Menikahi seorang CEO yang amnesia

Menikahi seorang CEO yang amnesia
menolong pemuda tampan


__ADS_3

Brigitta baru pulang dari kafe dan berjalan perlahan sambil melemaskan otot kakinya, yang sejak kafe ramai tadi belum sempat beristirahat sehingga otot kakinya terasa kaku.


Sewaktu melewati jalan aspal dan hidungnya mencium bau hangus terbakar, dia curiga terjadi kecelakaan di sekitar daerah itu dan firasatnya benar saat melihat mobil terbalik mengeluarkan kepulan asap.


Brigitta ingin segera pulang saja dan tidur dia sudah capek seharian bekerja tanpa istirahat, tetapi matanya melihat sesosok tubuh terbaring di aspal dalam kegelapan malam dan cahaya minim penerangan lampu jalan dia mendekati orang tersebut.


Brigitta dengan takut mendekati laki-laki itu dan perlahan melihat dari dekat "kepalanya berdarah apa dia sudah mati? ",pikirnya. Dalam hatinya dia ingin segera meninggalkan laki laki-laki itu, karena takut berurusan dengan hukum.


Lebih baik tidak ikut campur tapi melihat jalan sepi dan setelah dia cek masih bernafas , maka dia tidak tega langsung menelpon taksi online dan meminta antar rumah sakit terdekat.


Sesampainya di rumah sakit dia langsung pergi unit gawat darurat agar segera di tangani luka laki-laki tersebut dan segera mencari identitas dalam dompetnya.

__ADS_1


Ternyata sakunya kosong terpaksa dia memakai identitas kakak angkatnya, karena dompetnya tidak ada dia tidak tahu nama laki-laki itu. Terpaksa juga dia membayar biaya pengobatan dengan uang tabungannya.


"Beginilah kalau ikut campur urusan orang lain akhirnya rugi sendiri", brigitta menggerutu dalam hati namun dia sosok tidak tegaan jadi tidak mungkin tidak menolong.


"Ah sudahlah yang penting dia bisa tertolong uang bisa di cari",


Brigitta pun menunggu dengan sabar dokter memeriksa luka-luka laki-laki tersebut, yang nampak pingsan karena benturan keras semoga saja tidak gegar otak dalam hatinya dia berdoa.


Alexander membuka matanya perlahan dan melihat seorang gadis sedang tertidur di samping ranjang pasien dan heran dia sedang berada di rumah sakit.


Tiba-tiba rasa sakit menyerang kepalanya dan dia mengerang kesakitan tanpa sadar "aduh.. ", teriaknya pelan sambil memegang kepalanya yang di perban.

__ADS_1


Brigitta mendengar erangan itu lalu bangun dan melihat laki-laki itu sudah sadar jadi dia bertanya" apa kau baik - baik saja? ", sambil memencet bel memanggil dokter.


Tidak lama dokter datang dan memeriksa Alexander dengan cermat lalu menanyakan beberapa pertanyaan yang dia tidak ingat semua termasuk keluarga nya.


" Bagaimana dokter keadaan nya? ", tanya Brigitta cemas.


" Dia kehilangan sebagian ingatan tetapi akan pulih beberapa waktu karena otaknya mengalami syok akibat benturan keras ", kata dokter menjelaskan.


" Terima kasih dokter ", balas Brigitta.


Namun dia cemas kalau amnesia bagaimana dia kirim pulang laki-laki ini, sedang dia hanya tinggal apartemen tipe studio yang hanya punya satu kamar saja apa dia bawa pulang saja sampai dia mengingat semuanya..

__ADS_1


Brigitta memutuskan menolong sepenuhnya sampai laki-laki itu sembuh, dan menjaga di ruangan itu sambil melayani perlahan karena tidak ada yang dia bisa minta bantuan menggantikan dirinya merawat laki-laki itu terpaksa dia meminta ijin cuti kerja yang selama ini tidak pernah dia ambil selama bertahun-tahun tetapi demi orang tidak dia kenal dia mengajukan cuti.


__ADS_2