Menikah Bukan Dengan Pria Pilihan

Menikah Bukan Dengan Pria Pilihan
Mengikuti Arus Takdir


__ADS_3

Ana merapikan kamar dengan telaten, ana dan hisyam dari kemarin belum bicara, ana masih kesal dengan tuduhan hisyam terhadapnya,


Hisyam masih enggan untuk mulai pembicaraan


Hisyam sudah rapi dengan kemeja miliknya,                  hari ini dia akan bertemu dengan temannya,  kemarin hisyam mendengar kabar kalau temannya laura ada di paris sedang mengembangkan usahanya sendiri


Hisyam langsung menelvon laura dan mengajaknya untuk bertemu ,  hisyam langsung pergi tanpa pamitan pamitan ke ana, yang sekarang ada di dalam kamar mandi,  hisyam langsung menjalankan mobilnya dan membelah jalanan.  Ana hari ini akan bertemu dengan sepupunya yang sekarang meneruskan studinya disini mereka berjanji akan bertemu di salah satu restoran


Ana akan meminta izin sama hisyam untuk bertemu dengan sepupunya. Tapi saat keluar kamar mandi dia tak melihat hisyam saat menyadari dompet hisyam tidak ada di tempatnya.  Sepertinya sekarang mas hisyam keluar batin ana. Ana memutuskan untuk pergi sebentar karna sudah terlanjur membuat janji ana pergi menggunakan taxi.  Ana memasuki restoran sambil mencari keberadaan sepupunya., hey ana sini dari arah kanan ana malihat orang yang dia cari sedang melambaikan tangan kearahnya. Ana langsung menemui orang itu


Ana kamu apa kabar, kamu itu bikin aku suprais karna kamu tiba-tiba ada diparis andai kemarin aku tidak menelvonmu duluan pasti aku tidak akan tau kalau kamu ada disini ucap panji dengan bersemangat.


Panji kemarin menelvon ana karna ingin tau bagaimana kabar ana adik sepupunya, saat ana mengatakan kalau dirinya sekarang ada diparis, panji langsung histeris mengajak ana untuk ketemuan panji tidak tau kenapa ana bisa ada diparis. Panji tidak tau kalau ana sudah menikah. Ana sudah berapa lama kamu ada disini kenapa kamu tidak ngasih tau aku kalau kamu mau keparis andai aku tau pasti aku akan menjemputmu dibandara


Oh iya kamu kesini sama siapa. Tanya panji bersemangat


Kamu tuh gak berubah masih saja kayak emmak emmak pertanyaan satu belum dijawab malah nanyain yang lainnya, ucap ana kepada sepupunya sekaligus sahabatnya panji nyengir mendengar perkataan anna

__ADS_1


Iya kan saking senangnya aku bisa ketemu dengan adik sepupu kesayanganku ini ucap panji sambil menyubit pipi ana karna gemas.


Sakit ji kamu apa apaan sih nyubit pipi aku ucap ana sambil mengembungkan pipinya


Panji lansung tertawa melihat expresi ana


Tanpa mereka sadari ada mata elang yang dari tadi melihat kearah mereka. Kenapa dia bisa ada disini dan dengan siapa dia bicara kenapa dia terlihat sangat akrab


Orang itu langsung berjalan kearah bangku anna tanpa memerdulikan panggilan temannya


Sampai di bangku anna orang itu langsung berdehem


Sedangkan panji menatap hisyam dengan tatapan bingung dan bertanya, anda siapa tunjuk panji kearah hisyaam. Justru seharusnya saya yang bertanya anda ini siapa kenapa bisa pergi berdua dengan istri saya tanya hisyam dengan sedikit membentak karna geram


Meski dia tidak mencitai anna tapi entah kenapa hatinya tidak terima kalau anna pergi dengan laki-laki lain


Istri siapa yang anda maksud. Ucap panji dengan sedikit ankuh karna dia tidak tau siapa yang ada di depannya jadi bagaimana bisa dia kemal dengan istrinya

__ADS_1


Dia yang ada disamping anda adalah istri saya, jawab hisyam dengan lantang membuat semua orang menoleh kearahnya. Panji kaget mendengar siapa yang hisyam maksud karna panji tidak pernah mendapat kabar kalau sepupunya sudah menikah. Begitu pula teman hisyam yang masih duduk di bangkunya


Panji menatap anna meminta penjelasan, apa benar yang dikatakan orang ini na. Anna mengangguk sambil berkata, iya pan dia benar dia suamiku maaf aku tidak memberi taumu acaranya mendadak aku juga tidak mau mengganggumu karna saat itu kamu mau ujian maaf, ucap anna sambil menundukkan kepalanya


Panji mengusap wajahnya bagaimana bisa keluarganya satupun tidak memberi tahunya kalau anna sudah menikah. Andai dia tahu pasti saat itu dia akan hadir di pernikahan adik sepupunya


Panji langsung balik badan dan menatap hisyam sambil berkata maaf aku tidak tau kalau anna sudah manikah dan kamu adalah suaminya perkenalkan nama saya panji saya kakaknya anna. Hisyam langsung menyambut tangan panji, kakak bukannya anna anak tunggal, tanya hisyam dengan nada bingung


Menyadari kebingungan hisyam, panji langsung menjelaskan. Aku kakak sepupu anna tapi kami sangat dekat seperti saudara kandung aku menyayangi anna seperti adikku sendiri, aku berada disini karna sedang menyelesaikan studiku disini


Aku kemarin nelvon anna ada orang yang berbicara dengan bahasa paris saya langsung  bertanya saat lnl dia ada dimana saat anna mengatakan kalau dirinya ada di paris aku langsung mengajak anna ketemuan disini


Oh iya namamu siapa adik ipar? Hisam ingat kalau dirinya belem memperkenalka dirinya, nama saya hisyam kak salam kenal , hisyam duduk bertiga sedangkan temannya memilih pulang duluan


Anna dan hisyam kini duduk didalam taxi menuju hotel sedangkan panji memilih langsung pulang karna masih ada tugas kuliah yang belum selesai


Kenapa kamu tidak izin padaku kalau kau mau keluar anna menoleh dan menjawab aku tadi mau izin tapi mas keluar duluan, lalu kenapa kamu tidak nelpon saja, tanya hisyam menahan emosi

__ADS_1


Bagaimana aku menelpon mu mas nomormu saja aku tidak punya lagi pula kenapa kamu marah aku menemui kak panji aku saja tidak marah tadi melihatmu makan dengan seorang wanita, ucap anna dengan sedikit nada mencibir. Mendengar ucapan anna hisyam langsung sadar dari kemarahannya. Aku hanya takut kamu nyasar lagi pula kamu tidak pernah datang kesini nanti aku yang dikatain orang -orang tidak bisa menjaga istri , jelas hisyam dengan wajah terus menatap jalanan. Saat mobil tiba didepan hotel anna langsung membuka pintu, namun tiba tiba suara hisyam terdengar. Wanita yang bersama ku tadi namanya tia, dia teman ku saat aku kuliah dulu dan teman siska juga, aku mengajaknya bertemu karena ingin tahu kabar dan juga ingin tau kabar... Hisyam tidak bisa meneruskan ucapannya dia menundukan kepalanya, anna langsung meneruskan ucapan apa yang dimaksud hisyam. Kamu ingin tahu bagaimana kabar siska kan mas, apa tebakan ku benar. Hisyam menganggukan kepalanya yang masih menunduk, kamu tidak usah sungkan mas, aku tidak akan melewati batas untuk mengekang mu. Dan tidak akan melarang mu mencari keberadaan siska, aku akan terus mengikuti arus takdir ku tanpa mengeluh. Setelah mengucapkan itu, anna langsung keluar dari mobil. Hisyam masih diam ditempatnya, apakah aku serakah, kalau masih menginginkan siska untuk tetap menjadi kekasih ku, sedangkan aku telah beristri meski aku tidak mencintainya, tapi aku masih menghargai keberadaannya batin hisyam. Hisyam mengusap wajahnya frustasi, anna tidak langsung masuk kamar dia memilih untuk berdiri diteras luar sambil menikmati udara segar.


__ADS_2