Menikahi seorang CEO yang amnesia

Menikahi seorang CEO yang amnesia
kembali rutinitas


__ADS_3

"Alex, aku pergi kerja dulu tolong jaga rumah dan jangan aneh-aneh, di meja sudah ada makanan kalau bosan tinggal nonton televisi aja ada banyak film drakor dan lainnya." pamit Brigitta.


" Iya tenang saja aku bukan anak kecil pergilah dengan tenang", sahut Alex.


Dia mencubit pipi brigitta membuat wajahnya bersemu merah, Alex merasa nyaman di dekat brigitta dan ingin seterusnya hilang ingatan saja biar bisa bersama dengan brigitta.


Brigitta pun pergi bekerja dan memulai rutinitas seperti biasa, dia suka sekali bekerja di kafe sekalian menyalurkan hobby memasaknya dan puas bisa bekerja sesuai hobby biar gaji sangat kecil dia cukup bersyukur.


Namun memikirkan Alex di rumah sendirian dia nampak tidak tenang, apa yang di kerjakan Alex sekarang pasti dia kesepian kasihan pikirnya dia harus cepat pulang saja.


Alex ingin meminum jus banyak buah di dalam kulkas, dia mencari blender dan mulai menancap stop kontak dan memotong buah lalu memasukan dalam blender tanpa menutup .


Dia menekan tombol dan tidak lama jus berhamburan keruangan meja dapur dan tembok, karena dia tidak menutup blendernya. Alex kewalahan dan mematikan tombolnya dapur jadi berantakan penuh dengan jus, lantai juga licin.

__ADS_1


Alex tidak pernah bekerja di dapur jadi dia kewalahan melihat dapur yang kotor, jadi dia mengambil serbet lap piring dan menghapus noda di tembok.


"Astaga Alex apa yang sedang kau perbuat kenapa rumahku seperti kapal pecah", suara Gita terdengar dari pintu.


Alex menggaruk lehernya dengan rasa bersalah, dia ingin membuat jus justru rumah menjadi kotor semua.


" Maafkan aku tadinya ingin membuat jus tetapi justru tumpah kemana-mana ", jelasnya.


" Jelas saja kau tidak menutup blendernya ", kata Gita mengelus dada.


Lalu membuat jus buat Alex , seperti di masa kecil dia suka membuat jus alpukat favorit Alex sahabatnya dan tidak di sangka ternyata nama sama kesukaan juga sama.


Dia seperti menemukan kembali sosok sahabatnya yang hilang dulu, dan tidak keberatan dengan tingkah Alex yang lucu karena sahabatnya dulu juga tidak bisa melakukan apapun.

__ADS_1


Alex dari kecil di manjakan orang tuanya dan tidak pernah melakukan apapun sehingga dia tidak bisa apa-apa semua hal dia tinggal perintah saja dan tinggal makan.


Benar-benar anak orang kaya susah memang buat mandiri, Gita hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan Alex yang mengingatkan sahabatnya itu.


Alex yang melihat butiran keringat di dahi Gita langsung mengambil tisu dan mengusap dengan lembut, dia merasakan dejavu seolah pernah melakukan hal yang sama.


Apa di masa lalu mereka ada hubungan?


"Terima kasih ", kata Alex sambil mencium pipi Gita.


" Sama-sama.. lain kali bilang aku saja bila ingin sesuatu daripada aku kerepotan dengan hal ini, kau telah menambah pekerjaanku dan jangan suka mencium orang sembarangan ", kata Gita sewot.


Alex tersenyum wajahnya semakin menarik dan tampan, Gita pun terpana dan sampai lupa apa yang dia akan katakan karena memandang Alex yang biasanya suka sekali menggodanya itu membuat dia sebal setengah mati .

__ADS_1


Dia bukan gadis yang mudah terpikat oleh ketampanan seseorang namun kehadiran Alex mampu merubah emosinya naik turun dan seperti wahana roller coaster.


__ADS_2