Menikahi seorang CEO yang amnesia

Menikahi seorang CEO yang amnesia
Pulang apartemen


__ADS_3

Brigitta membawa pulang Alex ke apartemen nya karena amnesia dan identitas juga tidak ada membuat dia terpaksa mengajaknya ke apartemen nya.


Keluar dari taksi dia membantu Alex keluar dari taksi dan berjalan ke apartemen nya, sesampainya di apartemen dia membuka pintu dan karena kamar cuma satu dia menunjuk sofa bed sebagai tempat tidur Alex nantinya.


"Alex.. kamu bisa memasak di sini apa yang kamu suka anggap saja rumah sendiri tidak perlu sungkan kepada ku", katanya.


Alex hanya mengangguk mengerti dengan penjelasannya, sambil melihat ruangan yang kecil itu tipe apartemen studio dengan dapur mini tapi tertata rapi.


"Maaf kamar tidur cuma satu jadi terpaksa kau harus tidur di atas sofa", jelas Brigitta.


" Tidak apa-apa.. aku yang meminta maaf karena sudah merepotkan dirimu, aku janji kalau sudah ingat semua aku akan membayarnya kembali semua kerugian", kata Alex.


"Sudahlah.. lupakan saja karena aku sudah ikut campur urusanmu sekalian saja repot asal kamu tidak menghancurkan rumahku nanti aku sudah cukup senang", balas Brigitta.

__ADS_1


Alex tersenyum mendengarnya gadis ini kelihatan acuh dan cuek tetapi sebenarnya hatinya baik, jadi dia tidak terlalu menganggap serius kata Brigitta karena tahu gadis ini tidak akan menolaknya karena tidak tega.


Brigitta segera mandi dan mulai menyiapkan bahan masakan, dia sengaja membuat tidak terlalu asin karena tahu Alex habis terluka jadi memasak sup buat mereka makan malam nanti.


Sup ayam kembang tahu, sayur pokcoy tumis saos tiram dan bawang putih serta sambal, sudah cukup banyak menu karena cuma berdua saja lalu memasak nasi putih.


Tidak berapa lama tercium bau harum masakan di seluruh dapur, Brigitta lalu membuat es manado buat pencuci mulutnya dan udara panas karena akan turun hujan membuat gerah cocok minum es.


Setelah semua siap dihidangkan Brigitta menata meja dan Alex membantu mengeluarkan piring dan sendok serta gelas dan menata di atas meja dengan canggung kelihatan kalau dia tidak pernah melakukan hal tersebut.


Alex tersenyum "Ya kalau aku kaya kamu bisa meminta apapun nanti, aku akan membelikan untukmu",


Brigitta tertawa dan lesung pipit di kanan kiri pipinya membuat wajahnya semakin cantik, kecantikan alami tanpa kosmetik dengan kulit putih bibir merah muda membuat Alex terpana menatapnya.

__ADS_1


"Apakah aku cantik sampai kamu ngiler melihatnya? ", goda Brigitta.


" Dasar narsis", tunjuk Alex ke dahi Brigitta dengan lembut.


"Ayo makan aku mau tidur kemarin tidur tidak lelap badanku sakit semua jadi aku ingin tidur dengan nyaman diatas tempat tidurku sendiri", kata Brigitta sambil menguap.


" Ayolah mari makan", kata Alex sambil menyendok makanan.


"Enak..kamu pintar masak juga", puji Alex.


" Iya donk sudah cantik dan pintar masak tidak rugi kan menikah denganku", senyum Brigitta.


Dia ketagihan menggoda Alex ..entah mengapa berdekatan dengan Alex memicu perasaan dekat seperti sudah kenal lama, dan biasa bersenda gurau seperti ini padahal biasanya dia tidak mudah akrab dengan orang baru di kenalnya.

__ADS_1


Alex juga merasa nyaman dengan Brigitta dan tidak ragu membantu cuci piring, lalu menata sofa buat dia tidur nantinya meskipun kelihatan pendek tapi sofa itu kelihatan nyaman karena bila dibuka nampak lebar seperti tempat tidur.


__ADS_2