
"idih liat aja aku bakal buat kak galen suka sama aku trus kalo kak galen udah suka sama aku , aku bakal pergi ninggalin kak galen biar kak galen gila trus ak..." ucapan asfi terhenti saat galen tiba tiba menindih asfi dengan tubuhnya
asfi jelas kaget namun ia hanya tersenyum seolah menantang meskipun jantung nya sudah hampir meledak
"kalo lo gk diem gue bakal..."
"bakal apa eum " ucap asfi mengalungkan tangan nya di leher galen
jujur sebagai seorang adam iya tak tahan dalam posisi ini
asfi dengan nakal nya membelai leher galen dan mendekat ke arah wajah galen hal tersebut membuat galen kaku ia takut akan keblablasan saat wajah asfi sudah sangat dekat dengan wajah galen
"huhh " asfi meniup wajah galen yang membuat galen sadar dan langsung bangun dari posisinya
galen pun keluar kamar dengan menutup pintu sangat keras
"dia kenapa? " tanya asfi
akhirnya malam pun tiba disinilah asfi sedang makan bersama keluarganya dan juga galen
"ma besok asfi pulang" ucap asfi
"gk mau nginap lagi?" tanya mira
"gak usah ma, kasian rumah sana gk ada yang bersihin" ucap asfi padahal alasan aslinya adalah karena galen iya tahu jika galen tak suka disini maka dari itu ia akan pulang besok
setelah makan asfi langsung pergi ke kamar begitupun dengan galen
keesokan paginya asfi dan galen berpamitan kepada mira dan hendra
dan setelah itu mereka langsung pulang saat di perjalanan hanya ada keheningan sampai akhirnya galen mulai membuka suara
"lu jangan pernah kabur dari rumah lagi kalo mau pergi minta izin gue dulu ngerti" ucap galen dengan mata yang fokus ke depan
"iya makanya kak galen jangan bersikap seenaknya kalau mau aku gak kabur lagi" ucap asfi yang menatap galen
singkatnya mereka sampai di rumah asfi hanya menatap rumah itu dengan tatapan yang tak bisa diartikan
"rumah setan akhirnya gue pulang lagi ke sini" ucap asli dengan su suara yang kecil
lalu kemudian dia masuk ke rumah bersama dengan galen
"wih rumah dua hari nggak ada aku udah kotor gini aja" ucap asfi dengan senyum setan
__ADS_1
kemudian iya menatap galen
"aku hari ini gak mau tahu pokoknya kak galen harus bantuin aku bersihin rumah paham" ucap asfi dengan suara pelan tapi mengerikan
"nggak, gue mau keluar" ucap galen dengan santai nya
"oh mau keluar ya, ok aku juga bakal keluar" ucap asfi yang berjalan ke arah pintu keluar sambil membawa koper
"iya iya gue bantuin" ucap galen yang menghentakkan kakinya dengan muka yang terlihat seperti cemberut ,sangat imut menurut asfi (menurut kalian gimana?)
"yaudh tunggu sebentar ya aku bawa koper ke kamar dulu " ucap asfi yang berjalan ke arah kamar nya
setelah itu asfi dan galen mulai membersihkan rumah saat sudah selesai asfi hendak masak tapi saat membuka kulkas wajah asfi langsung datar karna ternyata kulkas nya kosong
asfi pun menemui galen
"kak minta uang" ucap asfi mengulurkan tangan nya
Buat apa" tanya galen
"belanja , barang barang di kulkas habis semua aku gk bisa masak" ucap asfi
"sendiri lo" tanya galen
"galen pun mengambil dompet di laci dan mengeluarkan sebuah kartu (kalian tau kan itu kartu apa)
iya pun memberikan kartu tersebut kepada asfi sementara asfi menerima black card tersebut dan langsung pergi
namun saat asfi hendak pergi tiba-tiba galen menghentikannya
"lu nggak mau ngajak gue" tanya galen
"kan kak galen udah capek tadi beresin rumah ya jadi sekarang biar aku yang belanja" ucap asfi
"lo juga beresin rumah tadi biar gue bantu gue gk mau lo kecapean " ucap galen yang tiba tiba bingung dengan apa yang diucapkan nya begitu pun dengan asfi
"kalo lo kecapean nanti orang tua lo mikir gue nyiksa lo" ucap galen
"yaudah biasa aja gk usah gugup gitu" ucap asfi
"jangan pergi sendiri gue temenin" ucap galen yang langsung mengambil kunci mobil nya
"nggak usah kak biar aku aja yang pergi kalau kak galen mau bantuin nanti pas aku masak aja " ucap asfi
__ADS_1
namun galen tetap melarangnya untuk pergi sendiri
asfi pun menghela nafas dan memberikan syarat kepada galen yaitu meskipun galen membantunya berbelanja tapi dia tetap harus membantunya memasak itulah yang asfi katakan
galen awal nya menolak namun akhirnya ia tetap menerima syarat yang diberikan asfi tadi
singkatnya mereka berdua berbelanja di mall lalu setelah itu mereka pulang
saat sampai di rumah asfi langsung ke dapur untuk memasak galen yang ingin membantunya dilarang oleh asfi
"kak galen gak usah bantu aku masak istirahat aja nanti kalau udah masak aku bakal panggilin" ucap asfi
"gue nggak lemah lu kira gue nggak sanggup apa buat masak setelah gue bersihin rumah sama belanja" ucap galen yang mendekat ke arah asfi ,asfi tentu saja gugup tapi ia mencoba menetralkan wajahnya galen yang semakin mendekat hingga membuat asfi mundur sampai sampai kepentok meja
karna memang tidak ada jarak asfi hanya bisa memalingkan wajahnya ke samping namun kemudian terdengar suara lemari yang dibuka ternyata galen imengambil celemek di lemari hal tersebut membuat asfi merasa bodoh
"kenapa lo?" tnya galen melihat muka asfi ngeblush
asfi tak menjawab ia hanya melihat ke arah galen yang sedang sibuk memasang celemek namun sepertinya ia melakukan kesalahan
"gini loh" ucap asfi mengambil celemek tersebut dan memasangkan ke galen saat hendak mengikat celemek ke belakang asfi terlihat seperti memeluk galen hal tersebut membuat galen menelan ludahnya
"cepet" ucap galen
"sabar lagi diikat juga" ucap asfi
setelah itu mereka memasak meskipun sebernarnya yang memasak adalah asfi sendiri sedangkan galen berdiri di belakang asfi saat goreng ikan selanjutnya ia hanya melihat lihat saja
acara masak pun akhirnya selesai begitu pun dengan acara makan setelah itu asfi dan galen kembali ke kamar nya masing masing
keesokan pagi nya seperti biasa asfi masak dan membersihkan rumah dan lain lain setelah selesai ia mandi
selesai mandi ia seperti wanita biasa ia memakai skincare, bodycare dan lain lain nya lalu baru ia membangunkan galen
"tuk tuk tuk kak udah bangun gk?" ucap asfi sambil mengetuk pintu
tidak ada sahutan membuat asfi tau pasti galen belum bangun
ia pun membuka pintu kamar galen yang tak dikunci
"kak galen bangun" ucap asfi menarik pipi galen
"iya bentar lima menit lagi" ucap galen
__ADS_1
"cepet bangun kak udah jam 10" ucap asfi mengada ngada padahal masi jam 7