
Na apa kamu sudah punya pilihan untuk tema hari pernikahanmu?
Anna melihat kearah Ita dan Tari.
Belum...
Jawab Anna sambil menunjukan kepala.
Ita dan Tari mengelah nafas, mereka paham pernikahan ini bukanlah keinginan Anna, tapi kakeknya.
Sebenarnya Anna dari kecil ingin pesta pernikahan yang bertema Cinderella, dia akan menikah dengan pangeran yang dia cintai.
Namun sekarang semua musnah saat dia mengingat penghianatan yang Andi lakukan.
Na apa kamu ingin kami membantu mu ?
Dengan hati hati Ita bertanya.
Tidak ta... Makasih mengingat pernikahanku akan dilaksanakan dua hari lagi, mungkin pernikahanku akan dilaksanakan dengan sederhana.
Mereka ingat dihari lamaran kemaren kakek dan keluarga Hisyam sepakat hari pernikahan akan dilakukan dua hari lagi, tanpa bertanya kepada Anna dan Hisyam.
Anna belum pernah ngobrol dengan Hisyam, karena diacara lamaran kemaren Hisyam langsung pulang, karena ada masalah pekerjaan.
Anna pulang mengendarai sepeda motornya seorang diri, Ita dan Tari naik taksi karena ingin pergi ke toko buku.
Mereka sudah mengajak Anna mungkin ingin membeli buku mengingat dia hobi baca buku, tapi Anna menolaknya karena ingin pulang dan langsung istirahat.
Mereka telah bertemu disalah satu kafe tempat biasa mereka berkumpul, Anna meminta Ita dan Tari hadir dipernikahannya.
Mereka berduapun senang, dengan bersamaan tanpa disengaja mereka menjawab siap hadir.
Ditengah perjalanan ada mobil lawan arah, Anna tidak menyadarinya karena dia sedang melamun.
Disaat Anna menyadari ada mobil didepannya, dia membelokan setirnya ke kiri hingga jatuh ditrotoar.
Saat orang yang didalam mobil menyadari hampir saja dia menabrak pengendara motor, dia langsung turun dari mobil untuk melihat orang yang hampir dia celakai.
Saat turun dia melihat orang yang duduk ditrotoar, sambil memegang lututnya yang sakit diapun mendekatinya.
Maaf apa anda baik baik saya ?
Saya tadi tidak ada melihat kalau ada orang didepan saya.
Mendengar ada orang bicara Anna langsung menjawab : tidak apa apa saya baik baik saja ini juga salah saya, mengendarai motor sambil melamun.
Anna merusaha bangun sambil menahan rasa sakitnya.
Apa anda ingin saya antar ke dokter ?
__ADS_1
Tidak... terima kasih
Dengan cepat Anna menolak tawaran pria yang ada didepannya.
Tapi saya melihat anda tidak baik baik saja
Mendengar desakan pria didepannya, Anna melihat kearah pria itu.
Deg...
Tatapan mereka terkunci, saat wajah mereka bertemu dibeberapa saat.
Saat Anna menyadari siapa yang ada didepannya adalah orang yang paling dia ridukan dan paling dia benci, yang sudah membuat hatinya terluka.
Anna langsung lari tanpa memikirkan rasa sakit dikakinya,
Saat menyadari orang yang ada dihadapannya adalah wanita yang paling dia cintai, tanpa sengaja dia sakiti.
Dia langsung berlari untuk mengejarnya
Anna tunggu...
Anna saya mohon tolong dengarkan penjelasan saya dulu,
Saya minta dan saya tidak bermaksud untuk menghianatimu.
Tolong lepaskan tangan saya
Andi tidak menyangka wanita yang dulu lembut saat bicara dengannya, kini begitu dingin padanya.
Jangankan tersenyum melihat saja dia sungkan
Saat Anna sampai dirumahnya dia langsung masuk ke kamarnya, tanpa menoleh kearah ruang tamu dimana semua keluarga berkumpul.
Kenapa saya harus bertemu dengan dia lagi ?
Ratap Anna sambil menyembunyikan wajahnya dibalik bantal.
Tidak lama kemudian masuk bu Ida dengan tergesa gesa karena khawatir dengan keadaan Anna putri.
Saat Anna tadi lari kearah kamarnya tanpa sengaja dia menyenggol ibunya yang membawa minuman buat tamu.
Bu ida sudah memanggil anna tapi anna tidak menghiraukannya. Na apa kamu baik baik saja ?
Bu ida menyentuh pundak anna, tanpa sengaja bu ida melihat kaki anna yang terluka. Ya Allah... kenapa kaki kamu na... kenapa banyak darah begini ?
Dengan cepat bu ida lari keluar, sedangkan anna masih menangis dibalik bantal.
Bu ida sudah sampai dikamar anna, dia membawa air es didalam baskom dan kain, untuk membersihkan luka anna karena takut infeksi.
__ADS_1
Dengan sangat hati hati ibu ida membersihkan luka anna tanpa bertanya pada anna yang masih terdiam.
Bu ida terdiam bingung dengan keadaan putrinya. Nak sebenarnya ada apa, kenapa kamu sampai seperti ini ?
Batin bu ida sambil menahan rasa sesak didadanya melihat keadaan putrinya.
Meskipun dirinya sudah lama tidak tinggal bersama anna dalam satu rumah tapi dia sangat menyayangi anna.
Saat merasa baikan dia menyingkirkan bantal yang tadi ada diatasnya, dia merasa matanya sudah bengkak dan ingin pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka.
Dia tidak ingin dihari pernikahannya matanya terlihat bengkak, saat anna ingin menggerakan kakinya dia merasa ada tangan dikakinya dengan cepat anna melihat siapa yang ada disana.
Ya Allah ibu... bangun bu... kenapa ibu tidur dikaki anna bu ?
Anna tidak menyadari ibunya mengobati luka kakinya, anna tidak menyadari kakinya yang sudah diperban oleh ibunya.
Bu ida bangun langsung bertanya pada anna. Na kamu tidak apa apa nak ? Apakah kaki kamu masih sakit ?
Kenapa kamu pulang ke rumah menangis dan lututmu juga berdarah, apakah kamu tidak menyadari saat kakimu terluka nak ?
Anna langsung reflek memeluk ibunya air matapun tumpah untuk kedua kalinya, ibu ida membalas pelukan sang putri. Untuk beberapa saat kedua berpelukan dalam keadaan sunyi, hanya ada suara isakan anna dibalik tubuh bu ida.
Setelah puas menangis anna melepas pelukannya pada sang ibu, setelah pelukan terlepas ibu ida berkata. Nak tidurlah agar kembali bugar, ingat besok hari pernikahanmu jadi kamu harus istirahat agar tidak sakit,
Dengan tersenyum bu ida berkata pada putrinya.
Mendengar perkataan dari sang ibu, annapun tersenyum, anna menjawab. Baik bu... anna akan tidur. Tapi bolehkah anna meminta satu permintaan ?
Pada ibu sebelum anna besok menikah.
Bu ida menganggukan kepalanya dan berkata. Apa sih permintaan dari calon pengantin ibu ini ?
Dengan tersenyum anna berkata. Bu tolong temani anna tidur malam ini saja !
Saya yakin arka dan reza sudah tidur, dari tadi mereka bersama ayah toni kan bu ?
Mendengar permintaan putrinya bu ida tersenyum, dan menjawab. Baiklah kalau itu mau mu. Tapi... ?
Dengan cepat anna bertanya. Tapi apa bu ?
Kamu tau dari mana kalau arka dan reza sudah tidur dengan ayah toni ? Tanya bu ida.
Dengan tersenyum anna menjawab. Dari ayah toni bu... kemaren ayah toni banyak cerita kepada anna, kalau adik adik anna mau tidur selalu minta dibacain dongeng oleh ayah toni. Kadang reza dan arka belum tidur tapi ayah sudah tidur duluan.
Merekapun tertawa bersama mengingat kekonyolan ayah toni, bu ida tidak menyangka ternyata suaminya sangat dekat dengan anna meski bukan putri kandungnya.
Apa ibu mau tau sebab tadi sore anna menganis setelah pulang dari luar ?
Bu ida menggelengkan kepala. Tidak... ibu tidak mau kamu mengungkit masalah sampai kamu menangis seperti tadi.
__ADS_1
Ibu berdoa semoga kamu bisa melupakan menyebab rasa sakit dihati mu dan bisa hidup bersama Hisyam tanpa ada bayang bayang masa lalu. Jawab bu ida
Annapun mengangguk mendengar doa dari ibunya. Semoga saya bisa melupakan mas Andi. Batin Anna