
Ketika Vivian terbangun, Ternyata itu adalah pagi hari. Dia mengalami banyak mimpi buruk semalam. Dan Ketika dia bangun, bantalnya terasa basah oleh keringatnya.
Dia bangun, dan mengisi ulang ponselnya, lalu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Samar-samar dia bisa mengingat apa yang terjadi tadi malam. Dia dikurung di ruang kosong di lokasi syuting. Dan Ponselnya mati karna kehabisan daya, dan kegelapan memyelimuti di sekelilingnya.
Lalu Ketika Vivian putus asa, dia melihat Rafli. Setelah itu, dia kehilangan kesadaran. Tadi malam, Rafli muncul di hadapannya seperti pahlawan.
Memikirkan hal itu, Vivian tersipu dan detak jantungnya berdetak semakin cepat. Tiba-tiba, ponselnya yang berada di luar berdering, yang mengembalikan kesadarannya,
Vivian bergegas keluar untuk menjawab panggilan telepon. Saat melihat ID penelpon di layar ponselnya.
Ternyata Itu adalah Clara.
"Vivian, apa yang kamu lakukan.? Sesuatu yang besar telah terjadi!" Ucapnya saat panggilan telepon tersambung
Vivian menyeka wajahnya dengan handuk dan sedikit mengernyitkan dahinya. lalu dia bertanya, "Apa yang membuatmu bangun pagi-pagi sekali untuk meneleponku?"
"Naura memposting fotomu dan Armand di Internet.! Para netizen semua mencelamu. Mereka bilang kamu bermaksud merayu Armand!” jelasnya memberi tahu Vivian berita viral hari ini.
Vivian seketika tercengang, mendengar penjelasan temannya.
Clara berkata dengan nada cemas, “Naura membuat wajahmu tidak jelas dan menyatakan bahwa dia tidak ingin menjadi begitu kejam. Karena itu, netizen lebih ingin tahu tentangmu. Seseorang menganalisis kostum yang Anda kenakan dan menunjukkan bahwa wanita di foto itu hanyalah pemeran pengganti Naura.
Sekarang mereka sedang mencari identitasmu.”
Kalimat penjelasan dari Clara seperti palu berat yang menghantam hati Vivian. Dia menggigit bibirnya dan memindai blog Naura.
Apa yang dikatakan Clara memang benar.
“Pacarku baik-baik saja. Saya berharap hal seperti ini tidak akan terjadi lagi. (Saya membuat wajah aktris itu kabur karena saya tidak ingin terlalu kejam. Jika dia berani melakukannya lagi, saya tidak akan melepaskannya.).” isi Caption blog Naura
Sebuah video dilampirkan, di mana Armand merobek luka di bahunya dan dia jatuh. Akhir dari video itu adalah wajahnya yang bersalah dan marah setelah Naura menamparnya.
Netizen mengomentari posting ini dan memarahi Vivian karena dia sangat tidak tahu malu dan bahkan merayu Armand. Bahkan ada yang meminta Nina untuk mempublikasikan nama aktris tak tahu malu ini.
Ketika dia membaca komentar-komentar ini, rasa dingin menjalari tulang punggungnya. Vivian pikir Naura dan Armand hanya ingin menguncinya untuk memberinya pelajaran.
Ternyata itu hanya sebagian kecil dari rencana mereka. Mereka tidak hanya ingin menghancurkannya tetapi juga ingin menendangnya keluar dari lingkaran hiburan. Apalagi hubungan di antara mereka akan menjadi topik hangat lagi dengan masalah ini, yang akan membuat mereka lebih terkenal.
Mereka hanya menganggapnya sebagai batu loncatan.! Vivian menggertakkan giginya. Dia telah meremehkan Naura dan Armand.
__ADS_1
Naura pergi ke ruang ganti kemarin untuk memastikan di mana luka Vivian, bukannya mengancamnya.
Ketika dia bertindak dengan Armand, Armand seharusnya mengulurkan tangan kirinya, tetapi dia mengulurkan tangan kanannya dan menekan lukanya dengan tepat.
Armand menggunakan kekuatannya begitu banyak sehingga membuat lukanya robek lagi.
Ketika Vivian terlalu sakit untuk berdiri, Armand mengambil kesempatan untuk memeluknya. Naura datang untuk menamparnya.
Vivian hanya merasakan gejolak di benaknya. Bahwa Rencana mereka sangat matang.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Vivian.
Suara Clara terdengar begitu cemas di sebrang telepon, dia kembali bertanya, "Vivian, haruskah kita melawan atau bernegosiasi dengan mereka?"
“Mereka telah membuat namanya untuk semakin terkenal. Dan Saya hanya pemeran pengganti. Saya bukan tandingan mereka.” jawab Vivian.
Vivian menutup matanya. dan berkata "Dan saya tidak ingin bernegosiasi dengan mereka."
Armand dan Naura hanya ingin Vivian memohon kepada mereka, bukan?
Kemarin sore, dia menolak permintaan Armand untuk memberikan bimbingan kepada Naura. Di malam harinya, mereka menjebaknya seperti itu.
"Tetapi…" Ucap Clara menghilang di tengah-tengah.
Clara tersedak dan gagal melanjutkan kalimatnya.
"Aku tidak akan menyerah." Ucap Vivian.
Vivian menarik napas dalam-dalam dan memandang dirinya di cermin sambil tersenyum.
"Aku tidak akan menyerah bahkan jika aku kehilangan pekerjaan." Ucap Vivian dengan optimis lalu dia mengakhiri panggilan teleponnya.
Setelah menutup telepon, Vivian berbaring di tempat tidur untuk membaca berita.
Semua netizen menghujat Vivian karena terlalu tidak tahu malu dan bahkan merayu Armand. Vivian tidak terlalu sedih ketika membaca komentar ini.
Vivian tahu bahwa Naura-lah yang tidak tahu malu. Kemudian tak lama kemudian, teleponnya berdering. Itu adalah kepala studio.
"Vivian, kamu begitu berani dan bahkan menyinggung bos kami.! Bernei juga tahu namamu. Dia baru saja meneleponku dan ingin bertemu denganmu.” ucapnya setelah panggilan telepon tersambung.
“Dia mungkin telah memutuskan untuk memecatmu. Tidak ada yang bisa membantumu kali ini. Bersiaplah untuk mengemasi barang bawaanmu dan pulang!” Setelah mengatakan itu, kepala studio langsung menutup telepon begitu saja.
__ADS_1
Vivian sudah menebaknya, selanjutny apa yang akan terjadi padanya. Vivian menghela napas, dia langsung berganti pakaian, dan turun kebawah.
Di ruang tamu di lantai bawah, Kevin sedang memegang laptop dan mengetuknya. Ketika Vivian turun, Kevin menatap kearahnya. dan bertanya, "Apakah bahumu masih sakit?"
Vivian seketika tercengang dan sedikit bingung, Saat mendengar pertanyaan dari Kevin.
Kevin menghela nafas dan memutar laptopnya untuk menunjukkan videonya. Di layar laptopnya itu adalah video yang diposting oleh Naura.
"Pria itu sengaja melakukannya." Ucap Kevin.
Kevin memutar kepalanya dengan kekhawatiran di matanya. lalu bertanya “Apakah itu Sangat menyakitkan?”
Vivian sedikit tergerak dan mendekati Kevin. Dia tersenyum dan mengusap kepala Kevin dengan tangannya.
"Tidak." jawab Vivian.
"Ibumu ini sangat kuat." sambungnya.
Kevin cemberut saat mendengar jawaban Vivian, lalu dia bertanya, “Jika demikian, mengapa kamu takut akan kegelapan?”
Vivian seketika kehilangan kata-katanya. Dia terbatuk dan melihat sekelilingnya.
"Di mana Erico?"tanya Vivian berusaha mengalihkan topik pembicaraan.
"Dia?"
Kevin mengangkat bahunya, dan dia berkata, "Ayah menghukumnya untuk bermain catur dengan kakekku."
"Mengapa ayahmu menghukumnya?" tanya Vivian mengernyitkan keningnya.
Kevin memandang Vivian dengan mata gelapnya yang besar. Lalu dia menjawab, “Erico menertawakan ayahku karena dia tidak bisa membuatmu memiliki bayi perempuan.”
Vivian seketika terdiam. Dia tersipu malu, Vivian mengalihkan pandangannya, dan lari dengan tas tangannya. Kepala studio mengatakan bahwa Bernei sedang menunggunya di gedung administrasi.
Setelah sampai di gedung administrasi Vivian turun dari mobil dan mendapati gedung administrasi sedang meriah. Gedung administrasi itu dihiasi dengan dua lampion merah.
Ketika Bernei melihat Vivian, dia buru-buru datang menghampiri Vivian dan berkata, “Vivian, kamu akhirnya di sini. Aku sudah lama menunggumu!”
Vivian seketika menjadi bingung. Dia melirik gedung administrasi dengan suasana meriah dan bos yang tersenyum padanya.
“Apakah Memecatku langsung membuatmu sangat bahagia seperti ini.?”
__ADS_1
...****************...