
Ketika Vivian tiba di studio Nina, dia menyadari bahwa suasana di dalam studio sangat membosankan.
Tampaknya kemarahan sutradara baru saja mereda dan dia sekarang minum teh sambil masih merasa sedikit kesal.
Wajah Nina pucat saat dia duduk di sudut, jari-jarinya meremas naskah dengan erat.
"Apa yang salah?"
Vivian dengan hati-hati mendekati Noval dan bertanya dengan suara lembut.
"Ini adalah adegan hanya dengan monolog batin." Ucap Noval dengan nada suara rendah.
"Adegan ini untuk mengambil gambar perubahan emosi Nina. Dia harus menampilkan emosi yang berbeda dari kemarahan, ke ekstasi, keputusasaan, dan kelegaan dalam satu set pengambilan gambar. Kemarin, Nina telah mengulang adegan itu beberapa kali tetapi dia masih tidak bisa melakukannya. Sutradara menyuruhnya pulang untuk menenangkan dan belajar. Namun Pada akhirnya, dia tetap tidak bisa bertindak seperti yang diinginkan sutradara." sambungnya menjelaskan yang terjadi pada atasannya.
Setelah mengatakan itu, Noval juga menghela nafas beratnya, lalu melanjutkan kalimatnya lagi, dan ia berkata,“Ini juga sebenarnya bukan hari pertamanya ber-akting, dan terlalu sulit untuk mengharapkan penampilan seperti itu darinya.”
Saat Vivian mengetahui permasalahannya aktris yang di seganinya, dia pun mengerucutkan bibirnya, perlahan dia berjalan ke arah Nina dan duduk di kursi yang ada di sampingnya.
“Bolehkah aku melihatnya?” tanya Vivian
Natalia yang merasa sangat kesal, dan dia semakin kesal ketika mendengar suara Vivian. Karena masih teralihkan oleh emosinya, dia tidak peduli dengan identitas wanita di depannya. Nina segera melemparkan naskah ke arah Vivian,
"Baca. Baca saja. Apa gunanya dengan pemeran pengganti sepertimu?" Ucapnya masih bernada kesal
Vivian mengerucutkan bibirnya, mengambil naskah miliknya, dan meliriknys sebentar. Setelah melihat-lihat naskah milik Nina, dia mencari Noval dan meminta kepadanya selembar kertas dan pena untuk menulis dan menggambar.
Orang-orang di sekitar terus datang untuk menghibur Nina, tetapi mereka semua dengan dingin diabaikan oleh wanita tersebut.
Akhirnya, sutradara datang dan memberi Nina kesempatan terakhirnya. Adegan ini harus selesai sore ini! Nina berakting di depan cermin. Namun, dia selalu merasa tidak puas dengan usahanya. Pada akhirnya, dia menghancurkan dua cermin itu dengan sangat marah.
"Kamu harus mencobanya lagi."
Ketika Nina memecahkan cermin kedua, Vivian akhirnya berhenti menulis dan tersenyum pada Nina,
"Penulis naskah hanya menulis perubahan emosional. Jadi, saya memilah-milah hubungan antara peran dalam adegan. Pemeran utama wanita di sini emosionalnya karena dia memikirkannya. Sedangkan tiga orang ini dalam tiga momen ini.” ujar Vivian menjelaskan pada Nina
Lalu Vivian menyerahkan selembar kertas itu kepada Nina, dan berkata, "Saya harap itu bisa membantu Anda."
Nina menatap Vivian dengan pandangan kosong,
"Nona Sucipto, jangan buat masalah lagi untuk saya." Ucap Noval yang berdiri di belakang Vivian.
"Nina sudah cukup kesal." sambungnya.
Nina meratakan bibirnya, mengambil kertas yang diberikan Vivian padanya, dan dengan santai dia melihatnya. Setelah itu, matanya mulai bersinar dengan penuh harapan.
Nina berfikir Mengapa dia tidak memikirkannya? Pahlawan wanita itu benar-benar memikirkan ketiga orang ini yang ada dalam naskah.! dia melihat ke cermin, menatap dirinya sendiri didalam pantulan cermin di hadapannya dan memulai aksinya dari awal lagi.
Dan Kali ini, Nina tidak memecahkan cermin lagi.
Setengah jam kemudian, Nina berakting di depan kamera dan menyelesaikan penampilannya. Tidak ada lagi waktu atau rekaman yang terbuang, dan dia memerankan adegan itu dalam sekali jalan.
Sutradara mengacungkan jempol kepada Nina, dan memujinya, "Nina yang terhebat, Anda memang ratu film. Anda menyesuaikan diri dengan sangat cepat dan merasakan emosi dengan sangat tepat. Luar biasa!"
__ADS_1
“Terima kasih.” balas Nina pada sutradara.
Saat makan siang, Nina mengajak Vivian ke restoran kelas atas yang terletak di seberang tempat Pembuatan Film. Nina tersenyum saat menatap Vivian ,
"Aku meremehkanmu sebelumnya." Ucapan penyesalannya Nina pada Vivian.
“Kamu memiliki pemahaman yang Sangat baik tentang karakter dan kamu juga tahu keterampilan bertarung, tetapi mengapa kamu tetap bekerja sebagai pemeran pengganti di Tempat Pembuatan Film?. Kupikir dengan wajah cantikmu dan kemampuan aktingmu yang hebat, kamu akan menjadi bintang terkenal jika kamu bekerja sebagai aktris." ujar Nina masih menatap kearah Vivian.
Vivian tersenyum sambil memakan ikan rebus, lalu dia berkata "Aku tidak berencana menjadi aktris. Aku lebih menyukai menjadi pemeran pengganti.”
Natalia mengerutkan keningnya,
"Kamu melakukan pekerjaan paling berbahaya sebagai pemeran pengganti di lokasi Syuting. Sebenarnya, kamu juga melakukan semua ini demi uang. Jika kamu bekerja sebagai aktris, kamu pasti akan mendapatkan lebih dari pemeran pengganti, jadi mengapa tidak?” ujar Nina menawarkan Vivian menjadi seorang Aktris.
Vivian tersenyum dan menurunkan alisnya saat mendengarkan masukan dari Vivian.
"Saya memiliki masa lalu yang kelam. Saya tidak ingin dilihat oleh terlalu banyak orang. Selain itu, jika musuh saya tahu saya bekerja di sini, saya bahkan tidak bisa bekerja sebagai pemeran pengganti di sini. Saya lebih suka di mana posisi saya sekarang.” Ucap Vivian
Nina tidak berharap Vivian memberikan alasannya itu. Nina menundukkan kepalanya dan merekapun terdiam,
Setelah lama terdiam, Nina mengangkat kepalanya untuk menatap Vivian,
"Kalau begitu di masa depan, jika saya memiliki masalah seperti yang saya hadapi hari ini ..." Ucapan Nina terputus saat Vivian memotongnya.
"Kamu bisa menanyakan semuanya padaku." timpal Vivian dengan cepat.
"Dalam hal ini, saya masih memiliki beberapa pengalaman." sambungnya
"Kalau begitu kamu hanya akan menjadi pemeran pengganti eksklusifku mulai sekarang, dan aku tidak akan memperlakukanmu dengan buruk." Ujar Nina menatap Vivian dihadapan tempat duduknya
Vivian mengangguk sambil memakan hidangannya,
"Terima kasih, bos!" ucap Vivian dengan senyumannya.
Nina tersenyum dan mengeluarkan ponselnya untuk mengirim pesan kepada Kaisar, yang isi pesannya,
Nina\=["Apakah bibimu memiliki masa lalu yang kelam?"]
Masa lalu yang kelam?
Melihat pesan di ponselnya, Kaisar mengerutkan keningnya dan melirik pria yang masih bekerja dengan kepala tertunduk di kejauhan,
"Paman Rafli." panggil Kaisar padanya
Rafli tidak mendongakkan kepalanya untuk menatap keponakannya, Namun ia menjawab panggilannya dengan mengatakan "Bicaralah."
"Masa lalu kelam apa yang dimiliki istrimu?" tanya Kaisar menunggu jawaban dari Rafli.
Pria yang terlihat berwibawa namun dingin itu seketika berhenti menulis, dan bertanya, "Apa maksudmu? Masa lalu yang kelam?"
Kaisar bangkit dari sofa dan mengulurkan ponselnya ke Rafli.
"Orang yang saya suruh telah menawarkan kepada Vivian untuk menjadi Bintang terkenal, tetapi Vivian tetap saja masih menolak dengan mengatakan bahwa dia memiliki masa lalu yang kelam." jelas Kaisar pada pamannya Rafli.
__ADS_1
Pria itu mengangkat tangannya dan menutup file itu dengan lembut, "Aku baru mengenalnya kurang dari sebulan. Jadi, aku tidak yakin."
Kaisar seketika terdiam. di detik kemudian Kaisar bertanya. "Rafli, kamu menikahinya sebelum kamu mengenalnya?"
Pria pendiam namun arogan itu mengambil dokumen lain dan membukanya, Lalu dia menganggukkan kepalanya saat membaca dokumen di tangannya dan menjawab, "Ya."
Kaisar memutar matanya, dan bertanya lagi, "Lalu mengapa kamu menikahinya?"
"Kevin menyukainya dan Erico juga menyukainya.” jawab Rafli mengangkat kepalanya dan menatap kearahnya,
"Apakah alasan ini cukup?" tanya Rafli.
Sedangkan Kaisar tetap diam.
"Alasan ini memang cukup bagus ...! Tapi, Rafli, kamu yang akan menikah, bukan kedua anak kecil itu. Kamu hanya memikirkan mereka dan tidak memikirkan dirimu sendiri?"
“Aku sama sekali tidak akan jatuh cinta pada wanita mana pun. Jadi, jika Kevin dan Erico menyukainya, dia akan cocok untukku.” jawab Rafli.
Setelah menyelesaikan kalimatnya, pria itu mengambil pena dan mulai menandatangani namanya di dokumen,
"Saya menyerahkan penyelidikan masa lalu kelamnya kepadamu." perintahnya pada ponakannya.
Kaisar pun terdiam lagi.
Jadi mau tak mau dia mendapatkan masalah untuk dirinya sendiri lagi?
Sore harinya, Vivian tetap berada di sisi Nina untuk membantunya menganalisis naskah. Dan Selama Nina berakting, dia pergi ke supermarket untuk membeli air minum kemasan.
Ketika dia kembali ke lokasi syuting, dia melewati studio tempat Armand dan Naura berada. Beberapa aktor terlihat bergosip.
"Pacar Armand benar-benar konyol. Dia bahkan tidak bisa memerankan karakter yang begitu sederhana!"
“Dengan kemampuan akting seperti ini, dia sebenarnya masih salah satu kandidat Gemini Award tahun ini, tapi dia bahkan tidak mendapatkan adegan yang tepat sepanjang .”
"Saya benar-benar tidak tahu bagaimana dia bisa menjadi aktris terkenal." Mendengar kata-kata mereka, Vivian tidak bisa menahan tawa.
Naura tidak pernah benar-benar belajar akting sebelumnya, dia bisa melakukannya sebelumnya karena Vivian membantunya dengan menganalisis karakter dan emosi karakter tersebut.
Sekarang setelah dia meninggalkannya, dia tidak menyangka Naura begitu tidak terampil.
“Vivian.!” Saat dia hendak pergi dari tempatnya, sebuah suara laki-laki memanggilnya, itu adalah Armand.
Dia berjalan dengan langkah besar dan menariknya ke samping,
"Aku sudah bertanya. Nina tidak membutuhkan pemeran pengganti untuk membantunya hari ini, jadi kamu tidak punya pekerjaan untuk hari ini." ucap Armand.
Setelah mengatakan itu, Armand langsung memasukkan naskah Naura ke tangannya, "Pergi dan bantu analisis naskah untuk Naura. Lebih cepat lebih baik.”
Vivian mengerutkan keningnya dan berfikir sepertinya Naura tidak bisa melanjutkan aktingnya.!
Vivian melirik naskah di tangannya dan tertawa, dan bertanya dengan nada tak bersahabat, "Mengapa saya harus membantunya?"
...****************...
__ADS_1