
di pagi hari terlihat asfi yang sedang menyiram bunga
" yaampun anak mama pagi pagi udh rajin aja" ucap mama asfi yang bernama mira
asfi hanya tersenyum menanggapi perkataan mamanya
"lah kok malah senyum" heran sang mama
"mama tau asfi seneng benget lusa kakak bakal nikah" ucap asti sangat senang
"heh kok malah seneng bukan nya sedih kakak nya bakal pergi "
"maksunya ma aku seneng bakal punya kamar sendiri tanpa harus berbagi sama kakak" ya begitulah alasan asfi
"ada ada saja" ucap mama
"ohh jadi lo seneng gue bakal pergi" ucap kakak asfi yang entah dari mna datangnya
"hehe kak fani tadi cuma bercanda kok" ucap asfi yang memeluk lengan mama nya yg hendak pergi
fani mendekat ke arah asfi dan menyentil jidat adiknya itu
"bisa bisanya lu seneng gue bakal pindah dari rumah ini, gk gue kasi uang jajan lagi lu yaa" ancam fani
"heh kak lo jangan gitu dong kan gue satu satunya adik lu" ucap asfi langsung memeluk kakanya
"bodo gue mau mandi" ucap fani langsung pergi
"ih mama kok gk bilang bilang sih kak fani udah bangun" ucap asfi
" mama aja gk tau fani udh bangun makanya kamu itu gk boleh egois jadi orang , udh buruan siap siap sekolah hari ini katanya ujian kan yaudh mama mau masak dulu" ucap mira yang langsung bergegas ke dapur
"cuma lo doang yang bisa ngertiin gue , gue janji gk akan balikin lo ke guru gue" ucap asfi dengan bunga yang tadi ia siram
" woy udh gila ya ngomong ama tumbuhan" teriak fani dari balkon kamar
"apasih rese bener" ucap asfi yang langsung ke kamar
di meja makan
"asfi mana sih lama banget" ucap fani
"FANI CEPETAN KITA MAU SARAPAN NI ck lama bener" teriak fani
"sabar kak bentar lagi juga turun" ucap hendra ayah dari asfi dan fani
"AKU SIAPPP" ucap asfi sambil menuruni anak tangga
"udah buruan makan"
setelah makan akhirnya mereka kembali ke kesibukan masing masing asfi yang bersekolah, ibu dan ayah yang sedang sibuk mengurusi acara pesta pernikahan fani yang tinggal 2 hari lagi sedangkan fani ia sedang ke salon kecantikan yang ditemani calon suaminya galen
..........
hari pernikahan pun tiba di mana terlihat asfi yang sangat sibuk mengurusi dirinya mulai dari baju makeup farfum dan lainnya sudah seperti dirinya yang menikah , asfi sendiri begitu dikarnakan teman teman kakak iparnya akan datang dan mereka semua tetlihat sangat tampan menurut asfi
" ASFI SINI BENTAR" panggil mira
"ck gini nih orang penting bentar bentar dipanggil " ucap asfi yang langsung pergi
baru lima langkah asfi kembali lagi ke cermin sambil berkata
__ADS_1
" asfi lu cantik banget" ucap asfi
"ASFI CEPET" teriak mira
"iya iya "
.
"ada apa ma" ucap asfi
"liat kakak kamu gk" tanya mira
"kak fani?" tanya asfi
"iya iya ayolah asfi jgan bercanda "
"gk liat ma , mama juga kenapa panik banget sih"
"kakak kamu hilang" ucap mira
"hilang? gk mungkin pasti kak fani disekitaran sini"
"gk ada mama udh cari "
" yaudh bentar aku telpon dulu"
tit tit
"gk diangkat ma"
"aduh gimna ini"
"papa tau gk"
"yaudh mama tenang aja kakak pasti ketemu "
............
pernikahan akan diadakan dalam 1 jam lagi sementara fani belum di temukan juga dan itu membuat kedua belah pihak panik serta ada yang marah marah juga atas hilang nya fani mereka tak ingin pernikahan ini dibatalkan apapun alasannya
" aduh kak lo dimana sih" ucap asfi yang menggeledadh kamar kakaknya berharap menemukan jejak kakak nya
" apa ni " asfi pun mengambil kotak tersebut yang berada di bawah tempat tidur dan betapa termejut saat ia melihat isi dari kotak itu berupa foto kakaknya dan mantannya yang begi banyak
" baju ni kan baju yang dibeli kakak seminggu yang lalu " ucap asfi yang melihat foto kakaknya bersama mantannya yang sudah lama putus tapi bagaimna bisa ia berfoto menggunakan baju yg baru ia beli dan itu bersama sang mantan
" itu artinya mereka masih punya hubungan , apa jangan jangan " asfi pun bergegas turun kebawah untuk menemui ayahnya
"papa PA liat deh" ucap asfi
"apa ni " hendra heran dengen kotak yang dicerahkan asfi
"pa aku pikir kakak bukan hilang tapi kabur " ucap asfi
"apa kabur " bukan papa asfi yang mengucap nya tpi calon besan papa asfi yaitu ibu dina ia sangat kaget mendengar kabar fani kabur
"pak hendra saya gk mau tau pokoknya pernikahan ini harus tetap terlaksanakan saya gk mau malu di depan para para tamu besar saya" ucap bu dina
" tapi bagaimana pernikahan bisa dilangsungkan ibu dina sedangkan tidak ada membelai wanita" ucap hendra
" terserah pak hendra saya gk mau tau"
__ADS_1
"baik saya punya ide tapi harus didahului kesepakatan bersama "
asfi pun disuruh memanggil ibu dan ayah gelen serta galen sendiri
"pa ini mereka" ucap asfi
"baik pak jehan ada yang ingin saya katakan" ucap hendra
sementara asfi yang hendak pergi seketika langkahnya terhenti saat ayahnya memanggilnya
"asfi kamu tetap disini" ucap hendra
" ada apa ini pa bukannya nyari fani papa malah duduk disini" ucap mira
"fani kabur" ucap hendra
"apa papa serius"
"iya makanya papa punya ide untuk menggantikan posisi fani dengan asfi" ucah hendra
"APA" ucap asfi bersamaan dengan galen
" bagaimna setuju" tanya hendra kepada kedua calon besannya
"gk asfi gk setuju"
"galen juga gk setuju galen gk mau nikah sama bocah apalagi galen cumn suka sama fani bukan adiknya"
"iya itu terserah kalian jika tidak mau pernikahan ini akan dibatalkan"
"tidak pernilahan ini harus tetap dilanjutkan" ucap dina
"galen tolong kamu mau ya kamu gk mau gk keluarga kita malu gara gara pernikahan ini batal dan "
"knp harus malu" tanya galen
" ya kamu tau kita pemegang perusahaan terbesar disini selain pak hendra papa sama mama juga udh ngundang teman papa kamu dan juga musuh papa kmu klo pernikahan ini dibatalkan media bakal rame dan itu menjadi peluang besar bagi musuh papa untuk menghasud klien papa kamu untuk menarik saham nya di perusahaan kita" jelas dina panjang lebar
"setelah mendengar yang mama ucapkan baik galen setuju" ucap galen
"sayang kamu mau kan demi mama tolong " ucap mira
melihat mama nya memohon membuat hati asfi luluh dan mengiyakan apa ide papanya
akhirnya pernikahan pun dilaksakan walaupun tak ada raut kebahagiaan di muka pengantin
setelah acara pernikahan selesai disini lah asfi dan murung sambil bermain hp sendirian
"nak kamu makan ya" ucap sang mama
" gk ma asfi gk laper"
"makan dulu habis ini kamu ke hotel "
"ngapain ke hotel"
" ya mama gk tau mamer kamu yang bilng kalo kalian harus nginap di hotel mewah mereka "
"gk mau aku punya kamar sendiri"
"yaudh kalo gitu nanti mama bilang sama bu dina kamu klo kamu mau nginap di rumah"
__ADS_1
"ko nginap sih ma itu kan kamar aku"