
Celine memulai balas dendamnya dengan mulai meneror Charlie lewat pesan anonim, dengan no yang sekali pakai sehingga tidak bisa di lacak oleh siapapun yang di bayar Charlie.
Charlie yang berada di kantor terkejut melihat foto penyuapan petinggi kepolisian, yang di kirim oleh seseorang dan meminta uang nominal yang cukup besar untuk tidak menyebarkan foto itu.
Siapkan uang senilai 100 juta kalau tidak ingin foto ini di sebarkan, dan di bawah ini ada alamat lokasi masukkan dalam tong sampah dan jangan harap membawa polisi atau lainnya karena foto seperti ini masih banyak di tanganku sekali anda curang maka saya pastikan besok semua tersebar di internet.
"Sial siapa yang berani bermain denganku, aku pastikan hidupnya tidak akan lama", geramnya.
Di balik tembok Celine tersenyum sinis menatap Charlie yang marah besar, dia yakin orang suruhannya sukses besar tidak sia-sia dia membayar mereka.
Ini baru permulaan siapkan dirimu karena ada yang lebih besar lagi, kejutan menantimu nanti Charlie siapa suruh kau membuatku merasa terhina seperti barang rongsokan.
Sementara Charlie mendapat pesan video *** dia dengan wanita bayaran, juga percakapan dengan pembunuh bayaran untuk menghabisi Alex dan dia heran siapa dalang di balik semua ini karena dia selalu berhati-hati.
__ADS_1
Charlie tidak sadar kalau Celine berada disana saat dia merencanakan sesuatu, juga sewaktu tidur dengan wanita bayaran Celine memasang kamera mini di balik lemari kamarnya.
Celine cukup cerdik agar mempunyai tameng untuk dirinya, karena dia tahu kalau Charlie berniat membuangnya setelah rencananya menguasai perusahaan berhasil.
Semua video dia simpan di brankas sebuah bank dan tidak ada yang tahu kecuali dirinya, dia cukup puas membuat Charlie kalang kabut dan menduga-duga.
Dia membayar seseorang membuat identitas palsu dan membuka akun bank, sehingga bila Charlie mentransfer sejumlah uang dia bisa langsung menutup setelah mengambil.
Charlie membanting semua barang di meja kerjanya, dia marah karena tidak ada yang mengetahui identitas di balik peneror yang sering mengirim pesan kepadanya.
"Kalian semua kenapa tidak bisa melacak peneror itu? ", tanya Charlie.
" Maaf bos...nomor yang terdaftar berganti-ganti sehingga kami kesulitan melacak , kecuali dia menelepon sehingga bisa melacak lokasi orang itu", jawab pria yang merupakan hacker kantor itu.
__ADS_1
Celine tersenyum mendengarnya namun dia berpura-pura tidak tahu apa-apa, juga bersikap wajar karena tidak ingin Charlie curiga kepadanya nanti.
Bagaimanapun Charlie masih orang yang menghidupi dirinya, sampai dia membuat bangkrut nanti keuangan kekasih yang tidak dia anggap lagi itu.
"Cepat selidiki aku tidak mau tahu harus segera di temukan, kalau tidak hancur nama baikku karena dia", kata Charlie.
" Baik bos.. segera kita laksanakan ", balas hacker itu.
Mereka lalu keluar dari ruangan dan pergi melakukan tugas masing-masing, sedang Charlie duduk bersandar di kursinya sambil memijat kepalanya yang sangat pusing.
Dia sangat marah sampai darah tinggi naik dan ingin segera membunuh orang yang meneror nya, tanpa mengetahui orang itu selalu ada di sisinya dan selalu memata-matainya.
Charlie tidak akan menyangka kalau orang yang dia cari, berada di sisinya senantiasa sambil mengamati keadaan juga mencari tahu sesuatu.
__ADS_1