
Pagi ini hisyam sudah siap dengan pakaian kantornya hari ini hari pertama dia menjadi CEO diperusahaannya
Sebernanya selama ini menyuruh orang kepercayaan kelurganya untuk mengurus perusahaan yang ada disini
Karna hisyam akan tinggal disini akhirnya hisyam menyuruh orang kepercayaannya untuk mengurus perusahaan yang ada diluar kota
Hisyam melirik jam ditangannya "masih pagi lebih baik aku keluar dulu sebentar sebelum kekantor" gumam hisyam dalam hati
Hisyam malirik kamar mandi yang didalamnya ada anna "ck dasar lamban" ucap hisyam lalu berjalan keluar kamar
Anna tadi sehabis sarapan yang pasti tanpa hisyam
Langsung masuk karna hari ini dia akan kembali masuk kerja setelah beberapa hari minta izin
Teman - temannya dikantor tidak ada yang tau kalau dia sudah menikah beberapa hari yang lalu anna kemarin izin beberapa hari dengan alasan pulamg kampung
Hari ini dia mendapat kabar dari temannya kalau hari ini dikantor akan ada CEO baru jadi semua karyawan harus ngumpul pagi - pagi anna memakai pakainnya dengan buru-buru
__ADS_1
Saat ingin berangkat anna baru menyadari kalau dari tadi dia tak melihat hisyam saat menyadari kunci mobil kisyam tidak ada ditempatnya anna menyimpulkan kalau hisyam pergi sudah keluar , anna pun mengunci pintu dan langsung menaiki ojek yang sudah dia pesan di aplikasi onlain
Setiba dikantor anna langsung didatengin temannya yang bernama windi "anna sukurlah kamu datamg saya kira kamu bakal terlambat" tanya windi saat anna mulai duduk dibangkunya
"Tidak win bagaimana aku datang terlambat sedangkan kabarnya akan ada CEO baru bisa-bisa aku langsung dipecat hari ini juga" ucap anna meladeni temannya
"oh iya na aku dengar CEO baru kita orangnya arogan dan dia sangat dingin tapi katanya cakep abis seperti dinovel- novel gitu" ucap windi hingga tiba- tiba ada seseorang yang memukulnya dengan gulungan kertas
"Heh win jangan gosip mulu nih gue mau foto copi , oh iya kita disuruh berkumpul dilobi sekarang" ucap aryo
Mendengar ucapan aryo winda langsung menari tangan anna" ayo kita harus segera kumpul diloby.
Semua karyawan sudah berkumpul hingga ada mobil berhenti tepat dipintu masuk kantor, semua orang menunduk karena sudah tau siapa yang datang, pintu mobil terbuka keluarlah seorang pria yang masih muda dengan wajah tampannya dan ekspresinya sangat dingin. Dia melangkah masuk melewati semua karyawan yang masih menunduk, hingga tiba tiba matanya tertuju pada karyawan yang menggunakan jilbab, diapun berhenti didepan wanita itu. Anna menyadari ada orang yang berhenti didepannya tapi dia tidak bisa mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang berdiri siapa didepannya, semua orang tau siapa yang berdiri didepan anna tapi tidak ada yang berani mengangkat kepala, hingga tiba tiba ada suara yang anna cukup kenal.
"Perkenal nama saya Hisyam Admaja yang akan menjadi CEO baru kalian"
Dk... Anna diam mematung tidak bisa mengeluarkan suara "tidak mungkin dia adalah mas Hisyam pasti cuma kebetulan saja namanya sama" ucap Anna dalam hati, Tetapi suara itu membuat Anna gelisah. "Angkatlah kepala kalian aku tidak suka melihat orang yang ku ajak bicara menunduk" semua orang mengangkat kepala saat melihat wajah sang CEO membuat para karyawan tersenyum senang.
__ADS_1
Lain halnya dengan satu wanita yang berdiri didepan CEO saat keduanya saling memandang wajah Anna langsung pucat karena kaget sambil bergumam "mas Hisyam" namun tetap bisa didengar oleh pria didepannya. Hisyam tersenyum mendengar gumaman Anna, orang tua Hisyam sudah tau kalau Anna bekerja diperusahaan mereka kecuali Hisyam, "semoga kita semua bisa bekerja sama, baiklah sekarang kalian bisa kembali ke tempat masing masing".
Semua karyawan meninggalkan lobby hanya Anna yang diam ditempat, menyadari temannya masih diam mematung Winda langsung menarik tangan Anna, merasakan tangannya ditarik seseorang Annapun langsung mengikuti Winda. "Na kamu kenapa kok wajah mu pucat, apa kamu baik baik saja atau ada masalah ?" Tanya Winda karena kwatir melihat keadaan temannya, Anna langsung menggeleng dan menjawab "aku tidak apa apa win lebih baik kita kembali bekerja nanti kita kena marah kalau masih mengobrol".
Anna tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaannya, dia masih memikirkan bagaimana bisa suaminya menjadi CEO disini, akhirnya Anna memutus untuk tidak terlalu memikirkannya karena Anna rasa Hisyam tadi bersikap profesional.
Didalam ruangan Hisyam duduk sambil memijat pelipisnya "bagaimana bisa dia bekerja disini sebagai karyawan ku, apa mama dan papa tahu kalau dia bekerja disini, kalau tidak aku bisa kena omel lagi" Hisyam berbicara kepada dirinya sendiri. Hisyam awalnya tidak percaya kalau wanita yang dia lihat diantara karyawan adalah istrinya, akhirnya Hisyam berhenti tepat didepannya untuk memastikan apakah dia benar Anna atau bukan, saat dirinya menyuruh semua karyawan mengangkat kepala Hisyam kaget ternyata wanita itu benar istrinya.
Hisyam tahu saat itu Anna juga kaget kalau dia yang akan menjadi CEO. Tiba tiba pintu ruangan diketuk "masuk" ucap Hisyam dari dalam ruangan, saat pintu terbuka masuklah seorang wanita, wanita tersebut tersenyum kepada Hisyam diam adalah sekertarisnya bernama Amanda.
"Ada apa kamu kesini ?" Tanya Hisyam dengan wajah datar, Amanda tersenyum kaku mendengar pertanyaan Hisyam, "saya kesini ingin menyampaikan kalau nanti siang bapak ada meeting dengan klien". "Baiklah kalau begitu, apa ada lagi ?"
"Tidak ada pak, itu saja, atau bapak mau minum sesuatu?" Tanya Amanda melihat atasannya seperti tidak enak badan, "tidak ada, kamu bisa keluar sekarang" Amanda mengangguk dan langsung keluar.
Saat jam makan siang hampir semua karyawan membicarakan CEO baru yang tampan, Anna langsung menduduki meja yang kosong hingga tiba tiba ada suara, "hey ob pindah dari sini... ini tempat duduk kami" ucap salah satu diantara mereka, Anna menatap wanita didepannya mereka adalah Lala, Mita, dan Amanda sang sekertaris, Anna langsung pindah karena sangat malas ribut.
"Kalian tahu tidak CEO tampan kita itu ternyata dia sangat agresif, baru masuk saja dia langsung minta pijat, saya yakin sebentar lagi saya akan menjadi nyonya Admaja" ucap Amanda dengan percaya diri, kedua temannya menatap kagum pada Amanda karena bisa menaklukan CEO yang tampan dan dingin itu. Anna mendengar ucapan Amanda ada rasa perih dihatinya mendengar suaminya dekat dengan wanita lain, selesai makan Anna langsung kembali ke mejanya. Saat jam pulang Anna membereskan barangnya, tiba tiba Hisyam lewat didepannya, Anna diam tertunduk seperti karyawan lainnya, Hisyam melewati Anna sambil melirik sekilas kearah Anna setelah itu meneruskan langkah kakinya.
__ADS_1