Menikahi seorang CEO yang amnesia

Menikahi seorang CEO yang amnesia
Siapa namamu


__ADS_3

Brigitta memandang wajah lelaki tampan yang di depannya itu dan bertanya dengan lembut " Siapa namamu apa kau tidak ingat sama sekali? ", dia memandang lekat wajahnya sambil melihat reaksinya.


Lelaki itu menggelengkan kepalanya dan Brigitta menghela nafas panjang.. " Lalu bagaimana aku memanggilmu", tanyanya lagi.


"Panggil apa saja yang kau suka", balasnya cuek.


Brigitta kesal sekali melihat gayanya yang cuek," Terus bagaimana kau pulang kalau tidak ada ingat sama sekali bahkan aku cari tanda pengenal dirimu pun tidak ada".


"Aku akan ikut denganmu tidak ada yang kukenal di sini ", katanya santai.


Brigitta hampir saja memukul lelaki di depannya karena kesal, beginilah kalau ikut campur urusan orang lain ", sesalnya.


" Apa masih sakit perlukah menginap lagi semalam sampai kamu sembuh? ", tanyanya.


Bagaimana juga dia lagi sakit tidak mungkin dia bertengkar dengannya, jadi lebih baik menahan kesabaran nya sampai lelaki itu mengingat dirinya.

__ADS_1


" Lebih baik aku pulang saja menginap akan tambah biaya aku tidak punya uang, kamu bisa jual ini jam tanganku", katanya sambil melepas jam tangan yang di pakainya.


Sekilas jam tangan bermerek itu pasti mahal namun masih ada tabungan yang bisa dia pakai dulu tunggu ingatannya kembali baru dia akan menagih semua biaya.. pikir Brigitta.


"Simpan saja dulu aku sudah membayar deposit dengan uang tabunganku, kau bisa mengganti nanti", sahutnya.


" Baiklah.. ", balas lelaki itu sambil tersenyum membuat Brigitta terpesona sesaat dan lupa hal apa yang dia akan katakan.


" Apa sudah puas memandang wajahku yang tampan? ", katanya membuat Brigitta kaget setengah mati dan tersadar dari lamunannya.


Cowok itu tertawa melihat wajahnya yang tersipu malu sehingga buru-buru pergi, sepertinya cewek ini menarik juga dari yang pernah dia temui.. pikirnya.


Tidak berapa lama Brigitta kembali dan membawa bubur di tangannya" Aku sarapan dulu lapar, apa kau mau makan juga suster sudah membawa makananmu kesini bentar lagi? ", tanyanya.


Rupanya habis bertemu dokter dia langsung ke kantin tadi pantas agak lama.. pikirnya.

__ADS_1


" Makan saja dulu! Terima kasih kau sudah menolong ku kemarin malam, kalau tidak bertemu denganmu mungkin aku sudah mati", katanya.


"Karena aku kebetulan melewati jalan itu anggap saja itu takdir, sudahlah namaku Brigitta karena kau lupa namamu bagaimana kalau aku panggil kau Alex?,"tanyanya.


Dulu dia punya sahabat kecil yang pergi mendadak , sampai sekarang tidak tahu kabar dirinya.. hatinya sedih mengingat Alex.


Alex.. nama itu seperti tidak asing dan kepalanya tiba-tiba sakit.. tapi tidak lama mereda. Tanpa sadar dia meringis dan Brigitta menatapnya cemas.


"Apa kau baik-baik saja perlu panggil dokter? ", tanyanya.


" Aku baik-baik saja, ngomong-ngomong aku suka nama itu jadi kau boleh memanggilku dengan itu Gita", balasnya tersenyum menatap Brigitta yang salah tingkah.


Panggilan itu sama dengan saudara dan keluarga memanggilnya.. Teman-teman nya kebanyakan memanggil Brigitta kepadanya, dan mendengar Alex memanggilnya ingatannya melayang kepada sobat kecilnya yang menghilang juga memanggil nama Gita apa ini kebetulan saja.. pikirnya.


"Kenapa apa kau tidak suka panggilan itu", tanya Alex.

__ADS_1


" Tidak aku hanya mengingat teman kecilku yang suka memanggil nama itu juga", senyum Brigitta.


__ADS_2