
Bagaimana sam apa tidak ada barang yang tertinggal ?
__ADS_1
Semuanya siap ma tidak ada yang ketinggalan lagian aku kesana hanya empat hari jadi tidak harus bawa barang banyak banyak, jawab hisyam sambil bermain hp ditangannya. Mereka sudah berada dibandara hisyam sudah tidak punya pilihan selain menuruti kemauan mamanya, untuk para penumpang pesawat menuju paris akan segera berangkat jadi persiapkan diri anda jangan sampai ada barang yang tertinggal, suara dispeaker mengagetkan semua orang. Hisyam dan anna bersiap untuk masuk, ma pa kami berdua berangkat dulu pamit anna pada kedua mertuanya. Iya nak selamat jalan selamat sampai tujuan, o... iya sam jangan lupa dengan oleh olehnya ucap bu sinta pada hisyam sambil mengedipkan sebelah matanya. Hisyam hanya mengangguk, anna dan hisyam memasuki pesawat. Anna duduk dengan tangan sedikit gemetar, dengan menarik napas pelan pelan dia berharap bisa mengurangi rasa ketakutannya. Hisyam menyadari ketakutan anna yang sekarang duduk di sampingnya. Kamu pejamkanlah matamu kalau merasa takut, anna langsung memejamkan matanya mengikuti perkataan hisyam. Saat pesawat mulai bergerak dengan reflek anna memegang tangan hisyam, menyadari tangannya dipegang hisyam ingin menarik tangannya tapi tangannya dipegang semakin erat. Hisyam membiarkan tangannya dipegang erat oleh anna, semakin lama anna pun tertidur dengan tangan masih memegang tangan hisyam. Hisyam pun memutuskan untuk memejamkan matanya juga tanpa disadari hisyam pun tertidur saling memegang tangan anna. Mas bangun pesawat sudah lending ucap pramugari dengan sedikit menggoyangkan tubuh hisyam, mendengar suara didekatnya anna dan hisyam bangun bersamaan hingga tidak sengaja kepala mereka berdua terbentur. Menyadari tangannya memegang tangan hisyam anna langsung menariknya, terima kasih mbak ucap anna, Sang pramugari hanya bisa mengangguk sambil tersenyum. Kamu tunggulah disana aku akan mencari taksi dulu tunjuk hisyam pada kursi panjang, anna mengangguk dan berjalan kearah kursi. Hisyam jarang bicara dengannya kalau bicara seperlunya saja, anna sudah bisa maklum dengan kebiasaan hisyam. Anna memandangi orang orang yang lalu lalang didepannya hingga suara hisyam mengagetkannya, ayo kiya harus segera mencari hotel. Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan langitpun sudah mulah gelap dengan awan kelabu, anna mengikuti hisyam yang berjalan menuju taksi. Tidak ada percakapan didalam taksi hisyam sibuk dengan hpnya, anna melihat kearah luar jendela menikmati pemandangan malam kota paris. Tidak berapa lama mobil berhenti depan gedung berlantai lima belas anna turun dengan tatapan kagum, disekeliling gedung dihiasi lampu anna terus berjalan mengikuti hisyam. Saat memasuki kamar anna bertambah kagum dengan hiasan dinding yang sangat indah, anna berjalan kearah jendela dia bisa melihat menara effel dari kejauhan yang dikelilingi hiasan lampu warna warni. Sehingga tiba tiba ada suara batuk dibelakangnya, anna langsung menoleh dia melihat hisyam yang menatapnya sambil melipat tangan didada. Apa kamu baru pertama kali pergi keparis tanya hisyam, iya aku baru pertama kali kesini, hisyam mengangguk mendengar jawaban anna. Emangnya ada apa kamu bertanya seperti itu tanya anna, tidak aku hanya bertanya. Oh iya kamu tidurlah dikasur aku akan tidur disofa, cepatlah tidur nanti kamu sakit, kalau kamu sakit aku juga yang repot, aku tidak suka merawat orang sakit pasti mereka akan manja, ucap hisyam sambil duduk disofa. Anna memutar mata keatas mendengar ucapan hisyam dan langsung melangkah kasur, siapa juga kalau sakit mau dirawat pria dingin sepertimu, bukannya sembuh tapi akan semakin parah, sungut anna dengan pelan tapi masih bisa didengar oleh hisyam. Hey apa kau bicara pada ku, tidak mungkin kamu salah dengar, anna langsung membaringkan tubuhnya membelakangi hisyam. Dasar tidak sopan malah tidur membelakangi suami, anna tidak menanggapi ucapan hisyam dia langsung memejamkan matanya. Hisyam memutuskan untuk tidur juga, karena sebenarnya tubuhnya sangat lelah. Pagi ini anna tidak tahu akan kemana, karena anna tidak mengenal tempat ini, ingin membangunkan hisyam takut dia marah padanya. Akhirnya anna memilih duduk diam didekat jendela sambil melihat kearah luar, saat anna melamun tiba tiba ada suara. Kamu sedang apa disini, anna menoleh sekilas dan menjawab tidak aku hanya duduk jawab anna tanpa melihat lawan bicaranya. Aku mau keluar apa kamu tidak mau ikut, anna berpikir sejenak baiklah aku mau ikut ucap anna sambil menghadap hisyam. Kalau begitu cepatlah, aku tidak suka yang namanya menunggu. Anna dan hisyam kini berada disalah satu pusat belanja yang ada dikota paris, kamu belilah apa yang kamu perlukan ucap hisyam pada anna, anna berpikir ingin membeli apa tapi tidak ada yang dia inginkan sekarang. Tidak mas aku tidak membutuhkan apa apa, jawab anna sambil menundukan kepala, kalau begitu lebih baik kita segera kembali kehotel, baiklah kalau begitu. Anna dan hisyam berjalan kearah mobil, ditengah perjalanan hisyam membelokan mobilnya disalah satu restoran, kita makanlah dulu. Bukankah sebelum berangkat tadi kau belum sempat sarapan, ungkap hisyam.
__ADS_1
Tidak ada lago percakapan diantara keduanya, hanya ada suara sendok yang saling berdentang. Ayo kita pulang, ajak hisyam setelah selesai makan. Mereka berjalan beriringan sampai ke mobil, setibanya dihotel anna langsung membuka pintu mobil. Mendengar suara hisyam disampingnya membuat dia mengurungkan niatnya, kenapa kamu mau dengan rencana mama dan papa ini tanpa penolakan. Anna mengerutkan dahi mendengar pertanyaan hisyam, maksudnya apa, tanya anna bingung. Kenapa kamu langsung menerima saja kalau kita pergi kesini tanpa ada penolakan, tanya hisyam dengan sedikit meninggikan suaranya. Bagaimana caranya saya menolak rencana mama dan papa sedangkan kamu sudah menolaknya dengan keras tapi tetap saja harus kesini, ucap anna. Hisyam masih tidak puas dengan jawaban anna dan bertanya lagi, apa kamu senang dengan rencana bulan madu ini, tanya hisyam dengan meninggikan suaranya. Anna sedikit tersenyum sinis mendengar tuduhan hisyam, kenapa aku harus senang dengan perjalanan bulan madu ini, aku hanya tidak bisa menolak dengan permintaan mama. Hisyam tersenyum miring mendengar ucapan anna, tidak bisa menolak bilang saja kalau kamu mau menjerat ku disini. Anna langsung pergi mendengar tuduhan hisyam, percuma berdebat dengan pria seperti dia, dia tidak akan mendengar ucapan ku dasar kepala batu, gerutu anna tetap berjalan meninggalkan hisyam. Hey saya belum selesai berbicara, panggil hisyam sambil melempar botol kesembarang arah, dia dari kemaren merasa kesal, kenapa anna tidak berusaha menolak dengan permintaan mamanya untuk datang kesini. Anna langsung masuk kamar dan membaringkan tubuhnya diatas kasur, sambil mengela napas, apa yang dia pikirkan, dia menganggap aku sangat senang dengan rencana untuk pergi kesini, ucap anna sambil tersenyum sinis, Anna memutuskan untuk mandi supaya bisa menenangkan pikirannya. Hisyam mengusap wajah sangat kesal, hisyam langsung keluar dari mobil dan menyusul anna ke kamar, saat tiba dikamar hisyam mendengar suara air dari dalam kamar mandi, hisyam memutuskan membaringkan tubuhnya disofa sampai dirinya tertidur dengan sendirinya.
__ADS_1