
Alex juga mencoba berbagai jenis kue pasar seperti onde, lapis, bibir sumsum, gorengan yang dia belum pernah makan namun ternyata enak juga.
Meskipun minyak yang dipakai seram karena dipakai ulang-ulang dan tidak sehat, sesekali okelah menyenangkan istri dan dia senang melihat senyum Gita.
Diam-diam Alex juga mengikuti pertandingan balap mobil, tanpa sepengetahuan istrinya karena tidak ingin istrinya mengkhawatirkan dirinya dan melarang ikut balapan.
Sementara ini mereka membutuhkan modal usaha, dan balap mobil salah satu usaha tercepat agar mendapatkan dana yang besar untuk membangun usaha mereka.
Sampai ada seseorang yang merasa terkejut saat melihat dirinya, dia adalah orang kepercayaan kakek Alex dan segera menghubungi seseorang untuk melaporkan sesuatu.
Seorang di seberang mengangkat telepon dan mendengarkan laporan anak buahnya, memberi perintah agar terus mengawasi lelaki itu dan memastikan apa dia orang yang mereka cari atau hanya mirip saja.
Setelah cukup menguras adrenalin dengan balapan, Alex pulang dan melihat kotak pesanan dan dia cukup terkejut karena banyak orderan masuk yang dia tidak sangka.
Rupanya iklan dia menarik perhatian seseorang dan memborong produk yang dia jual, bahkan orang ini membantu promosi entah siapa dia di balik layar.
Alex tidak peduli dan karena dia mendapatkan pesanan maka dia pun tidak ingin mengecewakan konsumennya , dan segera mempersiapkan pesanan dengan cepat dan mengirimkan ke expedisi.
__ADS_1
Gita yang melihat suaminya sangat sibuk membuat kopi dan camilan ringan buatnya , lalu meletakkan di depan meja karena dia pasti lupa segalanya kalau berada depan komputer.
Melihat orderan dengan nilai tinggi pada awal bisnis mereka, Gita cukup merasa puas, dia bersyukur cepat mendapatkan penghasilan karena bila tidak hidup mereka akan susah karena dirinya sudah resign.
"Alex.. ayo minum dulu kopinya nanti dingin" kata Gita.
"Ya baik makasih sayang", balas Alex sambil meminum kopi buatan istrinya.
Sementara lelaki yang mengikuti Alex sudah mengetahui tempat tinggal Alex ,dan dia yakin itu adalah Alex yang mereka cari karena sebelum ini Alex tidak terlihat.
" Aku milikmu kenapa harus pergi "balas Alex.
" Aku hanya bermimpi kau akan meninggalkan aku ", kata Gita
" Aku tidak akan meninggalkanmu", sahut Alex.
Alex menarik Gita dalam pelukan dan jarinya dengan aktif mengetik balasan.
__ADS_1
Gita memandang layar komputer dan melihat pesanan baru muncul, tidak di sangka Tuhan langsung memberikan berkat kepada mereka lewat online .
"Bagus sayang kalau tiap hari begini kita akan kaya", katanya gembira.
Alex tertawa melihat kepolosan istrinya dan mencubit hidungnya, sambil menyentil dahi istrinya dengan telunjuknya.
" Kau ini lucu sekali dasar mata duitan ", katanya bercanda.
" Kita mendapat banyak uang hari ini ayo kita makan steak", ajak Alex.
Gita menatap Alex dengan mata berbinar senang, ayo kita pergi kita makan enak hari ini sebelum bekerja keras lagi untuk menghasilkan uang.
Alex hanya tersenyum dan segera beranjak setelah menutup komputer dan menyimpan file mereka.
Alex menggandeng tangan Gita dan menyusuri jalanan , menuju tempat steak murah langganan mereka yang sesuai kantong dengan harga murah. tetapi tidak murahan.
Mereka memesan sirloin dan tenderloin dengan tambahan kentang, dan juga telor serta sayuran agar kenyang serta segelas teh manis dan burger.
__ADS_1