
Tapi dia tidak pernah berpikir
untuk mengakhir pernikahan ini
Apa lagi ada surat perjanjian
Konyol itu
Lalu untuk apa kamu bersedia
Kenapa kamu tidak menikah saja
Dengan kekasih mu yang sangat kamu cintai itu
Kalau akhirnya ingin berpisah
Geram anna
Hisyam menatap anna
Dan berkata
Apakah kamu menolak
Untuk berpisah
Apa kamu ingin
Melanjutkan pernikahan ini
Tanya hisyam dengan nada dingin
Dengan cepat anna menjawab
Meski pernikahan ini
Bukanlah keinginan ku
Tapi saya tidak pernah berpikir
Untuk mempermainkan
Ikatan pernikahan
Saya sangat menjunjung tinggi
Ajaran agama ku
Apa lagi ikatan pernikahan
Tuan Hisyam Admaja yang terhormat
Jawab anna sambil menatap mata
__ADS_1
Hisyam tanpa ada rasa takut
Anna pun melangkah pergi
Dari hadapan hisyam
Karena dia sudah tidak ingin lagi
Mendengar rencana konyol
Dari pria yang ada dihadapannya
Sebelum kesabarannya habis
Langkahnya terhenti
Saat mendengar suara hisyam
Yang berkata
Kalau kamu tidak mau bercerai
Itu berarti kamu harus siap
Dipoligami
Nyonya Anna suwari
Anna mengerutkan dahinya
Sambil menatap hisyam
Kekasih ku yang sangat
Aku cintai
Akan pulang dari luar negeri
Sebentar lagi
Setelah dia datang
Saya akan langsung menikahinya
Awalnya saya akan menikahinya
Setelah kita berdua bercerai
Tapi apa bila
Tidak ingin bercerai
Maka saya akan secepatnya untuk menikahinya
Bukankah kamu sangat menjunjung tinggi
Agama mu
Bukankah dalam agama mu
Diperboleh seorang pria
Punya istri dua
Bahkan bisa empat
Apa saya benar nyonya anna suwari ?
Tanya hisyam sambil menatap anna
Anna pun menjawab
Iya kamu memang benar
Pria disunnahkan punya istri dua
Bahkan bisa empat
Tapi apa bila diijinkan
Oleh istri pertama
Dan diwajibkan adil kepada istri istrinya
Tanpa terkecuali
Dengan bangga hisyam menjawab
Iya saya akan adil
Saya punya banyak uang
Saya bisa membelikan
Yang kalian semua inginkan
Anna tidak habis pikir
Pada pria yang ada didepannya
Kenapa semua menurut dia bisa dibeli dengan uang
Bukan uang tuan Hisyam
Tapi adil dalam setiap perlakuan
Adil dalam menjalani rumah tangga
Dan juga adil dalam nafkah batin
Maupun nafkah dhohir
Saya mengijinkan mu
Menikah lagi
Apa bila kamu sudah bisa
Menyanggupi syarat tersebut
Hisyam pun menganggukan kepala
Dan menjawab
Baiklah saya terima syarat mu
Kini didalam pengantin
Bukan kehangatan yang ada
Tapi yang ada kesepakatan
diantara dua pengantin
Anna pagi pagi sudah ada didapur
perdebatannya semalam
Membuat dia lupa
Untuk makan malam
Alhasil perutnya
Minta diisi pagi pagi
Hari ini anna masak nasi goreng dua porsi
Terserah hisyam mau makan atau tidak
Yang terpenting anna sudah membuatkan
Untuk hisyam
Dua piring nasi goreng sudah tersedia
Dimeja makan
Bersama susu cokelat dan secangkir kopi
Awalnya anna bingung
Harus membuat kopi atau teh
Untuk hisyam
Anna pun memutuskan membuat kopi
Karena yang dia ketahui
Pria sangat suka minum kopi
Anna pun duduk dimeja makan dia berpikir
Apakah saya harus memanggilnya
Untuk sarapan
Tapi apa dia mau sarapan dengan ku
Anna memikirkan
Kalau dia sarapan sendiri
Tanpa memanggil hisyam
Anna akan menjadi istri
Yang tidak memikirkan suami
Dia pun memutuskan
Memanggil hisyam
Mungkin dia mau
Kalau dia menolak
__ADS_1
Anna tidak akan tersinggung