
galen pun dengan buru buru bangun
"kok lo gk bangunin gue sih" ucap galen
"trus ni apa?" ucap asfi
"aduh kayak nya meeting nya udah siap ck " ucap galen yang mengambil hp nya dan betapa kagetnya ia saat melihat jam masih jam 07.00
galen menatap asfi tajam
"apa?" ucap asfi dengan wajah tanpa dosa
"ck males gue ah" ucap galen dengan muka cemberut dan langsung ke kamar mandi
"dia umur berapa sih" ucap asfi lalu membersihkan kamar galen dan mempersiap kan baju galen
singkatnya galen selesai mandi saat membuka pintu yang pertama ia lihat adalah asfi yang sedang duduk di sofa sambil membaca buku
asfi yang melihat galen keluar tersenyum namun galen sepertinya masih ngambek terlihat dari wajahnya yang masih cemberut
"ni baju kak galen udah aku siapin" ucap asfi yang masih tersenyum
galen mengambil baju tersebut dengan tatapan ke arah dinding ia tak mau memandang asfi
"keluar gue mau pake baju" ucap galen datar
"kenapa sih emng? kan kita udah sah juga "ucap asfi yang duduk di balkon
galen pergi ke ruang ganti yang berada di kamarnya dan memakai baju nya setelah itu ke keluar
galen pun berdiri di kaca memasang dasinya
"kenapa sih kak" ucap asfi yang mengambil alih memasang dasi galen
galen tak manolak tapi ia tak mau menatap asfi
asfi hanya tersenyum melihat galen ditambah ia tak menresleting celananya
"giman sih celana gk diresleting rambut gk dikeringin" ucap asfi
"proses" ucap galen yang menresleting celananya
"sini rambutnya aku keringin" ucap asfi yang mengambil hair dryer
galen hanya diam tpi iya tak menolak tawaran asfi
asfi pun mengeringkan rambut galen
"nah udh siap" ucap asfi
"kak galen pake minyak rambut gk" tanya asfi
"gk suka gue" ucap galen dengan suara sangat kecil namun masi bisa didengar oleh asfi
"apa?" tanya asfi
"lo bisa gk sih gausah bikin gue kesel" ucap galen
"apa sih kak masih pagi juga" ucap asfi yang bangun dari duduk nya
"masih pagi gausah marah " ucap galen yang mengira asfi marah
__ADS_1
"siapa yang marah " ucap asfi mengambil sisir dan
asfi pun menyisir rambut galen sampai memakaikan nya bedak hal itu semakin membuat asfi yakin jika galen adalah bayi
setelah itu asfi dan galen turun lalu mereka makan bersama
singkatnya setelah makan galen hendak berangkat ke kantor namun disuruh tunggu sebentar oleh asfi
"bentar kak " ucap asfi yang lari ke kamarnya
"nih pake" ucap asfi yang memberikan farfum kepada galen
"kak galen kenapa sih hari ini kaya bayi peke aku sisir aku bedakin aku keringin rambut aku yang makein farfum trus yang paling parah aku yang ingetin resleting kak galen kebuka" ucap asfi sambil memakaikan farfum ke galen
"biasanya gk kaya gini" ucap asfi lagi
"suka suka gue lah lagian kalo gue lakuin semua sendiri fungsi lo apa sebagai istri " ucap galen
asfi tersenyum tanpa sadar kata kata galen sudah menandakan jika ia menganggap asfi sebagai seorang istri
"yaudh cepet berangkat" ucap asfi yang mengambil tangan galen untuk disalami
galen pun pergi namun saat di perjalanan ia terlihat tersenyum entah apa yang ia pikirkan sampai tiba tiba senyum nya pudar
"buat apa di farfum cowo?" tanya galen yang mulai overthinking
sementara asfi di rumah hanya diam sambil kepikiran sifat galen yang kaya bocah
namun tiba tiba dian menelpon, asfi pun mengangkatnya
"hallo ian ada apa" ucap asfi
"as jadi malam ini gue caca jessi mau bakar bakar di villa jessi lu ikut gk?" tanya dian
"iya udah gue matiin dulu ya" ucap dian yang mematikan telpon nya
"nanti aja gue izinnya" ucap asfi memainkan hp nya
singkatnya galen sudah pulang rumah dan ia langsung disambut hangat oleh asfi
"kak galen aku hari ini gk masak" ucap asfi
"kenapa?" tanya galen duduk di sofa
"karna nanti jam 8 teman teman aku ngundang aku buat bakar bakar" ucap asfi
"lu doang?" tanya galen
"emng kak galen mau ikut?" tanya asfi
"kalo gue gk ikut siapa yang jagain lo" ucap galen
asfi tersenyum melihat perubahan galen yang menjadi lebih baik
"yaudh kalo kak galen mau ikut siap siap sana" ucap asfi
"bentar gue cape benget pijitin kek gk peka banget jadi istri" ucap galen
"yaudh sini biar aku pijitin" ucap asfi lalu memijit galen
"makasih ya kak" ucap asfi
__ADS_1
"kenapa lo" tanya galen heran
"makasih udah buat aku gk benci sama pernikahan" ucap asfi
"ya meskipun kak galen gk suka sama aku tapi kak galen udah nganggep aku sebagai istri"
"gausah makasih gue ngalakuin ini karna perintah papa" ucap galen
"ya gakpapa yang penting kak galen udah nganggep aku sebagai istri" ucap asfi yang masih memijit galen
galen yang merasa nyaman dengan pijitan asfi mulai memejamkan matanya
"eh kak galen jangan tidur " ucap asfi
"yaampun asfi masih ada 2 jam lagi sebelum jam 8 jadi biarin gue tidur bentar" ucap galen
"yaudah tidur di kamar aja tpi nanti kalo aku bangunin kak galen harus bangun" ucap asfi
"iya iya nanti 30 menit sebelum jam 8 bangunin gue" ucap galen yang masuk ke kamar asfi hal itu membuat asfi bingung
"kak galen bukan itu kamarnya" ucap asfi
"kamar lo deket gue udah cape banget ni" ucap galen langsung tidur di ranjang
asfi yang juga masuk ke kamarnya dan ia tak tau harus berbuat apa
"gue harus ngapain ya" ucap asfi
"gue pake baju apa nanti ya" ucap asfi yang langsung menuju ke lemari mengambil beberapa baju
"bagusan yang mana ya" ucap asfi pada dirinya sendiri
singkatnya asfi membangunkan galen
"kak bangun" ucap asfi menggoyangkan badan galen
"bentar lagi" ucap galen
asfi yang kesal menempelkan tangan nya yang dingin karna baru selesai mandi ke pipi galen
"dingin asfi " ucap galen yang kesal
"ya makanya bangun" ucap asfi makin menempelkan tangannya ke muka galen
"iya iya gue bangun" ucap galen yang langsung duduk
"mandi sana" ucap asfi
"ambilin baju gue di kamar, gue mandi disini aja" ucap galen
"nyuruh mulu" ucap asfi yang kesal dan langsung keluar kamar
melihat asfi yang pergi galen pun tidur lagi
"yaampun kak galen jangan tidur lagi" ucap asfi melemparkan baju yang ia pegang ke arah galen
galen tak peduli justru malah tetap tidur
asfi mendekat ke arah kasur dan duduk di samping galen
"cape banget ya" ucap asfi mengelus rambut galen
__ADS_1
"yaudah kita gk usah pergi kak galen tidur aja " ucap asfi yang agak kecewa namun iya juga tak mau memaksa galen
galen tiba tiba memegang tangan asfi yng mengelus kepala nya